81 Tahun Indonesia Merdeka, Reynaldy Unjuk Prestasi Dua Tahun Menjabat Bupati Subang

SUBANG-Dua tahun memimpin Kabupaten Subang, Bupati Reynaldy unjuk prestasi dan sejumlah capaian pembangunan sekaligus komitmen yang akan terus dikejar hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Paparan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Subang, Senin (17/8/2026).
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Agus Masykur, Pemkab Subang mencatat sejumlah program prioritas yang telah berjalan. Salah satunya percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Sepanjang 2025, pemerintah daerah menangani perbaikan jalan kabupaten sepanjang 98,75 kilometer dengan anggaran mencapai Rp237 miliar. Sementara pada 2026, Pemkab Subang mengalokasikan sekitar Rp175 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 55 kilometer.
Reynaldy mengakui terdapat penurunan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sekitar Rp350 miliar.
“Ini menjadi bagian dari komitmen menuju Subang Emas 2027 agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program Saba Desa. Program tersebut menjadi sarana bagi kepala daerah untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat secara langsung kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.
Dia menyebut, penguatan infrastruktur juga dilakukan melalui peningkatan penerangan jalan umum serta pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.
Di sektor birokrasi dan pelayanan publik, Reynaldy menyebut pada 2025 pemerintah daerah telah mengangkat 5.931 tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, yang terdiri atas tenaga guru, kesehatan, dan teknis.
Pemkab Subang juga mengembangkan kanal pengaduan masyarakat melalui Lapor Kang Rey. Ribuan laporan warga telah diterima dan ditindaklanjuti, bahkan sebagian di antaranya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Hal ini menegaskan komitmen kami untuk menghadirkan pemerintah yang responsif, terbuka, dan senantiasa hadir melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” kata Reynaldy.
Pembangunan juga diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di bidang kesehatan, Pemkab Subang mengalokasikan anggaran lebih dari Rp81 miliar untuk mendukung jaminan kesehatan masyarakat.
Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp35 miliar untuk merehabilitasi 314 sekolah tingkat SD dan SMP yang mengalami kerusakan.
Tidak berhenti di sana, Pemkab Subang menargetkan perbaikan sebanyak 2.300 ruang kelas secara bertahap hingga akhir masa kepemimpinan Reynaldy–Agus.
Pemerintah juga melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni agar masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Dukungan terhadap dunia pendidikan turut diperkuat melalui peningkatan insentif bagi guru PAUD dan tenaga pendidik lainnya.
Di bidang ekonomi kreatif, Pemkab Subang terus memperluas ruang ekspresi masyarakat melalui berbagai kegiatan, salah satunya Subang Fest 2026 yang melibatkan berbagai wilayah di Kabupaten Subang.
Menurut Reynaldy, pengembangan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari strategi untuk menggerakkan ekonomi lokal dan membuka ruang bagi potensi masyarakat dari berbagai wilayah.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, Kabupaten Subang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Capaian tersebut menjadi yang kedelapan kali secara berturut-turut.
Bagi Reynaldy, capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang transparan serta akuntabel.
Kendati demikian, ia menegaskan seluruh capaian tersebut belum membuat pemerintah daerah berpuas diri. Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
“Perjalanan membangun daerah ibarat menapaki sebuah jalan panjang yang tak selalu lurus dan mulus, tetapi penuh tantangan, tanjakan, dan turunan yang harus kita lalui bersama,” tegasnya.
Reynaldy mengatakan, 2026 menjadi fase untuk memperluas konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga pelosok desa.
Ia bersama Wakil Bupati Agus Masykur juga turun langsung meninjau rencana kerja dan anggaran perangkat daerah guna memastikan setiap rupiah APBD memiliki manfaat bagi masyarakat.
Memasuki 2027, pemerintah menargetkan semakin kuatnya keterhubungan antara potensi ekonomi lokal dengan layanan publik yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Penyelesaian persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu agenda utama.
Kemudian pada 2028, arah pembangunan akan difokuskan pada terwujudnya Subang yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing dengan tetap mengedepankan keberlanjutan serta keadilan pembangunan.
Sementara pada 2029, Reynaldy berharap seluruh program prioritas yang telah dirancang bersama Agus Masykur dapat dituntaskan sebelum berakhirnya masa jabatan.
“Saya ingin di 2029 nanti, ketika saya dan Pak Wakil Bupati mengakhiri masa jabatan, kami bisa menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa program-program yang sudah kami keluarkan dapat kami tuntaskan,” pungkas Reynaldy. (cdp/ysp)
