Benarkah KDM Pindah ke PSI? Dedi Mulyadi Tegaskan Masih Setia di Gerindra

PASUNDANEKSPRES.ID - Benarkah KDM pindah ke PSI? Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM angkat bicara mengenai rumor yang menyebut dirinya akan berpindah partai dari Partai Gerindra ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dedi dengan tegas membantah kabar tersebut.
Dedi memastikan hingga saat ini dirinya masih menjadi kader Partai Gerindra. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra.
Benarkah KDM Pindah ke PSI? Ini Jawabannya
Rumor kepindahan KDM ke PSI sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Kabar tersebut bahkan sempat mengejutkan jajaran Gerindra Jawa Barat.
Pengurus Gerindra Jawa Barat kemudian melakukan konfirmasi langsung kepada Dedi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, Dedi menegaskan bahwa dirinya masih berada di Partai Gerindra dan tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan PSI.
Dedi mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar rumor mengenai kepindahannya ke partai yang identik dengan simbol gajah berkepala merah tersebut. Ia kembali menegaskan komitmen dan loyalitasnya terhadap Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.
Dengan demikian, kabar mengenai KDM yang disebut-sebut akan meninggalkan Gerindra untuk bergabung dengan PSI dipastikan tidak benar berdasarkan pernyataan Dedi.
Gerindra Jabar Pastikan KDM Masih Kader
Dilansir dari IDNTimes, Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, sebelumnya juga menanggapi isu tersebut. Menurut Buky, kabar perpindahan KDM ke PSI masih sebatas dugaan.
Buky mengatakan dirinya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Dedi Mulyadi. Dari komunikasi tersebut, Dedi dipastikan masih menjadi bagian dari Partai Gerindra.
Buky juga mengingatkan posisi Dedi sebagai salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.
Kinerja KDM Mendapat Kepuasan Tinggi
Terlepas dari isu perpindahan partai, Dedi Mulyadi saat ini mendapat tingkat kepuasan publik yang tinggi sebagai Gubernur Jawa Barat.
Dilansir dair tvOneNews Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026 mencatat sebanyak 95,5 persen masyarakat Jawa Barat merasa puas terhadap kinerja Dedi.
Survei tersebut melibatkan 800 responden yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Tingkat kepuasan sebesar 95,5 persen menempatkan penilaian terhadap kinerja Dedi dalam kategori sangat tinggi.
Penilaian positif tersebut tercatat di berbagai kelompok demografi maupun wilayah di Jawa Barat.
Sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai turut berkontribusi terhadap tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penghapusan denda dan tunggakan pajak kendaraan, program pendidikan, pembangunan serta perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga kebijakan lingkungan.
Di sektor pendidikan, sejumlah kebijakan yang menjadi perhatian masyarakat antara lain larangan study tour, penerapan jam malam bagi siswa, serta penanganan terhadap siswa bermasalah.
Sementara itu, di bidang infrastruktur, pembangunan jalan, penerangan jalan umum, dan pemasangan listrik gratis mendapat penilaian positif.
Kebijakan lingkungan juga menjadi perhatian masyarakat Jawa Barat. Program seperti normalisasi sungai dan penertiban tambang ilegal termasuk kebijakan yang mendapat sorotan publik.
(ipa)
