Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

1.501 Calon Manajer Kopdes Tak Lanjut, Imbas Penempatan Jauh dari Domisili

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|13:33 WIB
Bagikan:
1.501 Calon Manajer Kopdes Tak Lanjut, Imbas Penempatan Jauh dari Domisili
Polemik penempatan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mencuat setelah Agrinas mencatat 969 orang menolak offering letter dan 532 lainnya kedaluwarsa. (Foto: IDN Times)

PASUNDANEKSPRES.ID - Polemik penempatan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus bergulir. Sejumlah peserta mengeluhkan lokasi penugasan yang jauh dari domisili, bahkan ada yang mendapat penempatan lintas provinsi. 

Terbaru, PT Agrinas Pangan Nusantara mencatat 1.501 calon manajer KDKMP tidak melanjutkan proses setelah tahap offering letter. 

Data tersebut terdiri dari 969 calon manajer yang menolak offering letter dan 532 offering letter yang kedaluwarsa. Sementara itu, sebanyak 27.099 calon manajer telah menandatangani offering letter. 

1.501 Calon Manajer Kopdes Tak Lanjut Proses 

Data tersebut disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota melalui unggahan media sosialnya. 

Dari total calon manajer yang memperoleh offering letter, 27.099 orang telah menyatakan menerima penugasan. Sebanyak 969 orang menolak, sedangkan 532 offering letter lainnya dinyatakan kedaluwarsa. 

Dengan demikian, total calon manajer yang tidak melanjutkan proses melalui tahapan tersebut mencapai 1.501 orang. 

Angka ini kemudian menjadi perhatian karena muncul bersamaan dengan keluhan mengenai lokasi penempatan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal calon manajer. 

Keluhan Penempatan Jauh dari Domisili 

Sejumlah calon manajer KDKMP mempersoalkan penempatan yang tidak sesuai dengan domisili asal. 

Salah satu peserta, Ai Nuryanti, mengaku memiliki KTP Jakarta tetapi memperoleh penempatan di Poso, Sulawesi. 

Ia meminta agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem penempatan dan mempertimbangkan domisili para manajer. Menurutnya, penempatan putra-putri daerah di wilayah asal dapat membantu pengelolaan koperasi karena mereka lebih memahami kondisi masyarakat setempat. 

Keluhan serupa juga muncul dari peserta lain yang mempertanyakan kesiapan lokasi koperasi. 

Salah seorang calon manajer asal Tangerang Selatan yang dikutip Tirto mengatakan dirinya memang mendapat penempatan sesuai domisili, tetapi ketika mengecek lokasi, bangunan yang akan digunakan sebagai koperasi belum siap digunakan dan masih kosong. 

Artinya, persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan jarak penempatan, tetapi juga kesiapan infrastruktur tempat calon manajer akan bekerja. 

Mengapa Ada Manajer yang Ditempatkan Jauh? 

Kementerian Koperasi sebelumnya menjelaskan bahwa proses rekrutmen manajer KDKMP sejak awal tidak sepenuhnya menggunakan pendekatan berdasarkan wilayah asal. 

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi mengatakan penempatan pertama-tama memang diorientasikan ke wilayah domisili.

Namun, jika jumlah calon manajer di suatu wilayah lebih banyak dibandingkan titik koperasi yang tersedia, sebagian peserta dapat ditempatkan di wilayah lain yang membutuhkan tenaga manajer. 

Masalahnya muncul karena jumlah calon manajer dan jumlah koperasi yang siap beroperasi belum sepenuhnya seimbang. 

Pada akhir September, pemerintah menyebut sekitar 1.900 manajer atau 11 persen ditempatkan lintas provinsi untuk mengisi kebutuhan SDM di daerah yang kekurangan manajer. 

Pemerintah menyatakan penempatan tersebut bersifat sementara. 

Pemerintah Sebut Manajer yang Mundur Tidak Kena Sanksi 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memastikan manajer KDKMP yang mengundurkan diri karena persoalan penempatan tidak akan dikenai sanksi. 

Pemerintah sebelumnya menyebut jumlah manajer yang mengundurkan diri relatif sedikit. Pada 29 September, Zulhas bahkan menyebut baru sekitar satu hingga dua orang yang mengundurkan diri berdasarkan informasi yang diterimanya saat itu. 

Namun, perkembangan data setelah proses offering letter menunjukkan angka yang lebih besar. Agrinas kemudian mencatat 969 orang menolak offering letter dan 532 lainnya kedaluwarsa. 

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa data pengunduran diri berkembang seiring berjalannya proses administrasi offering letter. 

Kementerian Koperasi sebelumnya juga menegaskan bahwa calon manajer yang belum memberikan konfirmasi tidak serta-merta langsung dinyatakan mengundurkan diri. 

Pemerintah Siapkan Opsi Relokasi 

Persoalan penempatan juga sudah dibahas langsung antara para manajer dan Agrinas Pangan Nusantara. 

Direktur Utama Agrinas Joao Mota menyatakan pihaknya menerima perwakilan 20 manajer KDKMP yang datang untuk menyampaikan persoalan penempatan. 

Agrinas mengatakan akan memperjuangkan permintaan relokasi para manajer kepada Kementerian Koperasi. Jika koperasi di desa asal belum siap, perusahaan menyatakan akan berupaya agar manajer tidak langsung dipindahkan terlalu jauh. 

Sebelumnya, pemerintah juga meminta calon manajer yang memperoleh penempatan jauh untuk menerima penugasan terlebih dahulu agar statusnya tetap sebagai manajer. Setelah koperasi di wilayah yang lebih dekat dengan domisili siap, penempatan dapat disesuaikan kembali. 

Penempatan Jadi Tantangan Program Kopdes Merah Putih 

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membutuhkan puluhan ribu manajer untuk menjalankan operasional koperasi di berbagai daerah. 

Karena itu, persoalan penempatan menjadi salah satu tantangan penting sebelum program berjalan penuh. 

Di satu sisi, pemerintah harus memastikan setiap koperasi memiliki tenaga pengelola. Di sisi lain, penempatan yang terlalu jauh dari domisili berpotensi menimbulkan persoalan bagi calon manajer, terutama terkait tempat tinggal, mobilitas, serta adaptasi dengan lingkungan kerja baru. 

Selain itu, kesiapan bangunan dan fasilitas koperasi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. 

Dengan data terbaru, 1.501 calon manajer kopdes tak lanjut proses pada tahap offering letter, sementara 27.099 lainnya telah menerima penugasan. 

Pemerintah dan Agrinas masih perlu memastikan mekanisme penempatan dapat berjalan dengan baik agar kebutuhan SDM di berbagai daerah terpenuhi tanpa mengabaikan persoalan yang disampaikan para calon manajer. 

Berita Terbaru

HUT ke-81 TNI, Dandim Subang Tegaskan TNI Kuat karena Bersama Rakyat

HUT ke-81 TNI, Dandim Subang Tegaskan TNI Kuat karena Bersama Rakyat

Subang12 menit lalu
Daftar Lengkap Lowongan Kerja Baru Di Kabupaten Subang! Simak Berita Updatenya Disini!

Daftar Lengkap Lowongan Kerja Baru Di Kabupaten Subang! Simak Berita Updatenya Disini!

Lifestyle39 menit lalu
Penyebab Harga Emas Naik Turun, Tak Sesederhana yang Dikira

Penyebab Harga Emas Naik Turun, Tak Sesederhana yang Dikira

Lifestyle40 menit lalu
HUT TNI 2026: Sejarah, Tema, dan Alasan Peringatan Digelar Sederhana

HUT TNI 2026: Sejarah, Tema, dan Alasan Peringatan Digelar Sederhana

Nasional52 menit lalu
ADVERTISEMENT
Hujan Subang Hari Ini 5 Oktober 2026, BMKG Minta Warga Waspada

Hujan Subang Hari Ini 5 Oktober 2026, BMKG Minta Warga Waspada

Subang1 jam lalu
1.501 Calon Manajer Kopdes Tak Lanjut, Imbas Penempatan Jauh dari Domisili

1.501 Calon Manajer Kopdes Tak Lanjut, Imbas Penempatan Jauh dari Domisili

Nasional1 jam lalu
Mantan Kapolres Subang Jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Dadang Hartanto Gantikan Asep Edi Suheri

Mantan Kapolres Subang Jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Dadang Hartanto Gantikan Asep Edi Suheri

Subang1 jam lalu
Pemkab Subang Buka Penerimaan Naskah Jurnal SINGA Volume 4 Nomor 2, Ini Ketentuannya

Pemkab Subang Buka Penerimaan Naskah Jurnal SINGA Volume 4 Nomor 2, Ini Ketentuannya

Riset dan Inovasi3 jam lalu
Pemerintah Siapkan Badan Satu Data Indonesia, Apa Urgensinya?

Pemerintah Siapkan Badan Satu Data Indonesia, Apa Urgensinya?

Nasional4 jam lalu
Gempa Sumba Barat Daya, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

Gempa Sumba Barat Daya, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

Nasional4 jam lalu