Empat Tahun Menunggu, Ratusan Calon Kepala Sekolah Akhirnya Ikuti Pelatihan

PASUNDANEKSPRES.ID – Sebanyak 170 bakal calon kepala sekolah (BCKS) di Kabupaten Subang akhirnya mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah setelah menunggu sekitar empat tahun. Program yang sempat tertunda akibat sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran, tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7-16 November 2026.
Peserta pelatihan terdiri dari 157 orang jenjang sekolah dasar (SD), 11 orang jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan dua orang jenjang taman kanak-kanak (TK). Pelatihan tersebut menjadi salah satu tahapan untuk memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dalam pengangkatan kepala sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, H. Heri Sopandi, mengatakan kesempatan mengikuti pelatihan tahun ini dapat terlaksana setelah pemerintah daerah mengalokasikan anggaran. Sebelumnya, para bakal calon kepala sekolah tersebut telah menunggu cukup lama untuk mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah, pada hari ini atas persetujuan dan respons dari Pak Bupati Reynaldy, anggaran sudah dialokasikan untuk mengikuti kegiatan BCKS ini. Biayanya cukup besar, mencapai sekitar Rp7 juta per orang,” ungkap Heri saat pelepasan peserta pelatihan di halaman Kantor Disdikbud Kabupaten Subang, Rabu (4/11/2026).
Menurut Heri, pelatihan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan administratif atau upaya mendapatkan sertifikat kelayakan menjadi kepala sekolah. Para peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk membawa perubahan dalam pengelolaan dan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.
Peningkatan Kompetensi Calon Kepala Sekolah
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi calon kepala sekolah harus berbanding lurus dengan hasil yang terlihat setelah mereka kembali menjalankan tugas di satuan pendidikan.
“Harapan saya, setelah mengikuti BCKS ini, para kepala sekolah bukan sekadar mendapatkan sertifikat kelayakan, tetapi harus ada perubahan besar sesuai dengan visi dan misi Pak Bupati. Program kerja tiga pilar Dinas Pendidikan juga harus semakin meningkat,” tegasnya.
Untuk memastikan hasil pelatihan, Disdikbud Subang berencana melakukan pemantauan terhadap perkembangan setiap satuan pendidikan sebelum dan setelah peserta mengikuti program tersebut. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelatihan memberikan dampak terhadap pengelolaan sekolah.
Heri mengatakan hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi bagi dinas. Sekolah yang menunjukkan perkembangan positif diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan capaiannya. Sebaliknya, apabila tidak ada perubahan atau justru mengalami penurunan, evaluasi akan dilakukan terhadap kinerja dan hasil yang dicapai.
“Setiap kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan harus berbasis pada target dan output yang jelas. Harus diketahui apa hasil yang ingin dicapai dan kapan target tersebut harus terpenuhi. Jadi, tidak boleh hanya berjalan seperti air mengalir, tetapi kita harus terus berlari,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan bakal calon kepala sekolah dari SMPN 1 Purwadadi, Hendra Nugraha, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Subang yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan setelah penantian panjang menjadi peluang bagi para peserta untuk meningkatkan kapasitas sebagai calon pemimpin satuan pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan fasilitasi yang diberikan. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pada tahun 2026 ini kami mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program tersebut dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah,” katanya.
Hendra berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan secara maksimal sehingga pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan ketika memimpin sekolah.
Ia menilai kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi peserta didik. Karena itu, kepemimpinan sekolah harus berorientasi pada kepentingan pendidikan dan pengembangan kemampuan setiap anak.
“Harapan saya, sebagai kepala sekolah nantinya harus benar-benar mengutamakan pendidikan, terutama pendidikan dasar mulai dari SD, SMP, dan seterusnya. Karena setiap anak memiliki bakat dan potensi masing-masing yang harus dikembangkan agar mereka bisa mempersiapkan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Disdikbud Subang berharap para peserta dapat menjadi kepala sekolah yang profesional dan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Subang. Namun, hasil pelatihan nantinya juga akan menjadi perhatian dinas melalui pemantauan perkembangan masing-masing satuan pendidikan. (znl/ysp)
