Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tuai Kritik, Kini Masuk Hagia Sophia Turki Bayar Rp596 Ribu

N
Nanda YuanitaEditor: Yusup Suparman
|10:15 WIB
Bagikan:
Tuai Kritik, Kini Masuk Hagia Sophia Turki Bayar Rp596 Ribu
Masjid Hagia Sphia (dok.pexels.com/Tayssir Kadamany)

PASUNDAN EKSPRES - Wisatawan asing yang ingin mengunjungi Hagia Sophia Turki, kini mulai dikenakan biaya sebesar 25 Euro atau sekitar Rp596 ribu. 

Seperti yang diketahui, monumen terkenal abad keenam yang berlokasi di Istanbul Turki tersebut sempat menuai kontroversi karena beralih fungsi menjadi masjid pada 2020. 

Pengumuman harga tiket masuk Hagia Sophia dipajang di pintu samping tempat orang asing diarahkan. 

Sedangkan pintu masuk utama kini diperuntukkan khusus bagi warga Turki, dilansir dari The Straits Times.

Tiket tersebut memungkinkan akses ke terowongan terbuka, di mana pengunjung dapat mengunjungi Hagia Sophia tanpa mengganggu salat. 

Media setempat menyebutnya sebagai “pintu masuk garasi”.Terkejut dengan praktik baru ini, hanya segelintir pengunjung yang membayar biaya tersebut pada hari Senin.

“Kemarin gratis, (wisatawan) kaget,” kata salah seorang pengurus.

Tuai kritikan, pengunjung Muslim non-Turki juga dikenakan biaya, bahkan jika mereka hanya ingin salat.

Hagia Sophia awalnya dibangun sebagai katedral Bizantium, yang pernah menjadi katedral terbesar di dunia, pada abad keenam sebelum diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.

Bangunan ini sempat diubah menjadi museum sebagai bagian dari upaya republik Turki modern untuk bergerak menuju sekularisme.

Namun, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengubahnya kembali menjadi masjid pada 2020, sehingga menyenangkan para pendukung agamanya yang bersemangat serta membuat kecewa kaum sekularis.

Perubahan fungsi Hagia Sophia juga memicu kecaman dari pemerintah Barat, Rusia dan para pemimpin Kristen.

Tiket masuk memberikan akses ke galeri lantai atas dan museum di situs Warisan Dunia UNESCO yang menjadi magnet bagi wisatawan.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy mengumumkan langkah baru ini pada Oktober 2023.

(nym)

Berita Terbaru

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Subang12 jam lalu
Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Subang12 jam lalu
Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Karawang12 jam lalu
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Nasional12 jam lalu
ADVERTISEMENT
PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional15 jam lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle15 jam lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle15 jam lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle16 jam lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional16 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline17 jam lalu