Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

SUBANG – Video Viral yang beredar di media sosial terkait dugaan aksi seorang guru merekam rok siswi akhirnya mendapat klarifikasi dari SMAN 1 Pagaden. Pihak sekolah menegaskan, sejumlah informasi yang berkembang di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang mereka ketahui.
Melalui unggahan akun Instagram resmi @nespag.official, SMAN 1 Pagaden menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang telanjur menjadi perhatian publik.
Ada tiga poin utama yang ditegaskan pihak sekolah.
Pertama, korban dalam video tersebut disebut merupakan siswi kelas X SMAN 1 Pagaden yang sedang akan mengambil ijazah SMP asalnya.
Kedua, lokasi kejadian ternyata bukan berada di lingkungan SMAN 1 Pagaden, melainkan di sekolah menengah pertama (SMP) tempat korban sebelumnya menempuh pendidikan.
Ketiga, pihak SMAN 1 Pagaden menegaskan bahwa pelaku yang disebut dalam video bukan merupakan guru SMAN 1 Pagaden.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan video viral tersebut dengan seorang guru dari SMAN 1 Pagaden.
“Menanggapi dan meluruskan fakta dari video viral di media sosial terkait ‘Oknum Guru Diduga Rekam Rok Siswi’,” tulis pihak SMAN 1 Pagaden dalam unggahannya.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa korban merupakan bagian dari peserta didik SMAN 1 Pagaden, namun dugaan kejadian sebagaimana dalam video berlangsung di SMP asal korban, bukan di SMAN 1 Pagaden.
Klarifikasi ini menjadi penting karena informasi yang beredar di media sosial sebelumnya berpotensi membuat publik mengira bahwa dugaan tindakan tersebut terjadi di lingkungan SMAN 1 Pagaden dan dilakukan oleh salah satu gurunya.
Di akhir pernyataannya, SMAN 1 Pagaden menyampaikan terima kasih atas perhatian masyarakat sekaligus berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di mana pun.
“Semoga kejadian ini tidak terulang terjadi, di manapun dan meningkatkan kewaspadaan kita semua,” demikian pesan yang disampaikan pihak sekolah.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan identitas pelaku maupun lokasi kejadian hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Kasus dugaan tindakan tidak senonoh terhadap siswi ini tetap menjadi perhatian serius, terlebih menyangkut lingkungan pendidikan dan perlindungan terhadap peserta didik.
Dilansir dari klarifikasi resmi Instagram SMAN 1 Pagaden (@nespag.official).
