Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Prabowo Sentil Ganjar Petani Jateng Sulit Akses Pupuk, Pertanyakan Kartu Tani

N
Nanda YuanitaEditor: Indrawan Setiadi
|10:28 WIB
Bagikan:
Prabowo Sentil Ganjar Petani Jateng Sulit Akses Pupuk, Pertanyakan Kartu Tani
Prabowo dalam Debat Capres 2024 (dok.Berbagai Sumber)

PASUNDAN EKSPRES - Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto menyentil kompetitornya dari Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo terkait sulitnya para petani mendapatkan pupuk di Jawa Tengah. Salah satu faktor yang menyusahkan dipengaruhi oleh Kartu Tani.

 Melansir dari JawaPos, Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat diberi kesempatan untuk merespons pernyataan Ganjar dengan subtema 'Pemerintahan dan Peningkatan Pelayanan Publik' di debat perdana capres 2024 yang digelar di kantor KPU, Selasa (12/12) malam. Prabowo mengatakan bahwa kelompok rentan yang dimaksudkan Ganjar masih belum luas.

 Kelompok petani dan nelayan juga termasuk di dalamnya, yang menurut Prabowo, sampai saat ini justru masih sulit mendapatkan pupuk subsidi. "Dan yang saya dapat, setelah saya keliling khususnya di Jawa Tengah, Pak Ganjar, petani-petani di sana sangat sulit mendapatkan pupuk," ujarnya.

Prabowo melanjutkan, selama dirinya berkeliling, para petani yang ditemuinya mengeluhka Kartu Tani yang sempat dikeluarkan oleh Ganjar saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. "Ini (Kartu Tani) mempersulit mereka dapat pupuk, jadi sebetulnya mereka ingin pupuk itu pengadaannya disederhanakan," imbuh Prabowo.

 Untuk diketahui, beberapa pemberitaan pernah melaporkan hal ini pada 2020 di tengah Covid. Pada 2022 sejumlah petani kecil di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi lantaran mereka tidak mendapatkan Kartu Tani dan terpaksa membeli pupuk bersubsidi dengan cara menumpang di Kartu Tani milik petani lain.

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang6 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional26 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline30 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional43 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang47 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang51 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu