Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Andhika Dorong Pendidikan Tak Hanya Kejar Nilai Akademik

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:10 WIB
Bagikan:
Andhika Dorong Pendidikan Tak Hanya Kejar Nilai Akademik
PERSIAPAN PORPROV: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar (tengah)

SUBANG- Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar mendorong penguatan pendidikan karakter bagi pelajar di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Menurut Andhika, pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial hingga kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan yang benar.

Hal tersebut dinilai semakin penting karena anak-anak dan remaja saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Penggunaan gawai dan media sosial memberikan banyak manfaat untuk pembelajaran, tetapi juga menghadirkan tantangan apabila tidak disertai pendampingan dan kemampuan menyaring informasi.

Andhika menilai pendidikan karakter harus menjadi bagian dari keseharian siswa, bukan hanya diberikan dalam bentuk teori di ruang kelas.

Menurutnya, karakter akan terbentuk melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus, mulai dari kedisiplinan, menghormati guru dan orang tua, bertanggung jawab terhadap tugas, menjaga pergaulan hingga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia juga menilai sekolah perlu menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Pendidikan karakter tidak akan berjalan maksimal apabila siswa justru menghadapi lingkungan yang penuh kekerasan, perundungan atau tekanan sosial.

“Pendidikan jangan hanya melihat anak dari nilai rapor. Kita juga harus melihat bagaimana sikapnya, bagaimana tanggung jawabnya, bagaimana dia menghargai orang lain dan bagaimana dia mengambil keputusan ketika menghadapi persoalan,” Ujar Andhika pada Senin 31 September 2026. 

Menurutnya, persoalan karakter juga tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Pembentukan karakter membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat dan lingkungan sosial.

Orang tua, kata dia, memiliki peran penting karena pendidikan karakter pertama kali dimulai dari rumah. Kebiasaan sederhana seperti disiplin waktu, menghormati orang lain, bertanggung jawab, membantu keluarga dan membatasi penggunaan gawai dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak.

Hal tersebut sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat serta tidur cepat. Pemerintah menempatkan pembiasaan tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Andhika menilai kebiasaan tersebut harus diterjemahkan dalam aktivitas nyata. Jangan sampai pendidikan karakter hanya menjadi slogan yang disampaikan ketika upacara atau kegiatan tertentu.

“Karakter itu dibentuk dari kebiasaan. Kalau ingin anak disiplin, maka kedisiplinan harus dibiasakan. Kalau ingin anak memiliki kepedulian sosial, maka harus diberikan ruang untuk bermasyarakat dan membantu orang lain,” ujarnya dalam draft pernyataan.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan etika digital. Menurutnya, pelajar perlu diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, termasuk menjaga ucapan, menghormati privasi orang lain, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas serta tidak ikut melakukan perundungan di dunia maya.

Tantangan tersebut menjadi semakin relevan karena pemerintah juga mencatat persoalan penggunaan gawai secara berlebihan sebagai salah satu perhatian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Andhika berharap guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik. Sikap guru dalam berbicara, bersikap dan menyelesaikan persoalan akan ikut membentuk perilaku siswa.

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi terhadap program pendidikan karakter. Program harus diukur dari perubahan perilaku siswa, bukan sekadar jumlah kegiatan yang dilaksanakan.

“Jangan sampai kita banyak kegiatan tetapi perubahan perilakunya tidak terlihat. Ukuran keberhasilan pendidikan karakter adalah ketika anak-anak mampu membawa nilai-nilai baik itu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Andhika, pendidikan karakter juga harus disesuaikan dengan kebutuhan generasi saat ini. Pelajar perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, kerja keras dan kepedulian sosial agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar.

“Anak-anak kita harus siap menghadapi teknologi dan perubahan zaman, tetapi tetap punya pegangan nilai. Mereka harus cerdas, kreatif, mandiri, disiplin dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya.(hdi) 

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat7 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline42 menit lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline3 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu