Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Buka Wawasan Petani, Mahasiswa KKNT IPB Kenalkan Bumbung Parasitoid dan Pias Trichogramma untuk Kendalikan Penggerek Batang Padi

Z
Zaenal AbidinEditor: Asep
|10:04 WIB
Bagikan:
Buka Wawasan Petani, Mahasiswa KKNT IPB Kenalkan Bumbung Parasitoid dan Pias Trichogramma untuk Kendalikan Penggerek Batang Padi
BUMBUNG: Mahasiswa KKNT IPB Kenalkan Bumbung Parasitoid dan Pias Trichogramma untuk Kendalikan Penggerek Batang Padi di Karawang.

KARAWANG - Mahasiswa KKNT IPB Kenalkan Bumbung Parasitoid dan Pias Trichogramma pengendalian hayati untuk membantu petani menghadapi serangan Penggerek Batang Padi (PBP) di Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan musuh alami.

Sosialisasi yang berlangsung pada 2 Agustus 2026 di halaman rumah Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kertajaya tersebut memperkenalkan dua teknologi pengendalian hayati, yakni bumbung parasitoid dan pias Trichogramma.

Kedua metode tersebut dinilai mampu menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimia.

Kegiatan menghadirkan mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman IPB University, Aulia Maharani Pramudya, sebagai narasumber.

Sementara pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Akmal Ghossan Bimantara selaku Koordinator Desa KKNT IPB University Desa Kertajaya.

Para petani mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi diskusi, sosialisasi, hingga demonstrasi langsung.

Sebelum penyampaian materi, kegiatan diawali dengan diskusi terbuka untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi petani dalam budidaya padi, khususnya terkait serangan Penggerek Batang Padi.

Dalam kesempatan tersebut, petani berbagi pengalaman mengenai cara pengendalian hama yang selama ini diterapkan di lapangan.

Salah satu pertanyaan yang mencuat berasal dari Ketua Gapoktan yang menanyakan cara mencegah telur Penggerek Batang Padi agar tidak menetas dan merusak tanaman.

Pertanyaan tersebut kemudian menjadi pembuka pembahasan mengenai pentingnya pengendalian hama sejak fase awal perkembangan.

Menanggapi hal itu, Aulia menjelaskan pengendalian hama sebaiknya dilakukan melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), salah satunya dengan memanfaatkan musuh alami yang hidup di lingkungan pertanian.

Menurutnya, keberadaan musuh alami memiliki peran penting dalam menekan populasi hama secara alami sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sawah.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Gapoktan juga mengungkapkan sebagian besar petani di Desa Kertajaya masih mengandalkan pestisida kimia.

 Bahkan, beberapa jenis pestisida kerap dicampurkan agar dinilai lebih hemat waktu dan biaya. Pernyataan tersebut menjadi bahan diskusi mengenai pentingnya penggunaan pestisida secara bijak serta perlunya mengenal alternatif pengendalian yang lebih berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan bumbung parasitoid, yakni sarana yang berfungsi mendukung keberadaan dan pelestarian musuh alami di area persawahan.

Selain mendapatkan penjelasan teori, para petani juga mengikuti demonstrasi pembuatan bumbung parasitoid sehingga dapat memahami bentuk, fungsi, dan cara penggunaannya secara langsung.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kepada petani bahwa pengendalian hama tidak hanya dilakukan dengan pestisida. Musuh alami juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan hama sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan," ujar Aulia.

Selain itu, mahasiswa KKNT IPB University juga memperkenalkan pias Trichogramma sebagai parasitoid telur yang mampu memarasit telur serangga hama sehingga perkembangan hama dapat ditekan sebelum memasuki fase larva yang berpotensi merusak tanaman.

Demonstrasi pemasangan pias Trichogramma pada ajir pertanaman turut dilakukan agar petani memahami cara penerapannya di lapangan.

Koordinator Desa KKNT IPB University Desa Kertajaya, Akmal Ghossan Bimantara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan inovasi dan pengetahuan baru bagi masyarakat. 

Menurutnya, pengenalan bumbung parasitoid dan pias Trichogramma diharapkan dapat menjadi tambahan pilihan bagi petani dalam mengendalikan Penggerek Batang Padi secara lebih ramah lingkungan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari para petani mengenai pengendalian PBP, peran musuh alami, pembuatan bumbung parasitoid, hingga teknik pemasangan pias Trichogramma.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT IPB University berharap wawasan petani mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) semakin meningkat sehingga praktik pertanian yang berkelanjutan dapat terus dikembangkan di Desa Kertajaya.

 "Mudah-mudahan pengenalan bumbung parasitoid dan pias Trichogramma ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan alternatif pengendalian Penggerek Batang Padi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong pelestarian musuh alami di agroekosistem Desa Kertajaya," pungkasnya.(znl/sep) 

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini1 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat3 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta3 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta3 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang4 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline4 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline5 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline5 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle6 jam lalu