Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kinerja BNI Semester I 2026 Moncer, Kredit Tumbuh 24,4 Persen dan Laba Bersih Capai Rp10,8 Triliun

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:32 WIB
Bagikan:
Kinerja BNI Semester I 2026 Moncer, Kredit Tumbuh 24,4 Persen dan Laba Bersih Capai Rp10,8 Triliun
KINERJA SOLID: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik serta ekonomi global yang dinamis.

PASUNDANEKSPRES.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik serta ekonomi global yang dinamis.

Pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi dengan baik, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan menjadi fondasi BNI dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan. 

"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," ujar Putrama. 

Menurut Putrama, arah pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.

Transformasi Digital dan Implementasi BRAVE Perkuat Produktivitas Bisnis

Transformasi digital dan penguatan jaringan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis BNI.

Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110% secara tahunan.

Sementara pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu, dengan volume transaksi tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi. 

Dari sisi jaringan, implementasi BRAVE atau Branch, Region & Area Value Empowerment kini telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI.

Program tersebut memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah. 

Putrama menuturkan, transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi yang semakin lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. 

"Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah," ujar Putrama. 

Dengan penguatan strategi bisnis, transformasi organisasi, dan digitalisasi yang dijalankan secara konsisten, BNI optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. 

Kredit Tumbuh Berkualitas dan Seimbang, Ditopang Pendanaan yang Kuat

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, hingga akhir Juni 2026, kredit BNI tumbuh 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis utama, mulai dari korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer. 

Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio. 

Strategi intermediasi tersebut berjalan seiring dengan penguatan struktur pendanaan.

Di tengah persaingan likuiditas yang masih ketat, CASA BNI tumbuh 11,2% secara tahunan sehingga mampu mempertahankan rasio CASA pada level 65,4%.

Pencapaian ini mendukung efisiensi biaya dana. Cost of fund dana pihak ketiga membaik menjadi 2,56%, dibandingkan dengan 2,78% pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Struktur pendanaan yang kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan kredit secara berkelanjutan. 

Penguatan fundamental bisnis BNI juga tercermin pada peningkatan pendapatan inti Perseroan.

Hingga semester I 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 14,2% secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun. 

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) meningkat 14,2% menjadi Rp9 triliun. 

Pertumbuhan yang solid dan seimbang dari kedua sumber pendapatan tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama. 

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp10,8 triliun. Paolo mengatakan, penguatan profitabilitas menunjukkan kontribusi bisnis inti BNI yang semakin solid dan berimbang. 

"Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi," ujar Paolo.

Kualitas Aset Terjaga Didukung Manajemen Risiko yang Prudent

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, kualitas aset BNI terus menunjukkan ketahanan yang baik.

Hingga akhir Juni 2026, rasio kredit bermasalah atau loan at risk (LAR) membaik dari 11,0% menjadi 8,1%, sementara rasio non performing loan (NPL) berada pada level 1,9%. 

Perseroan juga mempertahankan kebijakan pencadangan yang konservatif sebagai bagian dari disiplin manajemen risiko.

Kebijakan tersebut memperkuat ketahanan neraca sekaligus memberikan ruang bagi BNI untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan, kualitas aset yang terjaga merupakan hasil penerapan manajemen risiko secara disiplin dan konsisten pada seluruh tahapan proses bisnis perseroan. 

"Pengelolaan risiko dilakukan sejak tahap penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit. BNI juga terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat," ujar David. 

Dengan kualitas aset yang sehat dan pencadangan yang memadai, BNI memiliki fondasi kuat untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika perekonomian sekaligus mendukung ekspansi secara berkelanjutan. 

Memasuki paruh kedua 2026, BNI akan memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas dan terdiversifikasi, serta mempertahankan kualitas aset melalui pengelolaan risiko dan pencadangan yang disiplin. 

BNI juga akan melanjutkan transformasi BRAVE dan digital guna meningkatkan produktivitas, memperkuat fundamental bisnis, serta menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. (disway)

Berita Terbaru

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional12 menit lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta27 menit lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang28 menit lalu
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional38 menit lalu
ADVERTISEMENT
Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Lifestyle38 menit lalu
Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Nasional41 menit lalu
Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Headline45 menit lalu
DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

Karawang46 menit lalu
Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Nasional50 menit lalu
Minkop Space Subang, Ruang Nongkrong Instagramable dengan Kopi, Kuliner, dan Live Music

Minkop Space Subang, Ruang Nongkrong Instagramable dengan Kopi, Kuliner, dan Live Music

Subang54 menit lalu