Andhika Surya Gumilar Soroti Kompetensi Tenaga Kerja di Jabar

BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Andhika Surya Gumilar, menegaskan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Jabar harus menjadi prioritas pemerintah di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga kerja sama antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan begitu, lulusan sekolah maupun masyarakat pencari kerja dapat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini.
Andhika menilai, tantangan dunia kerja saat ini bukan hanya soal tersedianya lapangan pekerjaan, tetapi juga kemampuan tenaga kerja dalam mengikuti perkembangan teknologi, digitalisasi, dan transformasi industri.
"Jawa Barat memiliki potensi luar biasa karena didukung jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar. Namun potensi ini harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," ucapnya pada Selasa (21/7/2026).
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, pemerintah perlu memperkuat berbagai program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Langkah tersebut dinilai penting agar lulusan pendidikan maupun pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Ia menilai, selama ini masih terdapat kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya, masih banyak industri yang kesulitan memperoleh tenaga kerja sesuai standar, sementara angka pengangguran tetap menjadi tantangan di sejumlah daerah.
"Pelatihan kerja tidak boleh hanya bersifat seremonial. Harus benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai dan sesuai kebutuhan industri. Ini yang harus menjadi fokus bersama," katanya.
Andhika juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, hingga sektor swasta dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar program peningkatan kompetensi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain keterampilan teknis, ia menilai tenaga kerja juga harus dibekali kemampuan digital, komunikasi, kepemimpinan, hingga jiwa kewirausahaan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada peluang menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.
"Ke depan, kita tidak hanya menyiapkan pencari kerja, tetapi juga harus mencetak para pelaku usaha baru yang mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya," ungkapnya.
Andhika menambahkan, Jawa Barat memiliki posisi strategis sebagai pusat industri nasional. Banyak kawasan industri besar berdiri di provinsi ini sehingga kebutuhan terhadap tenaga kerja berkualitas akan terus meningkat. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
Secara khusus, Andhika juga menyoroti besarnya potensi Kabupaten Subang yang kini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Kehadiran Pelabuhan Internasional Patimban, Kawasan Industri Subang Smartpolitan, serta pembangunan berbagai infrastruktur strategis dinilai akan membuka ribuan peluang kerja dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, ia mengingatkan agar peluang tersebut tidak justru lebih banyak dinikmati tenaga kerja dari luar daerah.
"Subang memiliki potensi yang sangat besar. Ada Pelabuhan Patimban, kawasan industri, dan investasi yang terus berdatangan. Ini harus menjadi peluang bagi putra-putri daerah. Karena itu sejak sekarang kompetensi tenaga kerja lokal harus dipersiapkan agar mereka menjadi pilihan utama perusahaan," tegas anggota DPRD dapil 11 yang meliputi Kabupaten Subang, Sumedang dan Majalengka.
Ia berharap pemerintah terus memperluas akses pelatihan berbasis kompetensi hingga ke daerah-daerah, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh pekerjaan yang layak.
"SDM yang kompeten, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, saya yakin Jawa Barat akan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," pungkas Andhika.(hdi/ysp)
