Update Gempa Venezuela: 30 Gempa Susulan, Bantuan Global Mengalir

PASUNDANEKSPRES.ID - Update gempa Venezuela. Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 30 gempa susulan telah terjadi setelah dua gempa utama mengguncang negara tersebut. Venezuela mengalami dua gempa bumi berkekuatan besar pada Rabu (24/6) malam waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan 7,2 berpusat di dekat Kota San Felipe. Kemudian gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang kembali Venezuela di dekat kawasan Yumare.
Update Gempa Venezuela: 30 Gempa Susulan, hingga Dunia Kirim Bantuan
Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 2.000 keluarga kehilangan tempat tinggal, 188 orang dilaporkan meninggal dunia, lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka, hingga 46.000 orang masih belum diketahui keberadaannya, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan pemerintah telah memperoleh bantuan pendanaan sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,26 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur publik dan membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak.
Namun tantangan penanganan bencana dinilai jauh lebih berat karena Venezuela sebelumnya telah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan yang membuat banyak infrastruktur berada dalam kondisi rapuh.
Koordinator Bantuan Darurat PBB, Tom Fletcher, mengatakan sekitar delapan juta warga Venezuela sebenarnya sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan bahkan sebelum gempa terjadi.
Berbagai negara telah menyatakan kesiapan membantu Venezuela.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya siap mengirimkan bantuan kemanusiaan, tim pencarian dan penyelamatan, serta pasokan medis. Pemerintah AS juga melonggarkan sebagian sanksi terhadap Venezuela agar penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih cepat.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara Amerika Latin turut menawarkan bantuan. Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan telah menyiapkan 50 ton logistik beserta 300 personel tim SAR. Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva juga menyampaikan dukungan kepada Venezuela.
Pemerintah Meksiko pun menawarkan bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan pemerintah Venezuela.
Di sisi lain, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) telah mengaktifkan jaringan tanggap daruratnya. Organisasi tersebut menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi pencarian korban, layanan kesehatan, penyediaan tempat penampungan sementara, air bersih, sanitasi, serta kebutuhan pokok masyarakat.
Perusahaan layanan internet satelit Starlink juga mengumumkan akan memberikan akses internet gratis hingga 25 Juli bagi pelanggan di wilayah terdampak serta mengirimkan terminal tambahan untuk membantu memulihkan komunikasi.
Pemerintah Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Venezuela dalam kondisi aman.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan tiga WNI yang terdata di Venezuela telah berhasil dihubungi dan dipastikan selamat.
Menurutnya, Gedung KBRI Caracas maupun Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti. KBRI juga telah membuka jalur komunikasi darurat guna memantau perkembangan situasi serta memastikan kondisi seluruh WNI tetap aman.
(ipa)
