Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|09:41 WIB
Bagikan:
Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian
Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian

PASUNDAN EKSPRES.ID. – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah telah meresmikan pembangunan data center Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta.

Ia menyebut kedatangannya ke proyek milik BDx Data Centers itu bukan untuk peresmian, melainkan memastikan perizinan. "Enggak ada peresmian data center," kata Dedi.

Bantahan itu muncul di tengah polemik proyek senilai sekitar Rp3,5 triliun tersebut.

Pembangunannya dihentikan sementara karena persyaratan AMDAL dan PBG belum rampung.

Klarifikasi Dedi Mulyadi

Dedi menjelaskan awal mula kunjungannya. Rombongan pengusaha yang berencana membangun data center datang ke kantor Gubernur Jabar bersama anggota DPR RI Mulyadi.

Sebagai tuan rumah, Dedi menerima mereka dan meminta semua persyaratan administrasi dipenuhi.

Beberapa hari kemudian, Dedi ingin datang ke lokasi untuk mengecek kondisi lapangan, dan ia membantah datang sebagai undangan. "Saya datang sendiri ke situ," ujarnya.

Soal kunjungan pada 28 September 2026 lalu, Dedi meminta publik melihat dokumentasinya. "Itu makna fungsinya jadi gubernur konten itu," kata Dedi di Gedung Merdeka, Bandung.

Menurut dia, dalam video yang diunggahnya, ia menanyakan izin kepada pihak pengusaha.

Ia bahkan sempat menanyakan izin mendirikan bangunan kepada Bupati Purwakarta.

Dedi juga menepis kesan ada seremoni di lokasi. "Tidak ada pembangunan, tidak ada peresmian, dari situ saya pulang lagi," katanya. Ia mengaku mengikuti suguhan singkong dari pihak perusahaan karena menghormati tuan rumah.

Alasan Proyek Disetop

Dedi mengatakan penghentian dilakukan karena dua dokumen penting belum terbit. Ia menyebut PBG dan AMDAL proyek tersebut belum selesai. "AMDAL-nya sudah keluar belum? Belum," kata Dedi.

Dua persyaratan itu menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Dedi menyebut proses tersebut sudah berjalan hampir tiga bulan tanpa kejelasan, lalu proyek ia hentikan.

Ia juga menyalahkan konsultan proyek yang disebutnya belum memasukkan data saat ia datang ke lokasi.

Pemprov Jabar menegaskan sikapnya soal data center Jatiluhur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Adi Komar mengatakan pemprov mendukung pembangunan, tetapi hanya berperan dalam pengawasan dan koordinasi. Menurut Adi, izin AMDAL dan PBG dikeluarkan oleh Kabupaten Purwakarta.

Data Proyek

- Proyek ini bernama AI Campus 2 atau CGK4, milik BDx Data Centers.

- Kapasitas dayanya dirancang hingga 640 megawatt.

- Lokasinya sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur.

- Pembangunan dimulai sejak 22 September.

- Pengembangan dijadwalkan tiga tahun, dengan Gedung 1 berkapasitas 120 MW secara bertahap.

Soal Air dan Sorotan Lain

Selain izin, kebutuhan air jadi perhatian. Dedi menjelaskan air tetap diambil dari Jatiluhur, tetapi masuk lewat PDAM, sehingga pengembang membeli air dari PDAM. Ia juga meminta konsultan memastikan pusat data tidak mengganggu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur bagi petani.

Lembaga IESR mendesak kajian lingkungan dan dampak sosial dilakukan menyeluruh sebelum konstruksi dilanjutkan.

Anggota Komisi V DPRD Jabar Maulana Yusuf khawatir proyek tetap jalan meski hasil AMDAL buruk.

Untuk menjaga objektivitas, Pemprov Jabar meminta akademisi Universitas Indonesia memberi pertimbangan.

Dedi menegaskan penghentian ini belum berarti penolakan. Ia menyebut proyek tidak otomatis ditolak meski dihentikan sementara.

Sampai 5 Oktober 2026, perkembangan utama masih berada pada penyelesaian AMDAL dan PBG serta pengawasan penghentian aktivitas konstruksi.

Nasib data center Jatiluhur kini bergantung pada hasil penilaian AMDAL dan terbitnya PBG dari Pemkab Purwakarta. Dedi mengaku tidak mempersoalkan kelanjutan proyek bila seluruh persyaratan itu terpenuhi.

Berita Terbaru

Gempa Sumba Barat Daya, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

Gempa Sumba Barat Daya, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

Nasional6 menit lalu
Video Dugaan Pesta Sabu di Rutan Kelas I Depok Viral, Petugas Mulai Investigasi

Video Dugaan Pesta Sabu di Rutan Kelas I Depok Viral, Petugas Mulai Investigasi

Nasional10 menit lalu
PHE ONWJ Bagikan Puluhan Kacamata Gratis untuk Pelajar Pesisir Subang

PHE ONWJ Bagikan Puluhan Kacamata Gratis untuk Pelajar Pesisir Subang

Subang18 menit lalu
Presiden Prabowo akan Resmikan Satuan Baru di Upacara HUT ke-81 TNI yang Digelar Hari Ini

Presiden Prabowo akan Resmikan Satuan Baru di Upacara HUT ke-81 TNI yang Digelar Hari Ini

Nasional23 menit lalu
ADVERTISEMENT
Viral Curug Nangsi Subang: Air Terjun Plus Kolam Air Hangat, Tiketnya Cuma Segini

Viral Curug Nangsi Subang: Air Terjun Plus Kolam Air Hangat, Tiketnya Cuma Segini

Lifestyle30 menit lalu
Motor Hilang di Pasar Malam Subang, Ini 5 Tips Aman yang Harus Kamu Tahu

Motor Hilang di Pasar Malam Subang, Ini 5 Tips Aman yang Harus Kamu Tahu

Subang42 menit lalu
Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian

Kata Dedi Mulyadi soal Kunjungan ke Proyek Data Center Jatiluhur: Bukan Peresmian

Jawa Barat44 menit lalu
Gentengisasi, Momentum Kebangkitan Industri Genteng di Plered

Gentengisasi, Momentum Kebangkitan Industri Genteng di Plered

Purwakarta54 menit lalu
Formasi Wantimpres Prabowo Subianto, Segini Gaji dan Fasilitas yang Diterima

Formasi Wantimpres Prabowo Subianto, Segini Gaji dan Fasilitas yang Diterima

Nasional1 jam lalu
Kejari Purwakarta Teken Perjanjian Kerja Sama dengan 10 Desa di Kiarapedes

Kejari Purwakarta Teken Perjanjian Kerja Sama dengan 10 Desa di Kiarapedes

Purwakarta1 jam lalu