Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anggota Banggar DPRD Pertanyakan Serapan APBD Subang

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|10:00 WIB
Bagikan:
Anggota Banggar DPRD Pertanyakan Serapan APBD Subang
Anggota Banggar DPRD Subang, A. Fauzi Ridwan.

PASUNDANEKSPRES.ID – Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja APBD Subang Tahun Anggaran 2026 hingga Agustus mencapai 47,52 persen. Dari pagu belanja daerah sekitar Rp2,821 triliun, realisasi tercatat sekitar Rp1,341 triliun.

Salah satu komponen belanja yang memiliki realisasi lebih rendah adalah belanja modal. Dari pagu sekitar Rp265,16 miliar, realisasinya baru mencapai Rp29,38 miliar atau 11,08 persen. Dengan demikian, sekitar Rp235,78 miliar belum terealisasi.

Data tersebut menjadi perhatian Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Subang, A. Fauzi Ridwan, yang juga anggota Komisi III. Ia menilai, pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan lebih rinci mengenai posisi dan perkembangan kegiatan yang menggunakan anggaran belanja modal.

“Belanja modal baru 11 persen. Ini harus kita lihat secara detail. Rp235 miliar lebih belum terealisasi. Persoalannya apa? Apakah pengadaan, perencanaan, pelaksanaan, atau ada persoalan lain?” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, DPRD perlu mengetahui perkembangan setiap kegiatan, tidak hanya persentase realisasi anggaran.

“Kami ingin tahu berapa yang sudah kontrak, berapa yang masih proses pengadaan, berapa yang belum dilelang, dan berapa yang diproyeksikan tidak selesai sampai akhir tahun,” terangnya.

Ia menegaskan, percepatan realisasi anggaran perlu tetap memperhatikan pelaksanaan kegiatan dan kualitas pekerjaan.

Kita Ingin APBD Terserap

“Jangan sampai karena mengejar serapan, semua kegiatan dipaksakan menumpuk di akhir tahun. Kita ingin APBD terserap, tetapi kualitas pekerjaan dan manfaat bagi masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya kepada Pasudnan Ekspres.

Menurutnya, realisasi anggaran tidak hanya dilihat dari persentase serapan, tetapi juga dari hasil kegiatan dan manfaat yang diterima masyarakat.

“Ukuran keberhasilan APBD bukan hanya berapa persen yang terserap. Yang lebih penting adalah apa output-nya dan apa manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain belanja, Fauzi menyoroti data realisasi pendapatan daerah yang hingga Agustus mencapai sekitar 51,44 persen. Sementara realisasi belanja tercatat 47,52 persen.

“Pendapatan sudah lebih dari 51 persen, tetapi belanja baru 47 persen. Jangan sampai uangnya tersedia, tetapi program pembangunannya justru terlambat,” kata Fauzi.

Ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang memiliki tingkat realisasi rendah.

Fauzi memastikan DPRD akan menggunakan fungsi pengawasan untuk memastikan anggaran yang telah disepakati dilaksanakan sesuai perencanaan.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami ingin tahu masalahnya supaya bisa dicari solusinya. Tetapi jangan sampai persoalan baru terlihat ketika tahun anggaran sudah hampir habis,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan data yang lebih rinci kepada DPRD sehingga dapat diketahui kegiatan yang berjalan sesuai target dan kegiatan yang membutuhkan percepatan.

“APBD adalah uang rakyat. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan yang berkualitas,” pungkasnya. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional4 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional4 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang5 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang5 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang5 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle9 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional9 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle9 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional9 jam lalu