Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Wakil Ketua TP PKK Subang Hadiri Seminar Pendidikan Islam, Bahas Keluarga Harmonis di Era Digital

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|10:39 WIB
Bagikan:
Wakil Ketua TP PKK Subang Hadiri Seminar Pendidikan Islam, Bahas Keluarga Harmonis di Era Digital
Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi, S.Kep., Ners., M.Kep.

BANDUNG – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi, S.Kep., Ners., M.Kep., menghadiri Seminar Pendidikan Islam bertema “Literasi Keagamaan dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Harmonis” di Grand Mercure, Kota Bandung, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang merupakan kolaborasi TP PKK Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut bertujuan memperkuat literasi keagamaan dan peran keluarga dalam membangun kehidupan yang harmonis, khususnya di tengah tantangan era digital.

Ketua Bidang II TP PKK Provinsi Jawa Barat, Dra. Ike Garnika, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tersebut digelar untuk menjawab berbagai tantangan dalam membangun keluarga harmonis di era digital.

Menurutnya, keluarga merupakan tempat untuk kembali dan mendapatkan ketenangan. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, membangun keharmonisan keluarga bukanlah perkara mudah.

Sementara itu, sambutan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat yang disampaikan Ketua Bidang I, Prof. Dr. apt. Keri Lestari, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Jawa Barat.

Ia menyampaikan bahwa keluarga harmonis bukan berarti keluarga yang terbebas dari masalah maupun pertentangan. Keharmonisan justru terbangun ketika setiap anggota keluarga bersedia saling mendengarkan, menghargai, dan menyelesaikan persoalan dengan baik.

Agama, lanjutnya, menjadi pedoman dalam memperlakukan sesama, termasuk anggota keluarga. Sebab, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beradab.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Hj. Atalia Praratya, S.IP., M.I.Kom., menyebut kegiatan tersebut sebagai NGOPI atau Ngobrol Pendidikan Islam. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan fondasi terbaik bagi anak-anak melalui penguatan peran keluarga.

Ia juga menyoroti pentingnya keluarga dalam mencegah kekerasan, khususnya terhadap perempuan. Pasalnya, pelaku kekerasan tidak jarang berasal dari lingkungan terdekat korban. Karena itu, keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang setiap anggotanya.

Atalia menekankan bahwa keluarga perlu menjadi jalan bagi terwujudnya tiga aspek kesejahteraan, yakni kesejahteraan emosional dan spiritual, kesejahteraan ekonomi, serta kesejahteraan generasi.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Hj. Yeni Heryani, M.Hum., Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati, serta psikolog Sofia Halida Fatma, S.Psi., M.Psi. Keduanya membahas pentingnya literasi keagamaan dalam membangun keluarga yang sejahtera dan harmonis.

Usai mengikuti kegiatan, Hj. Ega Agustine Rosyadi menyampaikan bahwa seminar tersebut memberikan manfaat penting bagi penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga harmonis merupakan salah satu fondasi utama pembangunan bangsa.

“Isinya sangat penting sekali, karena berisi tentang bagaimana membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Keluarga yang kuat dan sehat adalah fondasi negara yang kuat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus TP PKK Provinsi Jawa Barat, pengurus TP PKK kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta penyuluh Kementerian Agama Kota Bandung.

Melalui seminar ini, diharapkan literasi keagamaan semakin menguat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keluarga mampu membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan generasi mendatang.

Berita Terbaru

Indonesia Peringkat Pertama Negara dengan Ketidakpercayaan Publik terhadap Polisi Tertinggi pada 2026

Indonesia Peringkat Pertama Negara dengan Ketidakpercayaan Publik terhadap Polisi Tertinggi pada 2026

Nasional4 menit lalu
Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Purwakarta1 jam lalu
Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional2 jam lalu
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga3 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline3 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline3 jam lalu