Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

PASUNDANEKSPRES.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diwarnai dugaan keracunan. Kali ini, terjadi di Kota CIrebon yang menyebabkan puluhan orang harus mendapatkan penanganan medis stelah menyantap makanan yang disediakan.
Ironisnya, orang yang bertugas menyiapkan makanan juga ikut terdampak. Dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 05 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan serupa dengan para penerima manfaat.
Adanya pegawai SPPG Cirebon keracunan MBG tersebut membuat kasus ini turut melibatkan petugas penyedia makanan, bukan hanya penerima manfaat program.
Mengutip Radar Cirebon, sebanyak 64 pasien tercatat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon. Mereka mengalami gejala berupa mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG.
Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr. Katibi M.KM, menjelaskan pasien mulai berdatangan pada Selasa (20/10/2026) pukul 17.50 WIB. Jumlahnya semula 62 orang hingga pukul 09.00 WIB pada Rabu (21/10/2026), kemudian bertambah dua pasien.
"Kebanyakan pasien yang diduga keracunan datang mengeluhkan mual dan muntah. Keluhan itu, ditangani oleh tim medis rumah sakit," kata Katibi.
64 Pasien Termasuk Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG
Dari data awal sebanyak 62 pasien, sebanyak 47 orang telah diperbolehkan pulang untuk melanjutkan pemulihan di rumah.
Sebanyak 11 pasien masih menjalani rawat inap, sementara empat lainnya menjalani observasi, terdiri atas tiga anak dan satu orang dewasa.
Dua pasien tambahan yang datang setelah pukul 09.00 WIB juga masih menjalani observasi. Di antara seluruh pasien tersebut terdapat empat orang tua peserta didik dan dua pegawai SPPG Kalijaga 05.
Adanya kasus petugas SPPG Cirebon keracunan MBG turut menambah daftar pihak yang mengalami gangguan kesehatan dalam peristiwa tersebut.
Petugas yang terlibat dalam penyediaan makanan juga dilaporkan terdampak, meski penyebab pasti keluhan yang dialami para pasien masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Katibi memastikan tidak ada pasien yang berada dalam kondisi kritis ataupun dirawat di ruang ICU. Tim medis menangani keluhan yang muncul, terutama mual dan muntah, sekaligus mencegah pasien mengalami dehidrasi.
DPRD Cek Dapur, Proses Pengolahan Ikut Dievaluasi
Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, bersama anggota Komisi III pun melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG Kalijaga untuk menelusuri proses penyediaan makanan MBG.
Peninjauan tersebut mencakup tahapan pemilihan bahan baku hingga pengolahan makanan sebelum didistribusikan.
Menurut Andrie, evaluasi perlu dilakukan terhadap sejumlah tahapan guna mencegah kejadian serupa terulang. Ia menekankan pentingnya memastikan kualitas bahan makanan serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) selama proses pengolahan.
“Menurut kami, ada beberapa hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Mulai dari pasokan bahan baku yang harus dicermati kembali hingga proses pengolahannya menjadi makanan,” ucap Andrie.
DPRD turut mendalami dugaan bahwa sebagian bahan makanan telah dimasak sebelum dikirim ke dapur SPPG. Telur puyuh menjadi salah satu bahan yang ditelusuri karena disebut telah melalui proses pemasakan di luar lokasi pengolahan.
Namun, dugaan tersebut belum terbukti berkaitan dengan kejadian keracunan MBG di Cirebon. Untuk memastikan penyebabnya, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas bahan makanan, cara penyimpanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
(pm)
