Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Langkah Cepat Menghadapi Penipuan Modus Salah Transfer

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|22:36 WIB
Bagikan:
Langkah Cepat Menghadapi Penipuan Modus Salah Transfer
Langkah Cepat Menghadapi Penipuan Modus Salah Transfer/foto via screenshot Freepik (jcomp)

PASUNDAN EKSPRES -  Baru-baru ini, muncul modus penipuan yang membuat resah masyarakat, hingga mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa modus ini biasanya melibatkan pelaku yang berpura-pura salah transfer dana.

BACA JUGA:Apple Siapkan iPhone Lipat dengan Teknologi Canggih, Begini Bocorannya
 

Modus operandi ini terjadi ketika korban tiba-tiba menerima transfer dana ke rekeningnya tanpa alasan yang jelas.

Kemudian, korban akan dihubungi oleh pelaku yang mengklaim telah terjadi kesalahan transfer dan meminta korban untuk mentransfer kembali dana tersebut atau menganggapnya sebagai utang yang harus dibayar.

Parahnya lagi, ada pelaku yang meminta korban untuk membayar bunga dalam jumlah besar.

"Jika hal ini terjadi, tips yang bisa kami berikan adalah segera laporkan kejadian tersebut. Jangan gunakan dana yang masuk secara tiba-tiba ke rekening. Kumpulkan bukti-bukti terkait kesalahan transfer, seperti screenshot dari ponsel dan pesan WA. Mintalah surat tanda terima dari kepolisian, kemudian laporkan kepada pihak bank dan ajukan penahanan dana, bukan pemblokiran rekening," ujar Kiki saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada Desember 2023 lalu, dikutip dari CNBC Indonesia pada Kamis (23/5/2024).

Selain itu, jika dihubungi atau didatangi oleh debt collector, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik, serta menyampaikan bahwa mereka tidak pernah mengajukan dana tersebut.

Kiki juga menambahkan bahwa modus penipuan ini terus berkembang karena adanya kebutuhan masyarakat akan pendanaan.

Maraknya pinjaman online ilegal juga menjadi perhatian, sebab literasi keuangan digital di kalangan masyarakat masih rendah.

Terkait penawaran investasi ilegal, Kiki menjelaskan beberapa faktor penyebabnya. Di antaranya adalah "casino mentality", di mana masyarakat ingin mendapatkan keuntungan cepat tanpa memikirkan risikonya, serta tekanan sosial atau "peer pressure" dan ketakutan akan ketinggalan kesempatan atau "fear of missing out" (FOMO).

BACA JUGA:Harga Samsung Galaxy A55 dan A35 Turun Drastis di Indonesia

"Kami melihat adanya 'casino mentality' di masyarakat, di mana mereka ingin cepat untung tanpa memperhatikan risikonya. Ada juga tekanan dari lingkungan sosial, seperti peer pressure, dan keinginan untuk tidak ketinggalan peluang investasi yang seringkali berujung pada penipuan," tutupnya.

(hil/hil)

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang7 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline11 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline11 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline11 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle13 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle15 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle16 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle17 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional17 jam lalu