Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

PASUNDAN EKSPRES.ID - Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Cipularang KM 91B arah Jakarta, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026) siang.
Peristiwa kecelakaan Tol Cipularang tersebut melibatkan sebuah truk trailer bernomor polisi B 9773 UEL yang diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman ketika arus kendaraan sedang melambat.
Informasi awal mengenai kejadian ini juga disampaikan Pasundan Ekspres melalui unggahan di media sosialnya.
Dalam laporan tersebut, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.45 WIB.
Arus kendaraan di lokasi disebut sedang mengalami perlambatan akibat adanya pekerjaan perbaikan reklame di sekitar ruas Tol Cipularang KM 91B.
Kondisi tersebut kemudian diikuti tabrakan beruntun setelah truk trailer diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.
Truk trailer yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta tersebut kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya.
Benturan beruntun membuat sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.
Dalam laporan tim Pasundan Ekspres pada kecelakaan Tol Cipularang disebutkan sekitar 14 kendaraan terlibat dalam kecelakaan.
Namun, laporan kepolisian yang kemudian dirilis menyebut jumlah kendaraan yang terlibat mencapai 15 kendaraan, termasuk truk traktor head tersebut.
Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Berdasarkan laporan PJR, kecelakaan bermula ketika arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Jakarta mengalami perlambatan.
“Sementara diduga pengemudi kurang antisipasi,” kata Joko, Rabu (7/10/2026).
Dalam keterangan kepolisian, kendaraan traktor head UD bernomor polisi B 9773 UEL berada di belakang antrean kendaraan.
Ketika arus melambat, kendaraan tersebut diduga kurang mengantisipasi kondisi lalu lintas sehingga menabrak kendaraan di depannya.
Benturan pertama kemudian mendorong kendaraan lain hingga menabrak kendaraan yang berada di depannya.
Rangkaian benturan tersebut membuat kecelakaan melibatkan belasan kendaraan sekaligus.
ANTARA melaporkan kendaraan yang terlibat antara lain satu truk traktor head, dua kendaraan pikap, satu truk ringan, dua Toyota Hiace, Honda Brio, Mitsubishi Colt Diesel Box, Chevrolet, Toyota Innova, Suzuki APV, Mitsubishi pikap, Toyota Calya, Toyota Rush dan Chery. ([ANTARA News Jawa Barat][3])
Satu pengemudi mengalami patah kaki
Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Pasundan Ekspres, pengemudi truk trailer mengalami patah kaki dan telah dievakuasi ke RS Abdul Rojak.
Tidak ada pengguna kendaraan lain yang dilaporkan mengalami luka dalam informasi awal tersebut.
Kondisi kendaraan yang terlibat terlihat cukup beragam.
Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang akibat benturan.
Rekaman yang beredar juga memperlihatkan beberapa kendaraan berhenti di lajur jalan dengan bagian bodi mengalami kerusakan.
Sementara itu, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kronologi secara lebih rinci sekaligus memastikan penyebab kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Enggar Jati Nugroho mengatakan proses pendalaman masih dilakukan.
“Masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan,” kata Enggar.
Keterangan awal terkait gangguan pengereman pada truk juga masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan.
Karena itu, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dinyatakan hanya berdasarkan dugaan awal.
Arus Tol Cipularang sempat terganggu
Kecelakaan di KM 91B tersebut turut berdampak terhadap arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.
Posisi kendaraan yang terlibat membuat lajur arah Jakarta sempat tertutup sehingga petugas harus melakukan penanganan dan evakuasi.
ANTARA melaporkan petugas PJR Polda Jawa Barat bersama Unit Laka Polres Purwakarta langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan terhadap pengemudi dan kendaraan, melakukan evakuasi, serta mengatur arus lalu lintas.
Petugas juga mengerahkan kendaraan derek dan tim penyelamat untuk mempercepat proses evakuasi. Penanganan dilakukan agar kendaraan yang terlibat dapat segera dipindahkan dan kepadatan lalu lintas di ruas tersebut dapat kembali terurai.
Hingga proses penanganan berlangsung, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pihak-pihak yang terlibat.
