Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perjalanan Panjang Latar Belakang Penentuan Penanggalan Masehi dan Hijriah yang Jarang Dibahas

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|16:30 WIB
Bagikan:
Perjalanan Panjang Latar Belakang Penentuan Penanggalan Masehi dan Hijriah yang Jarang Dibahas
Perjalanan Panjang Latar Belakang Penentuan Penanggalan Masehi dan Hijriah yang Jarang Dibahas (SS via Calendar Gadget)

PASUNDAN EKSPRES - Sejak dahulu manusia selalu berusaha menyusun waktu agar kehidupan dapat berjalan teratur.

Mulai dari menentukan masa tanam sampai mengatur kegiatan keagamaan semuanya membutuhkan sistem penanggalan yang jelas.

Inilah alasan mengapa memahami Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah menjadi menarik.

Dua sistem ini berasal dari lingkungan budaya yang berbeda namun keduanya menjadi acuan penting dalam kehidupan masyarakat masa kini.

Kalender Masehi dipakai hampir di seluruh dunia sebagai standar internasional sedangkan kalender Hijriah digunakan dalam ibadah umat Islam serta tradisi lintas negara.

Karena keduanya sama sama tumbuh dari kebutuhan sosial dan religius maka menelusuri Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah bisa membantu pembaca memahami bagaimana manusia memaknai waktu sejak ratusan hingga ribuan tahun yang lalu.

Pembahasan tentang Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah juga membawa kita pada sejarah panjang peradaban manusia mulai dari Romawi Kuno hingga masa awal umat Islam.

Melihat kisah ini memberi gambaran bahwa penentuan kalender tidak pernah berdiri sendiri melainkan terkait politik ibadah budaya dan kebutuhan administratif dalam pemerintahan.

Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah

Pembahasan mengenai kalender Masehi biasanya merujuk pada sejarah Romawi.

Sebelum dikenal seperti sekarang Romawi pernah memakai berbagai bentuk kalender yang bergantung pada perubahan musim serta pengamatan terhadap pergerakan matahari.

Catatan sejarah dari lembaga seperti Encyclopaedia Britannica menjelaskan bahwa kalender Julius Caesar yang disusun oleh pakar astronomi Sosigenes dari Alexandria menjadi awal lahirnya kalender Julian. Inilah cikal bakal kalender Masehi modern.

Pada masa itu penentuan bulan dilakukan berdasarkan perhitungan panjang tahun matahari.

Tahun kemudian dibagi menjadi dua belas bulan dengan penambahan satu hari ekstra setiap empat tahun agar perhitungan tidak meleset. Proses pembaruan kalender ini dilakukan karena sebelumnya kalender Romawi terlalu sering melenceng sehingga hari hari penting negara tidak lagi sesuai dengan musim.

Perbaikan ini menunjukkan bahwa Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah memiliki dimensi ilmiah yang kuat terutama dalam pengamatan astronomi.

Kalender Masehi dalam bentuk yang sekarang dimulai ketika Paus Gregorius menetapkan penyesuaian baru yang dikenal sebagai kalender Gregorian. Beberapa tahun astronomi menunjukkan bahwa kalender Julian masih memiliki selisih kecil yang lama lama menyebabkan perayaan keagamaan tidak tepat jatuh pada waktunya.

Reformasi kalender Gregorian inilah yang kemudian diterima secara luas di seluruh dunia terutama setelah terbentuknya standar internasional dalam bidang perdagangan pemerintahan serta sains.

Ketika sistem ini menyebar ke berbagai belahan bumi dunia akhirnya menjadikan kalender Masehi sebagai patokan global.

Fakta ini memperkuat bahwa Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah tidak hanya bicara soal agama tetapi juga tentang pengaruh besar ilmu pengetahuan.

Sejarah Kalender Hijriyah

Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari kalender Hijriah disusun berdasarkan peredaran bulan.

Kalender ini lahir pada masa Umar bin Khattab ketika umat Islam membutuhkan sistem penanggalan baku untuk menentukan tanggal surat perintah zakat perhitungan perjalanan dan peristiwa penting lainnya.

Sumber sejarah yang dijelaskan dalam karya akademis dan referensi keislaman menyebut bahwa penanda awal kalender Hijriah ditetapkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah.

Penetapan itu dipilih karena hijrah dipandang sebagai titik perubahan besar dalam perjalanan umat Islam.

Penentuan bulan dalam kalender Hijriah dilakukan melalui pengamatan hilal sehingga panjang bulan bisa dua puluh sembilan atau tiga puluh hari.

Penjelasan ini memperlihatkan bahwa Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah memiliki dasar yang berlainan namun sama sama lahir dari kebutuhan masyarakat masa itu.

Kalender Hijriah digunakan dalam banyak aspek ibadah mulai dari penentuan awal Ramadan Idulfitri Iduladha hingga pelaksanaan haji.

Karena didasarkan pada bulan maka kalender Hijriah lebih pendek dibanding kalender Masehi sehingga hari besar Islam berpindah dari musim ke musim setiap tahun.

Cara kerja kalender ini dijelaskan pula oleh para ahli falak dan lembaga resmi seperti kementerian agama di berbagai negara yang setiap tahun melakukan rukyat untuk melihat hilal.

Proses rukyat mencerminkan bahwa kalender Hijriah sangat bergantung pada observasi lapangan meskipun beberapa negara kini menggabungkannya dengan metode hisab.

Mengamati hal ini membuat pemahaman terhadap Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah bertambah utuh karena keduanya sama sama berkembang mengikuti kemajuan ilmu waktu dan kebutuhan masyarakat.

Di masa modern banyak negara memakai kalender Masehi untuk administrasi umum namun kalender Hijriah tetap dipertahankan dalam keagamaan dan budaya.

Hal ini menunjukkan fleksibilitas manusia dalam memakai dua sistem yang berbeda namun tetap harmonis.

Dalam konteks sosial saat ini pengetahuan tentang Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah membantu memahami mengapa ada perbedaan antara perayaan keagamaan dan kalender resmi pemerintahan serta bagaimana dua sistem ini dapat berjalan berdampingan hingga sekarang.

Pada akhirnya memahami Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah membawa kita pada kesimpulan bahwa keduanya lahir dari kebutuhan praktis sekaligus spiritual.

Kalender Masehi berkembang dari pengamatan matahari dan kebutuhan administrasi dunia Romawi sedangkan kalender Hijriah tumbuh dari kebutuhan umat Islam untuk menghitung waktu ibadah.

Kedua kalender ini memberikan gambaran bahwa penentuan waktu bukan hanya perkara angka tetapi juga sejarah panjang kehidupan manusia.

Dengan memahami Latar belakang penentuan penanggalan Masehi dan Hijriah kita dapat melihat bahwa sistem penanggalan adalah cermin perkembangan budaya ilmu pengetahuan dan keyakinan dari masyarakat zaman dahulu hingga sekarang.

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang4 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini4 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat6 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline7 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional8 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline9 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga9 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline9 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline10 jam lalu