Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bandung Raya Diguncang Dentuman Misterius Tengah Malam, Kaca Rumah Ikut Bergetar Ada Apa?

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|11:25 WIB
Bagikan:
Bandung Raya Diguncang Dentuman Misterius Tengah Malam, Kaca Rumah Ikut Bergetar Ada Apa?
Bandung Raya Diguncang Dentuman Misterius

PASUNDANEKSPRES.ID - Suasana malam di sejumlah wilayah Bandung Raya mendadak berubah menjadi penuh tanda tanya. Suara dentuman misterius terdengar berulang kali pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Fenomena tersebut dilaporkan mulai dirasakan sekitar pukul 23.30 WIB dan masih menjadi perbincangan warga hingga mendekati pukul 02.00 WIB.

Yang membuat warga semakin penasaran, suara serupa disebut terdengar di wilayah yang cukup luas.

Laporan warga bermunculan dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Subang, Purwakarta hingga Cianjur.

Bukan Sekali, Dentuman Disebut Berulang

Sejumlah warga menggambarkan suara tersebut bukan seperti ledakan tunggal.

Dentuman justru disebut muncul berkali-kali dengan pola yang relatif berulang. Karakternya bahkan digambarkan seperti suara pukulan sangat besar dari kejauhan atau dentuman bass yang terdengar dari sebuah panggung musik.

Getaran yang menyertainya membuat sebagian warga sempat mengira terjadi gempa.

Ada pula warga yang menduga suara tersebut berasal dari aktivitas militer, proyek tertentu, atau sumber lain yang berada cukup jauh dari permukiman.

Di media sosial, kesaksian warga mengenai fenomena tersebut pun dengan cepat menyebar dan memunculkan berbagai spekulasi.

Warga Sempat Khawatir Gempa

Kemunculan suara yang berlangsung cukup lama membuat sejumlah warga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi di sekitar mereka.

Pasalnya, suara yang berulang disertai getaran pada kaca dan pintu rumah terasa berbeda dari suara kendaraan, petir, maupun aktivitas lingkungan pada umumnya.

Namun, suara tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai gempa bumi.

Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pencocokan antara laporan masyarakat dengan data instrumen seismik, kondisi atmosfer, serta kemungkinan sumber suara lainnya.

Nama Anak Krakatau Ikut Terseret

Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, aktivitas Gunung Anak Krakatau ikut dikaitkan dengan dentuman tersebut.

Sebagian netizen menduga suara yang terdengar di Jawa Barat mungkin berhubungan dengan aktivitas vulkanik yang terjadi pada periode yang sama.

Bahkan muncul spekulasi bahwa suara tersebut merupakan gelombang tekanan dari aktivitas erupsi yang merambat hingga wilayah Jawa Barat.

Namun, dugaan itu belum bisa dipastikan hanya berdasarkan kesamaan waktu kejadian.

Jarak yang sangat jauh antara kawasan Selat Sunda dan Bandung Raya juga membuat hubungan langsung antara kedua fenomena tersebut perlu dibuktikan melalui kajian ilmiah.

BMKG Belum Menunjukkan Gempa Lokal sebagai Jawaban

Data pemantauan BMKG menjadi salah satu rujukan penting untuk menelusuri fenomena tersebut.

Sejauh informasi yang tersedia, tidak ditemukan catatan gempa tektonik lokal di kawasan Bandung Raya pada waktu yang secara langsung dapat menjelaskan seluruh laporan warga mengenai dentuman.

Artinya, misteri suara tersebut belum otomatis berkaitan dengan gempa bumi.

Kemungkinan lain seperti fenomena atmosfer, perubahan kondisi propagasi suara, sumber suara dari wilayah lain, maupun aktivitas tertentu masih perlu diteliti.

Mengapa Suaranya Bisa Terdengar Sangat Jauh?

Dalam kondisi atmosfer tertentu, suara dapat merambat dengan cara yang berbeda dari biasanya. Perubahan suhu dan lapisan udara dapat memengaruhi bagaimana gelombang suara bergerak, sehingga suara dari sumber yang relatif jauh bisa terdengar lebih jelas di suatu wilayah.

Meski demikian, penjelasan tersebut masih berupa salah satu kemungkinan dan bukan kesimpulan mengenai dentuman Bandung pada malam tersebut.

Sumber sebenarnya masih membutuhkan verifikasi dari instansi terkait.

Satu Malam, Ribuan Warga Bertanya-Tanya

Dentuman yang terdengar hingga beberapa jam tersebut akhirnya menjadi teka-teki tersendiri bagi warga Bandung Raya dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Apakah berasal dari aktivitas di daratan? Fenomena atmosfer? Aktivitas vulkanik? Atau ada sumber lain yang hingga kini belum teridentifikasi?

Satu hal yang pasti, suara misterius itu berhasil membuat warga terjaga di tengah malam.

Kini perhatian tertuju pada hasil verifikasi ilmiah dari pihak berwenang untuk menjawab satu pertanyaan yang masih menggantung

Berita Terbaru

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Subang3 jam lalu
Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Subang4 jam lalu
17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

Subang4 jam lalu
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle5 jam lalu
Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Headline6 jam lalu
Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Nasional6 jam lalu
Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Nasional6 jam lalu
Pojokan 324: Ah, Surya!

Pojokan 324: Ah, Surya!

Opini7 jam lalu
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Jawa Barat8 jam lalu