Wiwik Endah Rahayu Raih 20 Suara, Terpilih Jadi Direktur POLSUB 2026-2030

SUBANG - Wiwik Endah Rahayu mendapat kepercayaan mayoritas untuk memimpin Politeknik Negeri Subang (POLSUB) periode 2026-2030. Dalam pemilihan yang digelar Senat POLSUB, Kamis (13/8/2026), Wiwik meraih 20 dari total 24 suara.
Sementara dua kandidat lainnya, Nunu Nugraha Purnawan memperoleh empat suara dan Wardah Fauziah tidak mendapatkan suara. Sebanyak 24 suara dalam pemilihan tersebut terdiri dari 16 suara Senat POLSUB dan delapan suara kuasa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Hasil tersebut memastikan Wiwik Endah Rahayu menjadi Direktur POLSUB periode 2026-2030. Ia unggul jauh dari dua kandidat lainnya dalam pemungutan suara yang menjadi tahapan akhir pemilihan direktur.
Perolehan 20 suara itu setara dengan 83,3 persen dari total suara. Nunu mendapatkan 16,7 persen, sedangkan Wardah tidak memperoleh suara. Pemilihan tersebut sekaligus menutup rangkaian kontestasi yang telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya.
Perjalanan menuju kursi Direktur POLSUB 2026-2030 bermula dari penjaringan bakal calon. Pada Mei 2026, Senat POLSUB menetapkan lima nama yang lolos tahapan penjaringan dan verifikasi administrasi. Mereka adalah Wardah Fauziah, Wiwik Endah Rahayu, Azhis Sholeh Buchori, Nunu Nugraha Purnawan, dan Oyok Yudiyanto.
Lima nama tersebut kemudian mengikuti tahapan pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan Senat POLSUB. Persaingan yang semula diikuti lima kandidat kemudian mengerucut menjadi tiga nama. Mereka adalah Wiwik Endah Rahayu, Nunu Nugraha Purnawan, dan Wardah Fauziah.
Ketiganya kemudian mengikuti tahapan pemaparan visi, misi, serta gagasan mengenai arah pengembangan POLSUB untuk periode empat tahun ke depan.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pemilihan akhir. Masing-masing kandidat mendapat kesempatan menyampaikan gagasan dan program yang akan dibawa apabila dipercaya memimpin POLSUB.
Setelah seluruh tahapan dilalui, Senat POLSUB menggelar rapat tertutup pada 13 Agustus 2026 untuk menentukan direktur terpilih.
Dalam rapat tersebut, 24 suara menjadi penentu. Hasil penghitungan menunjukkan Wiwik memperoleh dukungan paling besar dengan 20 suara. Nunu mendapatkan empat suara, sedangkan Wardah tidak mendapatkan satu pun suara.
Dengan komposisi tersebut, Wiwik mengamankan lebih dari empat perlima suara yang tersedia. Hasil pemilihan itu sekaligus mengakhiri persaingan tiga kandidat yang sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan seleksi.
Ketua Senat POLSUB Ridwan Baharta mengatakan pemilihan direktur merupakan bagian dari mekanisme yang wajib dilakukan perguruan tinggi. Menurutnya, pergantian direktur merupakan hal yang wajar dalam tata kelola perguruan tinggi selama dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.
"Pemilihan ini merupakan kegiatan wajib di kampus politeknik, dan pergantian direktur itu adalah hal yang wajar sesuai peraturan," kata Ridwan.
Ia memastikan proses pemilihan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan demokrasi. "Kami melaksanakannya dengan transparan, seadil-adilnya, serta demokratis," ujarnya.
Panitia Pastikan Proses Berjalan Demokratis
Ketua Pemilihan Direktur POLSUB Agus Haris Abadi mengatakan seluruh proses pemilihan juga diarahkan untuk menjaga prinsip keterbukaan, kejujuran, keadilan, dan transparansi.
Menurut Agus, prinsip tersebut penting agar seluruh tahapan pemilihan dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan secara kelembagaan. "Proses pemilihan juga dilakukan secara terbuka, jujur, adil, dan transparan, supaya semua tahu bahwa prinsip demokratis dijalankan dengan baik dalam Pildir tahun 2026 ini," kata Agus.
Dengan berakhirnya pemungutan suara, proses yang dimulai dari penjaringan lima bakal calon kini menghasilkan satu nama untuk memimpin POLSUB selama empat tahun mendatang.
Bukan Orang Baru di Lingkungan POLSUB
Terpilihnya Wiwik bukan merupakan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam struktur kepemimpinan POLSUB. Sebelum terpilih sebagai direktur, Wiwik merupakan bagian dari jajaran pimpinan POLSUB. Pada periode 2022-2026, ia tercatat menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Wiwik untuk melanjutkan kepemimpinan di kampus vokasi negeri tersebut. Dalam sejumlah agenda POLSUB, Wiwik juga terlibat dalam penyampaian berbagai kebijakan dan program akademik, termasuk terkait penerimaan mahasiswa baru serta penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Kini, tanggung jawabnya bertambah. Dari posisi wakil direktur, Wiwik akan memimpin keseluruhan institusi untuk periode 2026-2030. Mandat 20 suara tersebut datang ketika POLSUB terus menghadapi tuntutan untuk memperkuat peran pendidikan vokasi.
Keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan industri, kualitas lulusan, pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah menjadi sejumlah pekerjaan yang akan berada di bawah kepemimpinan direktur terpilih.
Oleh karena itu, hasil pemilihan 13 Agustus bukan hanya menentukan siapa yang menduduki kursi direktur, tetapi juga menjadi awal bagi kepemimpinan baru POLSUB.
Setelah dinyatakan terpilih, Wiwik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan selama proses pemilihan berlangsung.
Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepadanya hingga dipercaya memimpin POLSUB untuk periode 2026-2030.(red)
