Bapperida Subang Perkuat Publikasi Data Geospasial, Dukung Pembangunan Berbasis Data

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang terus memperkuat tata kelola data geospasial untuk mendukung pembangunan daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Upaya tersebut dilakukan melalui publikasi data geospasial dengan pendampingan Badan Informasi Geospasial (BIG).
Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP., mengungkapkan bahwa penguatan data geospasial menjadi langkah penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Data geospasial memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, kualitas dan keterpaduan data harus terus ditingkatkan agar dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Kamis (29/10/2026).
Bapperida Kabupaten Subang Menjalankan Peran
Dalam program tersebut, Bapperida Kabupaten Subang menjalankan peran sebagai pembina data dan informasi geospasial daerah dengan mendampingi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) selaku walidata. Proses publikasi dilakukan dengan bimbingan BIG untuk memastikan pengelolaan informasi geospasial sesuai dengan standar yang berlaku.
Iwan menjelaskan, kesesuaian data dengan standar menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar informasi yang dipublikasikan dapat dimanfaatkan secara tepat oleh berbagai pihak. Dengan data yang berkualitas, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan data geospasial yang dipublikasikan memenuhi standar dan dapat digunakan sebagai rujukan bersama oleh perangkat daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keterpaduan data antarlembaga juga menjadi faktor penting dalam mendukung proses pembangunan. Data yang selaras dapat membantu perangkat daerah dalam menyusun perencanaan, melaksanakan program, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil pembangunan secara lebih efektif.
“Jangan sampai setiap perangkat daerah memiliki data yang berbeda-beda untuk kebutuhan yang sama. Dengan data yang terpadu, proses perencanaan dan pengambilan keputusan bisa lebih terukur serta memiliki dasar yang jelas,” kata Iwan.
Ia menambahkan, publikasi data geospasial tidak hanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan internal pemerintah, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketersediaan informasi yang berkualitas dapat mendorong keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Bapperida bersama Diskominfo dan BIG pun terus mendorong agar pengelolaan data geospasial di Kabupaten Subang semakin baik dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem informasi daerah sehingga kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi dan potensi wilayah yang terukur.
“Harapannya, data geospasial ini benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai landasan pembangunan Kabupaten Subang. Semangatnya adalah satu data, satu peta, untuk pembangunan Subang yang lebih baik,” pungkasnya.(znl/ysp)
