Pimpin Aryaniaga 74, Daud Rizky Siapkan Ekosistem Bisnis Alumni

PASUNDANEKSPRES.ID – R. Mochamad Daud Rizky F., S.Kom., M.M., CLM, CLAA, dipercaya memimpin Aryaniaga 74 (Enterprise), badan otonom Organisasi Dewan Pengurus Angkatan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL-Lemhannas) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P2NK) Angkatan 74 Tahun 2026 untuk masa bakti 2026–2031.
Daud membawa harapan agar jejaring alumni tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu melahirkan peluang usaha, memperluas pasar, dan membangun kemitraan strategis.
“Aryaniaga 74 harus menjadi ruang kolaborasi yang produktif. Potensi, pengalaman, kompetensi, dan jaringan yang dimiliki para alumni perlu dipertemukan agar bisa melahirkan peluang usaha yang nyata, bukan sekadar berhenti pada pertemuan dan pertukaran gagasan,” Ujar Daud pada Jum'at (16/10/2026).
Penunjukan Daud tertuang dalam Surat Keputusan DPP IKAL-Lemhannas Nomor SKEP/28/IX/2026 tertanggal 1 Oktober 2026. Selain memimpin Aryaniaga 74, Daud juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Purwakarta.
Pengalaman di lingkungan kewirausahaan tersebut diharapkan menjadi modal untuk membangun konektivitas antara jaringan alumni dan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Aryaniaga 74 Sebagai Wadah Kolaborasi Kewirausahaan
Aryaniaga 74 sendiri dibentuk sebagai wadah kolaborasi kewirausahaan, pengembangan bisnis, investasi, dan kemitraan strategis bagi alumni P2NK Angkatan 74. Organisasi ini diarahkan untuk mempertemukan potensi anggota dengan kebutuhan pasar serta peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kami ingin mendorong agar jejaring alumni bisa menghasilkan nilai tambah. Ketika ada anggota yang memiliki produk, keahlian, atau peluang bisnis, harus ada ruang untuk saling mengenal, membangun kepercayaan, dan menjajaki kerja sama yang berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan arah tersebut, Aryaniaga 74 menyiapkan enam program kerja prioritas yang berorientasi pada hasil nyata.
Program pertama adalah Direktori Enterprise 74 dan Pemetaan Potensi Usaha. Melalui program ini, organisasi menargetkan pendataan profil, kompetensi, produk, jasa, serta kebutuhan bisnis anggota sebagai dasar untuk membangun kolaborasi.
Kedua, Business Matching dan Networking Forum 74, yakni forum yang mempertemukan anggota dengan calon mitra, pembeli, pemasok, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.
Ketiga, Enterprise Learning 74, berupa kelas dan webinar pengembangan kapasitas di bidang strategi bisnis, pemasaran digital, keuangan, tata kelola, ekspor, pengadaan, inovasi, dan manajemen risiko.
Keempat, katalog digital dan kampanye “Bangga Produk Alumni 74” untuk membantu memperkenalkan produk serta jasa anggota kepada pasar yang lebih luas.
Kelima, proyek kolaborasi dan kemitraan strategis dengan pelaku usaha, asosiasi, BUMN, perguruan tinggi, pemerintah, maupun mitra lainnya sesuai kebutuhan.
Keenam, Enterprise 74 Marketplace Day/Expo yang dirancang menjadi ruang promosi, pameran produk, serta pertemuan langsung antara pelaku usaha alumni dengan calon pelanggan dan mitra bisnis.
Melalui program tersebut, Aryaniaga 74 menargetkan direktori awal minimal 50 profil usaha anggota, sedikitnya tiga forum business matching setiap tahun, empat kelas atau webinar pengembangan usaha, katalog digital yang memuat minimal 30 produk atau jasa, serta sekurang-kurangnya satu kegiatan marketplace atau expo pada tahun pertama.
“Program kerja harus memiliki target yang jelas dan bisa dievaluasi. Kami ingin kegiatan yang dijalankan memberikan manfaat bagi anggota, baik melalui perluasan jaringan, peningkatan kapasitas, promosi produk, maupun terbukanya peluang kemitraan bisnis,” tuturnya.
Pengembangan Aryaniaga 74 tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kegiatan ekonomi dan profesional.
Jejaring alumni P2NK Angkatan 74 diharapkan menjadi modal sosial untuk memperkuat integritas, kepercayaan, profesionalisme, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, kegiatan kewirausahaan dapat berjalan seiring dengan upaya memperluas kesempatan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bagi kami, kewirausahaan bukan hanya tentang membangun bisnis, tetapi juga bagaimana usaha dapat tumbuh secara sehat, membuka kesempatan, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Nilai kebangsaan harus tercermin dalam integritas, tanggung jawab, dan cara kita membangun kerja sama,” Kata Daud.
Penunjukan sebagai Direktur Aryaniaga 74 untuk periode 2026–2031 menjadi tanggung jawab untuk menggerakkan potensi kolektif para alumni. Keberhasilan organisasi nantinya diharapkan tidak hanya terlihat dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari kualitas kemitraan, keberlanjutan usaha, dan manfaat yang dihasilkan.
Dengan program yang terarah dan kolaborasi yang berkelanjutan, Aryaniaga 74 diharapkan berkembang menjadi ekosistem kewirausahaan alumni yang profesional, inovatif, dan mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi untuk Kemajuan, Kewirausahaan untuk Kemandirian, dan Sinergi untuk Indonesia.(adv/hdi/ysp)
