Tira Tirtona Sosok di Balik Pembenahan PN Subang, Kini Pimpin Pengadilan Negeri Majalengka

PASUNDANEKSPRES.ID - Kiprah Tira Tirtona, S.H., M.Hum. selama memimpin Pengadilan Negeri (PN) Subang menjadi bagian penting dalam perjalanan pembenahan dan peningkatan kinerja lembaga peradilan tersebut.
Tira Tirtona sebelumnya menjabat sebagai Ketua PN Subang sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan sebagai Ketua PN Majalengka pada September 2026.
Berdasarkan profil hakim Pengadilan Negeri Majalengka, Tira Tirtona dilantik sebagai Ketua PN Majalengka pada 3 September 2026.
Perempuan yang menyandang pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) dan jabatan Hakim Madya Utama itu memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di lingkungan peradilan.
Kariernya dimulai sebagai CPNS pada Pengadilan Negeri Tanjung Balai pada 1 Desember 2001. Ia kemudian diangkat sebagai PNS pada April 2003.
Setelah itu, Tira menjalani penugasan sebagai hakim di sejumlah pengadilan, antara lain PN Kisaran, PN Kabanjahe, PN Binjai, dan PN Cibinong. Pada Maret 2020, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua PN Kayu Agung, sebelum kemudian dilantik sebagai Ketua PN Kayu Agung pada Oktober 2021.
Perjalanan kariernya berlanjut ke Jawa Barat. Tira dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Ketua PN Subang dan kemudian menjadi Ketua PN Subang.
Selama berada di PN Subang, Tira dikenal mendorong berbagai program pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun tata kelola organisasi.
PN Subang Meraih Sejumlah Capaian
Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja aparatur pengadilan. Berbagai program inovasi dan pembenahan yang dilakukan turut mengantarkan PN Subang meraih sejumlah capaian dalam berbagai kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan Mahkamah Agung.
Di bidang tata kelola pemerintahan, nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) PN Subang meningkat hingga memperoleh predikat A. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya akuntabilitas dan manajemen kinerja di lingkungan PN Subang.
PN Subang juga meraih sejumlah prestasi dalam berbagai perlombaan yang berkaitan dengan pengelolaan dan kinerja satuan kerja.
Tak hanya mengejar capaian administratif, pembenahan fisik gedung pengadilan juga menjadi perhatian selama kepemimpinannya.
Sejumlah ruang sidang direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat dan para pencari keadilan. Pembenahan sarana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pengadilan yang lebih representatif.
Di bawah kepemimpinannya, PN Subang juga melakukan renovasi dan penataan fasilitas pengadilan, termasuk pembangunan atau pembenahan gedung pengadilan bertingkat yang menjadi salah satu perhatian dalam penguatan sarana pelayanan.
Tira juga mendorong lahirnya berbagai program inovasi unggulan di PN Subang. Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, transparansi, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pengadilan.
Berbagai pembenahan itu membuat PN Subang beberapa kali mendapat perhatian untuk mengikuti program maupun kompetisi di lingkungan Mahkamah Agung.
PN Subang bahkan diusulkan sebagai salah satu satuan kerja penerima predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Selain itu, satuan kerja tersebut juga diusulkan mengikuti sejumlah perlombaan, termasuk dalam bidang pengelolaan keuangan perkara.
Langkah pembenahan tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Dalam masa kepemimpinannya di Subang, Tira juga mendorong peningkatan fasilitas bagi para hakim, termasuk mengusulkan pembangunan flat atau hunian bagi hakim yang ditargetkan masuk dalam program tahun 2027.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Tira Tirtona selama menjalankan tugas di PN Subang.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya di Subang, ia mendapat kepercayaan baru untuk memimpin Pengadilan Negeri Majalengka. Berdasarkan profil resmi yang ditampilkan PN Majalengka, Tira Tirtona tercatat sebagai Ketua PN Majalengka sejak 3 September 2026.
Pengalaman panjangnya di berbagai pengadilan, termasuk sebagai pimpinan PN Kayu Agung dan PN Subang, menjadi bekal dalam mengemban amanah baru tersebut.
Kini, tantangan berikutnya berada di PN Majalengka. Rekam jejak pembenahan tata kelola, peningkatan kinerja, penguatan sarana prasarana, serta pengembangan inovasi selama bertugas di Subang menjadi modal bagi Tira untuk melanjutkan penguatan pelayanan peradilan di tempat tugas barunya.
Dalam menjalankan kepemimpinannya di PN Subang, Tira Tirtona menekankan pentingnya pembenahan internal yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika kita melakukan pembenahan, tujuan utamanya bukan sekadar mendapatkan penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana Pengadilan Negeri Subang dapat memberikan pelayanan yang semakin baik, cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat pencari keadilan,” ujar Tira Tirtona.
Menurut dia, capaian yang diraih PN Subang merupakan hasil kerja bersama seluruh aparatur pengadilan.
“Prestasi yang diraih bukan hasil kerja satu atau dua orang. Ini merupakan kerja bersama seluruh keluarga besar Pengadilan Negeri Subang. Karena itu, setiap penghargaan maupun capaian harus menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.
Tira juga mendorong agar inovasi yang telah berjalan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Inovasi harus memberikan manfaat dan mempermudah masyarakat. Ukuran keberhasilannya bukan hanya pada penilaian, tetapi bagaimana masyarakat merasakan adanya perubahan dan peningkatan kualitas pelayanan di pengadilan,” kata Tira.
Selain pembenahan sarana dan tata kelola, Tira juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan fasilitas penunjang bagi para hakim. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan flat hakim di lingkungan PN Subang pada 2027, sebagai bagian dari pemenuhan fasilitas penunjang bagi aparatur peradilan.
“Kami juga terus berupaya mengusulkan pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk fasilitas tempat tinggal bagi hakim. Harapannya, ke depan dapat direalisasikan sehingga tugas hakim dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” tutur Tira. (cdp/ysp)
