Subang Jadi Panggung Budaya Dunia, WJIFFF 2026 Satukan Lima Negara dalam Festival Internasional

SUBANG – Kabupaten Subang tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga Subang jadi Panggung budaya Dunia. Ribuan warga memadati Amphitheater Tugu Benteng Pancasila, Alun-alun Subang, Sabtu (18/7), saat delegasi dari Indonesia, Rusia, Malaysia, Filipina, dan India tampil dalam West Java International Fun Folk Festival (WJIFFF) 2026. Ajang tersebut memadukan diplomasi budaya, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi kreatif dalam satu panggung internasional.
Festival yang berlangsung selama enam hari di Kabupaten Subang dan Kota Bandung itu menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, musik, tarian khas masing-masing negara, edukasi budaya interaktif, hingga pawai budaya yang melibatkan seluruh delegasi. Penampilan para peserta mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi sejak sore hari.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi hadir langsung menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran para delegasi mancanegara menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan antarbangsa melalui jalur seni dan budaya.
Perwakilan Color of Indonesia (COI) Jawa Barat, Novi Khotimah, mengatakan WJIFFF 2026 diikuti lima negara, yakni Indonesia, Rusia, Malaysia, Filipina, dan India. Menurutnya, festival ini diharapkan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak negara pada penyelenggaraan mendatang.
"Kami berharap jumlah negara peserta terus bertambah sehingga WJIFFF semakin dikenal di tingkat internasional dan menjadi agenda budaya yang dinantikan setiap tahunnya," ujarnya.
Sementara itu, Dewan Penasehat PPLIPI, Hj. Sumartha Dewi Erwan Setiawan, menilai keberagaman budaya merupakan kekuatan yang mampu menyatukan berbagai bangsa. Menurutnya, seni menjadi bahasa universal yang mampu membangun persahabatan tanpa batas.
"Melalui sebuah tarian kita dapat menyampaikan rasa hormat, melalui lagu kita berbagi kebahagiaan, dan melalui pertunjukan seni kita membangun persahabatan. Festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi ruang untuk saling mengenal, saling menghargai, dan memperkuat persaudaraan antarbangsa," katanya.
Ia berharap seluruh delegasi membawa pulang kesan positif tentang keramahan masyarakat Jawa Barat, kekayaan budaya, serta semangat kebersamaan yang menjadi identitas daerah.
Mewakili Bupati Subang, Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi membacakan sambutan Bupati yang menegaskan penunjukan Kabupaten Subang sebagai tuan rumah WJIFFF merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan.
Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang menyatakan siap kembali menjadi tuan rumah WJIFFF pada tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih meriah dan lebih megah.
Menurutnya, festival internasional ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan keragaman budaya dari berbagai daerah dan negara, sekaligus mempererat hubungan masyarakat lintas bangsa melalui seni dan budaya.
Pemerintah Kabupaten Subang juga menyampaikan apresiasi kepada Color of Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Subang sebagai tuan rumah. Kepercayaan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak agenda bertaraf internasional di Kabupaten Subang.
Selain memperkuat diplomasi budaya, penyelenggaraan WJIFFF 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga menggerakkan aktivitas pelaku usaha lokal. Kehadiran ribuan pengunjung selama festival berlangsung diyakini menjadi peluang bagi UMKM dan pelaku industri kreatif untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada tamu mancanegara. (cdp/ysp)
