Industri Subang Tumbuh Pesat, Peralatan Pelatihan BLK Masih Tertinggal

SUBANG – Kawasan industri Subang tumbuh pesat namun belum sepenuhnya diimbangi dengan modernisasi fasilitas pelatihan kerja. Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang mengakui sebagian peralatan praktik yang digunakan masih berusia tua sehingga belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi yang dibutuhkan dunia industri.
Investasi di Kabupaten Subang saat ini didominasi penanaman modal asing (PMA), terutama dari China, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, serta Jepang. Pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp18,2 triliun atau melampaui target Rp10,5 triliun. Sementara pada 2026, target investasi kembali naik menjadi Rp19,2 triliun.
Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Subang, Syauqi, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan industri.
"Memang diakui bahwa sebagian peralatan di BLK Subang masih menggunakan peralatan yang sudah tua. Namun, kondisi ini menjadi tantangan bagi kami dan tidak mengurangi komitmen untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja," terangnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia mengakui, perkembangan industri di Subang, terutama dengan hadirnya berbagai perusahaan manufaktur dan otomotif berskala besar, menuntut sarana pelatihan yang lebih modern agar lulusan BLK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, BLK Subang terus mengusulkan modernisasi peralatan pelatihan melalui berbagai sumber pendanaan, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, APBD Provinsi Jawa Barat, maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"BLK terus mengusulkan modernisasi peralatan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui APBD, APBD Provinsi maupun APBN. Kami juga menerima hibah peralatan dari perusahaan sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas pelatihan kerja," kata Syauqi.
Tidak hanya berfokus pada pembaruan fasilitas, lanjut Syauqi, BLK Subang juga memperluas kerja sama dengan lembaga pelatihan lain yang memiliki sarana lebih modern. Salah satunya dengan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Provinsi Jawa Barat.
"Melalui kerja sama dengan BLKK Provinsi Jawa Barat, peserta pelatihan dari Subang dapat menggunakan fasilitas pelatihan yang lebih modern," ujarnya.
Syauqi menambahkan, BLKK Provinsi Jawa Barat juga telah menjalin sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BLK juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, kompetensi para instruktur terus diperbarui melalui berbagai pelatihan, sertifikasi, serta pengembangan kapasitas agar mampu mengikuti kemajuan teknologi.
"Selain itu, peningkatan kompetensi instruktur terus dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, dan pembaruan kemampuan agar mengikuti perkembangan teknologi serta sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan kebutuhan industri," ungkapnya.
Ia menegaskan, modernisasi tidak hanya menyangkut peralatan, tetapi juga kualitas tenaga pengajar yang menjadi ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja terampil.
"Kami berkomitmen untuk selalu meng-update kemampuan para instruktur di BLK Subang agar mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia industri," tegas Syauqi.(cdp/ysp)
