Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

India Sukses Pendaratan di Bulan dengan Chandrayaan 3, Lebih Murah dari Film Hollywood!

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|22:23 WIB
Bagikan:
India Sukses Pendaratan di Bulan dengan Chandrayaan 3, Lebih Murah dari Film Hollywood!
India Sukses Pendaratan di Bulan dengan Chandrayaan 3, Lebih Murah dari Film Hollywood!

PASUNDAN EKSPRES- Siapa sangka, ongkos buat pergi ke bulan ternyata bisa lebih murah daripada biaya produksi film sci-fi seperti Interstellar dan Gravity!

India jadi bukti nyata, guys, dengan suksesnya misi pendaratan Chandrayaan 3 ke bulan.

Tahun lalu, mereka berhasil mengantarkan wahana penjelajah bulan Vikram sampai ke permukaan bulan.

Gimana caranya India bisa melakukannya dengan budget terbatas?

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari ambisi mereka, khususnya buat kita di Indonesia yang pengin bangun industri strategis sendiri. Yuk, kita kupas tuntas!

1. Sejarah Space Race Dimulai

Flashback ke tahun 1960-an, dunia lagi panas-panasnya sama yang namanya space race.

Amerika dan Uni Soviet jadi rival utama yang berlomba-lomba buat menjelajah luar angkasa.

Nama-nama kayak Yuri Gagarin yang jadi manusia pertama di luar angkasa dan Neil Armstrong yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan pasti udah nggak asing lagi, kan?

Nah, di balik hingar-bingar itu, India juga nggak mau ketinggalan meskipun mereka masih minim banget sumber daya, teknologi, dan tenaga ahli.

Awalnya, ambisi mereka terlihat kayak mimpi di siang bolong. Tapi, ternyata India nggak cuma sekadar mimpi.

Pada tahun 1969, mereka mendirikan Indian Space Research Organisation (ISRO) dengan misi besar untuk mengembangkan teknologi luar angkasa buat pembangunan nasional.

Pendiriannya didukung oleh PM pertama India, Jawaharlal Nehru, dan ilmuwan hebat, Dr. Vikram Sarabhai, yang kini dijuluki sebagai “Bapak Program Luar Angkasa India”.

2. Langkah Demi Langkah Menuju Angkasa

Lama berkutat dengan segala keterbatasan, akhirnya India berhasil meluncurkan satelit pertamanya, Aryabhata, di tahun 1975.

Meskipun roketnya masih pinjem Uni Soviet, itu jadi tonggak penting perjalanan India di dunia antariksa.

Lima tahun kemudian, mereka udah bisa bikin roket sendiri buat meluncurkan satelit Rohini ke orbit rendah. Keren, kan?

India terus mengembangkan satelit buat komunikasi dan pengamatan cuaca, semuanya dengan budget yang nggak seberapa.

Tapi, mereka buktikan bahwa semangat lebih penting daripada segalanya.

Misinya makin besar dengan peluncuran Chandrayaan 1 di tahun 2008.

Meski sederhana, wahana itu sukses mendeteksi air es di permukaan bulan—penemuan yang berharga banget buat masa depan eksplorasi luar angkasa.

3. Dari Kegagalan ke Sukses Besar Chandrayaan 3

India nggak selalu mulus. Pada 2019, Chandrayaan 2 gagal saat mendarat di bulan karena masalah teknis. Tapi, itu nggak bikin mereka patah semangat.

Dengan tekad baja, mereka bangkit lagi lewat Chandrayaan 3. Dan boom! India berhasil mendaratkan wahana penjelajahnya di kutub selatan bulan pada tahun 2023.

Ini jadi pencapaian besar bagi ISRO dan membuktikan bahwa sukses bisa datang meski anggarannya terbatas.

4. Kritik dan Tantangan

Meski sukses di luar angkasa, India nggak lepas dari kritikan.

Banyak pihak menilai bahwa proyek antariksa ini lebih baik dialihkan buat menangani kemiskinan di negaranya yang punya lebih dari 1,4 miliar penduduk.

Namun, pemerintah India yakin bahwa investasi ini bakal mendatangkan manfaat besar buat teknologi dan ekonomi di masa depan.

5. Apa yang Bisa Indonesia Pelajari?

Melihat pencapaian India yang luar biasa, Indonesia bisa banget belajar dari strategi mereka.

Dengan anggaran yang minim dan keterbatasan teknologi, India membuktikan bahwa inovasi, ketekunan, dan kecerdasan adalah kunci.

Mungkin udah waktunya kita mulai menatap bintang-bintang, memanfaatkan teknologi strategis, dan nggak selalu bergantung pada pihak luar.

So, gimana nih? Tertarik buat eksplorasi luar angkasa kayak India?

Berita Terbaru

Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

Nasional3 menit lalu
Pendaftaran Calon Ketua Golkar Purwakarta Dibuka

Pendaftaran Calon Ketua Golkar Purwakarta Dibuka

Headline7 menit lalu
Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan Layangkan Kritik, Singgung Soal MBG hingga Penanganan Bencana

Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan Layangkan Kritik, Singgung Soal MBG hingga Penanganan Bencana

Nasional17 menit lalu
Puluhan Tahun Menumpang, Impian Warga Desa Sadangmekar di Bandung Barat Miliki Listrik Sendiri Akhirnya Terwujud

Puluhan Tahun Menumpang, Impian Warga Desa Sadangmekar di Bandung Barat Miliki Listrik Sendiri Akhirnya Terwujud

Bandung Barat22 menit lalu
ADVERTISEMENT
HLN ke-81, PLN Group Jawa Barat Wujudkan Mimpi 2.710 Keluarga Prasejahtera Miliki Listrik Sendiri

HLN ke-81, PLN Group Jawa Barat Wujudkan Mimpi 2.710 Keluarga Prasejahtera Miliki Listrik Sendiri

Nasional24 menit lalu
Warga Keluhkan Kejahatan di Wilayah Perkotaan, Kapolres Subang Siapkan Langkah Pencegahan

Warga Keluhkan Kejahatan di Wilayah Perkotaan, Kapolres Subang Siapkan Langkah Pencegahan

Headline27 menit lalu
Update Ranking AFC Terbaru: Persib Menang 2-0 atas Melbourne Victory, Liga Indonesia Masih di Posisi 16 Asia

Update Ranking AFC Terbaru: Persib Menang 2-0 atas Melbourne Victory, Liga Indonesia Masih di Posisi 16 Asia

Olahraga30 menit lalu
Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI Tuai Kritik, Publik: Nirempati!

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI Tuai Kritik, Publik: Nirempati!

Nasional33 menit lalu
IHSG Hari Ini Melemah 1% ke Level 5.021, Sebanyak 499 Saham Tertekan

IHSG Hari Ini Melemah 1% ke Level 5.021, Sebanyak 499 Saham Tertekan

Nasional40 menit lalu
Pemerintah Targetkan Motor Listrik Merambah Seluruh Indonesia pada 2035, Ojol dan Kurir Jadi Prioritas Mulai 2027

Pemerintah Targetkan Motor Listrik Merambah Seluruh Indonesia pada 2035, Ojol dan Kurir Jadi Prioritas Mulai 2027

Headline40 menit lalu