Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anies Baswedan Ungkap Pesan Moral dalam Langkah Amicus Curiae Megawati

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|14:34 WIB
Bagikan:
Anies Baswedan Ungkap Pesan Moral dalam Langkah Amicus Curiae Megawati
Anies Baswedan Ungkap Pesan Moral dalam Langkah Amicus Curiae Megawati

PASUNDAN EKSPRES - Calon Presiden Anies Baswedan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang mengajukan amicus curiae kepada Mahkamah Konstitusi (MK) dalam kasus perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024. Baginya, langkah ini mengandung pesan moral yang sangat kuat, sebagai hasil dari pengalaman panjang Megawati dalam memperjuangkan demokratisasi selama lebih dari 25 tahun.

Menurut penjelasan Anies di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Selasa, 16 April 2024, Megawati telah aktif memperjuangkan demokrasi sejak dekade 1990-an, ketika masih berada di bawah naungan rezim Orde Baru. Dia mengingatkan bahwa pada masa itu, proses pemilihan umum tidaklah transparan dan sering kali dipenuhi dengan kecurangan. Demokrasi saat itu hanyalah sebuah seremoni formal belaka, di mana hasilnya sudah ditentukan sebelum proses pemilu dimulai.

Oleh karena itu, Anies melihat langkah Megawati sebagai indikasi serius atas situasi Pilpres 2024. Baginya, surat amicus curiae ini menjadi bukti bahwa Indonesia berada pada persimpangan penting dalam perkembangan demokrasinya. Pertanyaannya adalah apakah negara ini akan mundur ke masa di mana demokrasi hanya menjadi seremonial belaka, tanpa memberikan ruang bagi kebebasan dan tanpa adanya intervensi dalam proses pemilihan umum.

Anies menegaskan bahwa untuk menghindari kemunduran tersebut, perjuangan untuk menjaga demokrasi harus terus dilakukan. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari proses demokratisasi yang telah berlangsung sejak reformasi dimulai. Dalam pandangannya, inilah saatnya bagi Indonesia untuk memilih arah yang benar dalam mengembangkan demokrasi.

Sebelumnya, surat amicus curiae dari Megawati Soekarnoputri disampaikan kepada MK melalui perwakilan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Djarot Syaiful Hidayat. Penyerahan surat tersebut dilakukan di Gedung II MK, Jakarta Pusat, pada Selasa, 16 April 2024.

Dalam konteks ini, langkah Megawati Soekarnoputri mengajukan amicus curiae menegaskan pentingnya peran lembaga-lembaga demokratis, termasuk Mahkamah Konstitusi, dalam menjaga integritas dan keadilan dalam proses pemilihan umum. Tindakan ini juga mencerminkan komitmen untuk mencegah kembalinya praktik-praktik otoriter yang melanggar prinsip-prinsip demokrasi.

Penting untuk dicatat bahwa perjuangan untuk menjaga demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau partai politik, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat sipil, media, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi proses demokrasi dan memastikan bahwa suara rakyat didengar dan dihormati.

Dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, penting bagi semua pihak untuk bersatu dan berkomitmen untuk melindungi dan memperkuat demokrasi Indonesia. Ini bukan hanya tentang hasil pemilihan umum, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih demokratis, inklusif, dan berkeadilan bagi semua warga negara.

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional9 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline31 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang49 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu