Mata Air Binong Bantu Warga Kekeringan, BPBD Karawang Lakukan Penanganan Darurat

KARAWANG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang memastikan kondisi Mata Air Binong yang berada di Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, masih dalam kondisi baik dan tidak mengalami kekeringan. Sumber mata air tersebut hingga kini tetap mengalir dan dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Karawang, Ferry Muharram menyampaikan, berdasarkan informasi dari Satgas Penanggulangan Bencana (PB) dan masyarakat setempat, kualitas air di Mata Air Binong sangat baik.
“Untuk Mata Air Binong, berdasarkan informasi dari Satgas PB dan masyarakat setempat, kualitas airnya sangat baik dan bisa langsung diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, sumber Mata Air Binong tidak pernah mengalami kekeringan dan terus dimanfaatkan oleh masyarakat, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Keberadaan sumber air tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat di wilayah sekitar.
“Sumber airnya tidak pernah kering dan selalu dimanfaatkan masyarakat sekitar, baik di musim hujan maupun musim kemarau,” katanya.
Ferry menambahkan, di Desa Wargasetra terdapat tampungan sumber air yang berasal dari Gunung Cipaga. Sumber air tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data kebencanaan BPBD Karawang, Desa Wargasetra juga tidak tercatat mengalami bencana kekeringan dalam periode tiga tahun terakhir. Bahkan, desa tersebut menjadi salah satu wilayah yang memiliki sumber air dan dapat membantu menyuplai kebutuhan air bersih bagi desa-desa di sekitarnya.
“Desa Wargasetra tidak termasuk wilayah yang mengalami bencana kekeringan. Bahkan, sumber air di wilayah tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di desa sekitar,” jelas Ferry.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Karawang terus melakukan penanganan darurat kekeringan di sejumlah wilayah yang terdampak. Hingga Senin (10/8/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 704.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 258.000 liter merupakan distribusi yang dilakukan langsung oleh BPBD Kabupaten Karawang. Sementara 446.000 liter lainnya merupakan hasil kolaborasi BPBD bersama sejumlah pihak, di antaranya PDAM, BBWS, PMI, Rumah Harapan, Baznas Karawang, Kawasan KIM, Kawasan Artha Graha, Kawasan Pupuk Kujang, KIIC, Relawan Gesit, Relawan Sahabat Kemanusiaan, Relawan Karawang Peduli, Yayasan Mentari Ilmu, Yayasan Lazna Al Risad, dan Baitul Ilmi Care.
“Secara keseluruhan, distribusi air bersih sudah mencapai 704.000 liter. Ini merupakan bentuk kolaborasi bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama kondisi kemarau,” ungkapnya.
Berdasarkan data BPBD Karawang, penanganan darurat kekeringan tersebut mencakup lima kecamatan dan 14 desa, dengan jumlah terdampak sebanyak 5.325 kepala keluarga atau 16.129 jiwa. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, dan Telukjambe Timur.
Adapun desa yang terdampak meliputi Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari dan Medalsari di Kecamatan Pangkalan; Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng di Kecamatan Tegalwaru; Desa Mulyasejati, Kutanegara dan Parungmulya di Kecamatan Ciampel; Desa Wanakerta di Kecamatan Telukjambe Barat; serta Desa Sukaluyu, Puserjaya dan Sirnabaya di Kecamatan Telukjambe Timur.
Ferry menegaskan, BPBD Kabupaten Karawang akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang terdampak kekeringan sekaligus memastikan pendistribusian air bersih berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketersediaan sumber air dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau,” pungkasnya.(sis/kbe/ery)
