Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

PASUNDANEKSPRES.ID - Antusiasme terhadap film yang mengangkat kisah sejarah kelam Indonesia akhirnya terlihat dari angka penjualan tiket. Jumlah penonton film Laut Bercerita langsung menembus lebih dari 184 ribu orang pada hari pertama penayangannya.
Capaian ini menjadi pembuka yang kuat bagi film yang sejak awal dinantikan pembaca novelnya sekaligus penonton yang ingin menyaksikan kisah perjuangan aktivis di layar lebar.
Jumlah Penonton Film Laut Bercerita Hari Pertama
Mengutip data yang dibagikan akun X @cinepoint_, film Laut Bercerita mencatat 184.327 penonton pada hari pertama atau opening day. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 97 ribu penonton berasal dari penjualan tiket melalui sistem advance ticket sales (ATS).
Angka tersebut menempatkan film ini sebagai peraih jumlah penonton terbanyak di antara film-film lain yang tayang pada hari yang sama. Sejumlah promo dari jaringan bioskop turut membantu mendorong pembelian tiket.
Namun, tingginya angka penonton juga tidak bisa dilepaskan dari besarnya ekspektasi terhadap adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang telah memiliki banyak pembaca.
Film Laut Bercerita Tentang Apa?
Laut Bercerita bukan sekadar film drama yang menawarkan kisah emosional. Ceritanya membawa penonton kembali ke masa akhir Orde Baru pada 1990-an, ketika aktivis mahasiswa pro-demokrasi menghadapi tekanan, penculikan, hingga penghilangan paksa akibat menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
Tokoh utama dalam film ini adalah Biru Laut, diperankan Reza Rahadian. Ia merupakan mahasiswa sastra di Yogyakarta yang bergabung dalam kelompok studi kritis bernama Winatra.
Bersama rekan-rekannya, termasuk Kinanti dan Anjani yang diperankan Eva Celia, Laut terlibat dalam gerakan mahasiswa yang memperjuangkan kebebasan berpendapat.
Aktivitas kelompok tersebut membuat mereka berhadapan dengan situasi politik yang represif. Ketika berencana mendeklarasikan Partai Winatra, mereka justru dituduh menjadi kambing hitam kerusuhan dan masuk dalam daftar buruan aparat.
Laut bersama sejumlah rekannya kemudian mengalami penculikan dan penghilangan paksa tanpa kepastian kabar. Kisahnya tidak berhenti pada nasib para aktivis yang hilang. Film ini juga memperlihatkan penderitaan keluarga yang harus hidup dalam penantian panjang.
Asmara Jati (Yunita Siregar), adik Laut, bersama kedua orang tua dan Anjani terus berusaha mencari keberadaan mereka serta menuntut kejelasan.
Kekuatan cerita inilah yang membuat penonton film Laut Bercerita memiliki alasan lebih dari sekadar ingin melihat adaptasi novel populer. Film tersebut membawa kembali ingatan tentang keluarga yang kehilangan orang terdekat tanpa mendapatkan jawaban, sekaligus perjuangan mereka untuk memperoleh keadilan.
Mengapa Film Ini Begitu Dinantikan?
Sejak kabar adaptasinya muncul, Laut Bercerita telah membawa ekspektasi besar dari pembaca novel.
Pengangkatan tema penculikan aktivis dan penghilangan paksa juga membuat film ini terasa dekat dengan diskusi publik mengenai demokrasi, kebebasan berpendapat, serta perlindungan hak asasi manusia.
Sebagian penonton juga mengaku ingin segera menyaksikannya di bioskop karena khawatir kesempatan menonton film bertema sensitif seperti ini tidak berlangsung lama. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan yang disampaikan sebagian warganet, meski belum ada kepastian bahwa film akan segera diturunkan dari layar bioskop.
Capaian 184.327 penonton pada hari pertama menunjukkan bahwa kisah sejarah yang berat tetap memiliki tempat di tengah penonton Indonesia.
(pm)
