Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

PASUNDANEKSPRES.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak pernah membahas rencana pembagian telepon seluler atau handphone (HP) gratis kepada masyarakat untuk mendukung digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos).
Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di Jakarta, Selasa (20/10/2026), merespons informasi mengenai rencana pembagian HP gratis yang sebelumnya disampaikan adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
“Memang enggak pernah kita bahas,” kata Airlangga saat memberikan keterangan kepada awak media.
Meski membantah adanya pembahasan mengenai pembagian HP gratis, Airlangga memastikan program pembukaan rekening bank secara massal tetap akan dilaksanakan. Program tersebut masuk dalam agenda pemerintah pada kuartal IV 2026 dan saat ini masih menunggu penyelesaian regulasi.
“Itu termasuk dalam program kuartal IV. Kami lagi siapkan regulasinya,” ujarnya.
Program pembukaan rekening massal ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan, terutama bagi warga yang belum memiliki rekening bank.
Hashim Sebut HP Gratis untuk Digitalisasi Bansos
Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa pemerintah berencana menyediakan HP yang dilengkapi akun digital bagi setiap warga negara Indonesia. Rencana tersebut disebut sebagai bagian dari upaya digitalisasi bansos sekaligus perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Hashim menjelaskan bahwa bantuan yang selama ini disalurkan secara tunai nantinya dapat disalurkan secara digital melalui perangkat tersebut.
“Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi akun digital. Seluruh dana akan tersimpan di sana dan disalurkan ke rekening masing-masing,” kata Hashim.
Menurut Hashim, digitalisasi sistem bantuan sosial diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keuangan dan membantu pemerintah meningkatkan pencatatan aktivitas ekonomi yang selama ini belum terdata secara optimal.
Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank sehingga akses terhadap layanan keuangan formal perlu diperluas.
Pemerintah Siapkan Rekening bagi Masyarakat
Sejalan dengan upaya memperluas inklusi keuangan, pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat, termasuk warga berusia 17 tahun ke atas.
Pelaksanaan program tersebut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Kedua bank tersebut ditugaskan menyediakan rekening bagi masyarakat yang belum terhubung dengan sistem perbankan.
Pemerintah sebelumnya juga disebut menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk mendukung penyediaan rekening secara massal tersebut.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening bank di kalangan masyarakat serta memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional.
Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa program pembukaan rekening massal dan wacana pembagian HP gratis merupakan hal yang berbeda. Hingga Selasa (20/10/2026), pemerintah masih menyiapkan regulasi untuk pelaksanaan program rekening massal, sementara rencana pembagian HP gratis disebut tidak pernah dibahas oleh pihaknya.
(ipa)
