Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

10 Fakta Unik Kalijati Subang yang Wajib Diketahui

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|19:00 WIB
Bagikan:
10 Fakta Unik Kalijati Subang yang Wajib Diketahui
Alun-Alun Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

PASUNDANEKSPRES.ID - Fakta unik Kalijati Subang menarik untuk diketahui karena kawasan yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat, ini tidak hanya dikenal sebagai wilayah permukiman dan pertanian. Kalijati ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah Indonesia.

Dikutip dari Wikipedia, peristiwa paling terkenal yang berkaitan dengan Kalijati adalah Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942, ketika Belanda menyerahkan kekuasaan di Hindia Belanda kepada Jepang. Peristiwa tersebut berlangsung di sebuah rumah yang kini dikenal sebagai Museum Rumah Sejarah Kalijati.

Namun, sejarah Kalijati tidak berhenti pada peristiwa tersebut. Ada sejumlah fakta unik Kalijati Subang yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.

Berikut ini adalah 10 fakta unik Kalijati Subang yang wajib diketahui.

Fakta Unik Kalijati Subang

1. Kalijati Menjadi Saksi Berakhirnya Kekuasaan Belanda

Salah satu fakta unik Kalijati Subang yang paling terkenal adalah perannya dalam peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang.

Pada 8 Maret 1942, berlangsung perundingan antara pihak Belanda dan Jepang di Kalijati. Peristiwa tersebut menjadi titik penting karena menandai berakhirnya pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pendudukan Jepang di Indonesia.

Karena nilai sejarahnya yang sangat penting, Kalijati sering dikaitkan dengan salah satu momentum perubahan besar dalam sejarah Indonesia.

2. Ada Rumah yang Menjadi Saksi Sejarah Dunia

Di kawasan Kalijati terdapat Museum Rumah Sejarah Kalijati, yang berada di area Lanud Suryadarma.

Rumah tersebut bukan bangunan yang baru dibuat untuk keperluan museum. Berdasarkan catatan yang tersedia, bangunan ini didirikan pada 1917 dan awalnya merupakan rumah dinas bagi perwira staf sekolah penerbang Hindia Belanda di Pangkalan Udara Kalijati.

Rumah inilah yang kemudian menjadi lokasi penting dalam peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang.

Kini, bangunan tersebut menjadi museum yang menyimpan berbagai benda dan kenangan dari masa tersebut.

3. Museum Rumah Sejarah Kalijati Awalnya Bukan Museum

Fakta unik Kalijati Subang berikutnya adalah fungsi awal bangunan Museum Rumah Sejarah.

Sebelum menjadi museum, bangunan tersebut merupakan rumah dinas biasa. Bangunan yang didirikan pada 1917 itu kemudian dipertahankan karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar.

Museum Rumah Sejarah secara resmi diresmikan pada 21 Juli 1986 atas inisiatif Komandan Lanud Kalijati saat itu. Tujuannya adalah menjaga ingatan terhadap peristiwa bersejarah yang pernah berlangsung di tempat tersebut.

Dengan demikian, sebuah rumah yang dulunya menjadi bagian dari fasilitas penerbangan kolonial kemudian berubah menjadi tempat untuk mengenang sejarah bangsa.

4. Kalijati Punya Sejarah Panjang di Dunia Penerbangan

Tidak hanya memiliki sejarah Perjanjian Kalijati, kawasan ini juga mempunyai hubungan erat dengan perkembangan penerbangan di Indonesia.

Pangkalan Udara Kalijati dibangun pada 30 Mei 1914 pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Beberapa tahun kemudian, pada 1921, kawasan tersebut digunakan Belanda sebagai tempat pendidikan penerbang pesawat.

Setelah Indonesia memperoleh kedaulatan pada 1949, Pangkalan Udara Kalijati kemudian diambil alih oleh pihak Indonesia dan digunakan untuk mendukung pendidikan tenaga penerbang serta teknisi.

Perjalanan panjang tersebut membuat Kalijati mempunyai posisi penting dalam sejarah perkembangan penerbangan di Indonesia.

5. Nama Pangkalan Udara Kalijati Berubah Menjadi Lanud Suryadarma

Nama Kalijati juga memiliki hubungan erat dengan sejarah TNI Angkatan Udara.

Setelah melewati berbagai perkembangan, pada 7 September 2001, Pangkalan Udara Kalijati secara resmi berganti nama menjadi Lanud Suryadarma. Nama tersebut digunakan untuk mengenang salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI Angkatan Udara.

Sampai sekarang, kawasan Lanud Suryadarma masih menjadi salah satu tempat yang berkaitan dengan sejarah kedirgantaraan di Indonesia.

6. Kalijati Tidak Hanya Menyimpan Sejarah Perang

Banyak orang mungkin mengenal Kalijati hanya karena Perjanjian Kalijati. Padahal, kawasan ini juga menyimpan cerita mengenai perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang jauh lebih tua.

Pemerintah Kabupaten Subang mencatat adanya temuan kapak batu di sejumlah wilayah, termasuk Kalijati, yang menunjukkan adanya kehidupan masyarakat pada masa prasejarah.

Selain itu, di Patenggeng, Kalijati, ditemukan pecahan keramik asal Cina. Temuan tersebut menjadi salah satu bukti adanya hubungan perdagangan dengan wilayah yang lebih jauh pada masa lalu.

Artinya, sejarah Kalijati tidak hanya dimulai pada masa kolonial. Jejak kehidupan manusia di wilayah ini sudah ada jauh sebelumnya.

7. Museum Rumah Sejarah Menyimpan Benda-Benda Peninggalan Masa Lalu

Berjalan ke Museum Rumah Sejarah Kalijati, pengunjung dapat melihat berbagai benda yang berkaitan dengan kehidupan pada masa kolonial dan peristiwa penyerahan kekuasaan.

Informasi Pemerintah Kabupaten Subang menyebutkan bahwa museum tersebut memiliki sejumlah ruangan dan koleksi, termasuk meja serta kursi yang berkaitan dengan tempat berlangsungnya perundingan, benda pecah-belah, pedang, dan prasasti mini yang berkaitan dengan peristiwa penyerahan Belanda kepada Jepang.

Benda-benda tersebut membuat pengunjung tidak hanya membaca sejarah melalui tulisan, tetapi juga dapat melihat peninggalan fisiknya secara langsung.

8. Kalijati Menjadi Tempat Belajar Sejarah dan Kedirgantaraan

Fakta unik Kalijati Subang lainnya adalah kawasan ini dapat menjadi lokasi pembelajaran bagi masyarakat.

Di kawasan Lanud Suryadarma terdapat objek yang berkaitan dengan sejarah dan kedirgantaraan, termasuk Museum Rumah Sejarah dan Museum Amerta Dirgantara Mandala. Pemerintah Kabupaten Subang menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu tujuan study tour bagi pelajar dan masyarakat.

Hal ini membuat Kalijati bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga memiliki fungsi edukasi.

9. Letaknya di Subang Membuat Kalijati Punya Posisi Strategis

Kalijati berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Letaknya memiliki hubungan dengan jalur wilayah utara Jawa Barat yang sejak masa lalu mempunyai nilai strategis.

Posisi tersebut ikut mendukung perkembangan kawasan Kalijati sebagai lokasi pangkalan udara pada masa kolonial. Dari sinilah kemudian sejarah penerbangan dan berbagai peristiwa penting berkembang di kawasan tersebut.

10. Rumah Sejarah Kalijati Masih Bisa Menjadi Tempat Napak Tilas

Salah satu hal menarik dari Kalijati adalah keberadaan bangunan bersejarah yang masih dapat dikunjungi.

Museum Rumah Sejarah Kalijati saat ini berada di Kompleks Lanud Suryadarma, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Keberadaan museum tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal secara langsung lokasi yang berkaitan dengan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Bagi masyarakat yang tertarik dengan sejarah Indonesia, tempat ini dapat menjadi pilihan untuk melakukan napak tilas sekaligus memahami bagaimana perubahan kekuasaan terjadi pada masa Perang Dunia II.

Kalijati memiliki sejarah panjang mulai dari jejak kehidupan masa prasejarah, perkembangan kawasan penerbangan pada masa kolonial Belanda, Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942, hingga perkembangan Lanud Suryadarma sebagai bagian dari sejarah kedirgantaraan Indonesia.

Berita Terbaru

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga1 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini1 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat2 jam lalu
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline5 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline6 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional7 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline15 jam lalu
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional17 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional17 jam lalu