Incar Kerja di Pabrik BYD Subang? Ini Jurusan SMK untuk Kerja di Pabrik BYD Subang

PASUNDANEKSPRES.ID – Kehadiran pabrik kendaraan listrik BYD di kawasan industri Subang Smartpolitan membuka peluang baru bagi lulusan SMA/SMK di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan mendorong agar tenaga kerja lokal, khususnya lulusan SMK, dapat ikut mengisi kebutuhan industri tersebut.
Namun, ada satu hal menarik. BYD ternyata tidak menetapkan secara khusus hanya satu atau dua jurusan SMK yang bisa melamar pekerjaan di perusahaan otomotif asal China tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Edy Purwanto, mengatakan kebutuhan tenaga kerja BYD lebih menitikberatkan pada kemampuan dan karakter calon pekerja.
“Tidak pernah dikhususkan. Mereka hanya bicara tentang teknologi, karakter, sama bahasa. Hanya tiga yang diminta,” ujar Edy, Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, ada sejumlah kompetensi SMK yang dinilai sangat berkaitan dengan operasional industri kendaraan listrik.
Ini Jurusan SMK untuk Kerja di Pabrik BYD Subang
Disdik Jabar terus mempersiapkan lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik.
Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain teknik elektronika, kelistrikan, pemesinan hingga otomotif.
Hal tersebut karena industri kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memahami mesin kendaraan, tetapi juga berbagai teknologi elektronik dan sistem kelistrikan.
“Kalau industrinya pada otomotif berarti banyak hal kelistrikan, elektronika, pemesinan dan sebagainya, bukan hanya satu titik saja,” kata Edy.
Artinya, siswa SMK dari berbagai jurusan tetap memiliki peluang. Kuncinya adalah kemampuan yang dimiliki harus sesuai dengan kebutuhan posisi pekerjaan yang tersedia.
Lulusan SMK Harus Daftar Lewat Nyari Gawe
Bagi lulusan SMK yang ingin mencoba peruntungan bekerja di pabrik BYD Subang, proses perekrutan tidak dilakukan dengan menunjuk sekolah tertentu.
Disdik Jabar menyiapkan siswa kelas 12 agar nantinya dapat masuk dalam sistem pencarian kerja yang disediakan Pemprov Jabar melalui aplikasi Nyari Gawe.
“Kami mempersiapkan anak-anak yang kelas 12 untuk disiapkan dan nantinya masuk ke dalam aplikasi yang dibuat oleh Disnakertrans yang disebut dengan Nyari Gawe,” ujar Edy.
Dengan mekanisme tersebut, kesempatan untuk mengikuti proses rekrutmen terbuka bagi lulusan yang memenuhi persyaratan, bukan hanya berasal dari sekolah tertentu.
4.500 Lulusan SMA/SMK Sudah Ikut Pelatihan
Sebelumnya, Pemprov Jabar juga telah menyiapkan ribuan lulusan SMA/SMK untuk memasuki dunia kerja di industri otomotif BYD di Subang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut sebanyak 4.500 lulusan SMA/SMK telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat.
“Sebanyak 4.500 lulusan SMA/SMK di Jawa Barat yang sudah mengikuti pelatihan untuk bekerja di perusahaan otomotif BYD di Subang di kawasan Surya Cipta,” kata Dedi, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Jumlah tersebut disebut masih dapat bertambah. Pemerintah Jabar sebelumnya menyampaikan kemungkinan adanya tambahan ribuan lulusan yang akan mengikuti pelatihan berikutnya.
Bagi lulusan SMK, keberadaan pabrik BYD di Subang menjadi salah satu peluang untuk masuk ke industri kendaraan listrik yang terus berkembang. Namun, calon pekerja tetap harus memenuhi persyaratan perusahaan dan mengikuti mekanisme rekrutmen yang telah ditetapkan.
Jadi, jurusan SMK apa yang paling berkaitan? Kelistrikan, elektronika, pemesinan dan otomotif menjadi sejumlah bidang yang relevan. Meski begitu, peluang tidak terbatas pada jurusan tersebut karena kebutuhan industri kendaraan listrik mencakup berbagai kompetensi.
