Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tinjau Hunian Murah di Purwakarta, Menteri PKP: Ini Bukan Sekadar Rumah, Tapi Masa Depan

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|21:38 WIB
Bagikan:
Tinjau Hunian Murah di Purwakarta, Menteri PKP: Ini Bukan Sekadar Rumah, Tapi Masa Depan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meninjau proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta, Selasa (14/4/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meninjau proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari dorongan percepatan program nasional penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proyek HWB Purwakarta dinilai sebagai terobosan karena mampu menghadirkan hunian berkualitas dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding pasar.

Di proyek ini, rumah satu kamar tidur ditawarkan mulai Rp98 juta dan dua kamar tidur mulai Rp115 juta, lebih rendah dari harga rumah subsidi FLPP yang umumnya berada di atas Rp160 juta. Skema cicilan pun tergolong ringan, sekitar Rp500 ribu per bulan, bahkan untuk tahap awal tersedia cicilan sekitar Rp170 ribu per bulan selama 15 bulan pertama.

“Ini adalah terobosan yang sangat penting. Hunian seperti ini membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” ujar Maruarar.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proyek ini dapat menjadi contoh pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. “Purwakarta siap menjadi model. Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Ia menilai proyek ini membawa dampak nyata bagi daerah. “Kami mendukung penuh karena ini menghadirkan lapangan kerja, investasi, sekaligus harapan baru bagi masyarakat,” ucapnya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2026 dengan sistem pre-selling, proyek yang mulai dikembangkan sejak Juli 2025 ini telah mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit. Lokasinya yang strategis di kawasan industri antara Jakarta dan Bandung menjadi salah satu faktor tingginya minat masyarakat.

Dari sisi ekonomi, proyek senilai sekitar Rp1,5 triliun ini diproyeksikan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja pada pertengahan 2026. Mayoritas material dan tenaga kerja berasal dari Jawa Barat, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Proyek ini dikembangkan melalui kolaborasi HWB Group bersama Lippo Cikarang serta melibatkan pengembang lokal sebagai bentuk pemberdayaan.

Di sisi lain, kehadiran hunian ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu calon pembeli, Ina Tiya, mengaku program ini membuka peluang yang sebelumnya terasa mustahil. “Saya tidak pernah membayangkan bisa punya rumah sendiri dengan harga seperti ini. Ini benar-benar mengubah hidup kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sunarsih, seorang ibu muda yang tengah mencari hunian untuk keluarganya. Menurutnya, lingkungan yang baik dan cicilan ringan menjadi daya tarik utama. “Lingkungannya bagus, harganya terjangkau, cicilannya juga ringan. Ini kesempatan besar bagi kami,” katanya.

Sementara itu, pelaku usaha kecil Talita Yulia Fadila menilai kepemilikan rumah akan berdampak pada kepercayaan diri dalam menjalani usaha. “Ini bukan sekadar rumah, tapi masa depan. Kami jadi lebih yakin untuk berkembang,” ungkapnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Hunian Warisan Bangsa Purwakarta diharapkan tidak hanya menjadi solusi kebutuhan papan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(rls) 

Berita Terbaru

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional6 menit lalu
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga49 menit lalu
Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Nasional1 jam lalu
Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Anak Harus Tempuh Jalan Terjal 2,5 Kilometer ke Sekolah dari Gunung Solok Pandan, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi untuk 3 Keluarga

Anak Harus Tempuh Jalan Terjal 2,5 Kilometer ke Sekolah dari Gunung Solok Pandan, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi untuk 3 Keluarga

Bandung Barat1 jam lalu
Koordinator BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Koordinator BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Nasional1 jam lalu
2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Ketua Komisi I Tekankan Amanah dan Sinergi dengan Kepala Desa

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Ketua Komisi I Tekankan Amanah dan Sinergi dengan Kepala Desa

Karawang1 jam lalu
RUU Perkoperasian Bakal Atur Otoritas Pengawas Koperasi, Simpanan Warga Juga Disiapkan Perlindungan

RUU Perkoperasian Bakal Atur Otoritas Pengawas Koperasi, Simpanan Warga Juga Disiapkan Perlindungan

Nasional1 jam lalu
Subang Dapat 1.372 Bantuan Bedah Rumah, Naik Lima Kali Lipat

Subang Dapat 1.372 Bantuan Bedah Rumah, Naik Lima Kali Lipat

Subang1 jam lalu
Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan, Catat Jadwalnya

Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan, Catat Jadwalnya

Subang1 jam lalu