Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

PASUNDANEKSPRES.ID - Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di Kota Bandung berujung ricuh pada Selasa (20/10/2026) malam.
Demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Selasa (20/10/2026) digelar serentak di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Makassar.
Kericuhan sempat mewarnai aksi demo di Bandung yang terjadi di persimpangan Jalan Ir H. Djuanda (Dago)-Sulanjana, Kota Bandung sekitar pukul 21.27 WIB.
Situasi memanas setelah sekelompok massa tidak dikenal berpakaian serba hitam terlibat bentrok dengan polisi hingga menyerang satu unit truk Pengendalian Massa (Dalmas) milik kepolisian.
Hal ini dikonfirmasi Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi yang mengatakan, massa menyerang kendaraan Dalmas yang sedang melintas di lokasi kejadian menggunakan batu, petasan, hingga bom molotov.
"Tiba-tiba diserang oleh rombongan, kemudian dengan melempari batu, kembang api, petasan, sama bom molotov," ujar Dedi di lokasi kejadian, dikutip dari Tribun Jabar, Rabu (21/10/2026).
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan sekelompok massa menyerang kendaraan tersebut dan sejumlah petugas yang berada di dalam kendaraan berusaha keluar untuk menyelamatkan diri dari amukan massa.
Kericuhan ini mendadak terjadi hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar Simpang Dago-Sulanjana.
Selain itu, dilaporkan massa juga merusak fasilitas umum berupa water barrier yang terpasang di lokasi kejadian tersebut.
Akibat peristiwa ini, tiga anggota polisi mengalami luka di bagian kepala dan tangan akibat terkena lemparan benda tumpul.
"Ada tiga orang yang kena di kepalanya dan tangannya. Anggota sudah diobati di rumah sakit dan langsung mendapat penanganan medis," kata Dedi.
Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat akan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa penyerangan tersebut.
Pihaknya menegaskan akan menindak pelaku yang terbukti melakukan tindakan anarkis maupun penganiayaan terhadap petugas.
"Intinya kasus ini akan kita lidik secara saintifik dan investigasi," tegas Dedi.
Adapun situasi di persimpangan Jalan Dago-Sulanjana berangsur kondusif sekitar pukul 22.00 WIB. Sejumlah personel kepolisian disiagakan bersama kendaraan Barracuda, pemadam kebakaran, serta ambulans untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasca kericuhan.
(inm)
