Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|12:45 WIB
Bagikan:
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

PASUNDAN EKSPRES.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa awal musim hujan periode 2026/2027 di 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen wilayah daratan Indonesia diprediksi akan datang lebih lambat (mundur) dibandingkan rerata klimatologisnya.

Fenomena El Niño dengan intensitas Sangat Kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia menjadi penyebab utama yang memicu perpanjangan periode kekeringan dan berkurangnya curah hujan di Tanah Air.

Kombinasi El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil pemantauan dinamika atmosfer hingga Dasarian I Oktober 2026 menunjukkan nilai Anomali Suhu Muka Laut (SST) di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik mencapai +3,33 dengan indeks ENSO tiga bulanan sebesar +3,08.

Indikator ini menegaskan bahwa fenomena El Niño sedang berlangsung pada tingkat intensitas Sangat Kuat.

Pada saat yang sama, indeks IOD dasarian tercatat berada pada kriteria positif sebesar +0,703.

"Kombinasi fenomena El Niño dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," tegas Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya.

Kondisi Terkini: Baru 7,6 Persen Wilayah Masuk Musim Hujan

Data pemutakhiran BMKG per Dasarian I Oktober 2026 mencatat bahwa dari total 699 ZOM di Indonesia, baru 53 ZOM atau sekitar 7,6 persen wilayah yang telah resmi memasuki musim hujan. 

Wilayah-wilayah yang sudah mulai terbasahi hujan tersebut terkonsentrasi di bagian utara Pulau Sumatera, meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

Sebaliknya, mayoritas wilayah Indonesia—yaitu sebanyak 533 ZOM atau 76,2 persen—masih bertahan dalam musim kemarau, sementara 113 ZOM (16,2 persen) merupakan wilayah dengan tipe satu musim.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, mengungkapkan bahwa kekeringan meteorologis berdampak luas dengan banyak titik pengamatan melaporkan kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari di 25 provinsi.

Durasi HTH terpanjang tercatat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan. 

BMKG pun menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis klasifikasi 'Awas' untuk puluhan kabupaten/kota di Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua Selatan.

Prakiraan Kedatangan Musim Hujan dan Puncaknya

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memaparkan bahwa awal musim hujan di Indonesia tidak berlangsung secara serentak.

Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada bulan November 2026 (185 ZOM / 24,66 persen wilayah) dan dilanjutkan pada Desember 2026 (266 ZOM / 17,31 persen wilayah). 

  • Awal Musim Hujan November 2026: Meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.
  • Awal Musim Hujan Desember 2026: Meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.

BMKG memprediksi puncak musim hujan periode 2026/2027 akan berlangsung secara bertahap mulai akhir tahun hingga awal tahun depan:

1. Desember 2026 (155 ZOM / 36,94% daratan): Puncak hujan melanda sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo pesisir selatan, Maluku, serta bagian utara dan barat Papua.

2. Januari 2027 (162 ZOM / 25,68% daratan): Puncak hujan meluas ke Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung utara, sebagian Jawa, Bali tengah, NTB barat, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan Maluku barat.

3. Februari 2027 (190 ZOM / 16,79% daratan): Puncak hujan melanda sebagian besar Jawa, Lampung tengah, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan dan Tenggara, serta sebagian besar Papua.

Secara akumulasi, volume curah hujan selama musim hujan 2026/2027 diprediksi berada dalam kriteria Normal pada 510 ZOM (69,76 persen daratan).

Namun, durasi musim hujan diprediksi lebih pendek dari normalnya di 482 ZOM (51,90 persen daratan). 

Hal ini patut diwaspadai karena curah hujan akan lebih terkonsentrasi dalam kurun waktu yang singkat, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Berita Terbaru

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga32 menit lalu
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang1 jam lalu
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

Nasional1 jam lalu
Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Subang1 jam lalu
Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah Terus Digencarkan, Raja Juli Tegaskan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah Terus Digencarkan, Raja Juli Tegaskan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Nasional1 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Nasional2 jam lalu
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Nasional2 jam lalu
Wamen Ossy Dermawan Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan

Wamen Ossy Dermawan Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan

Karawang2 jam lalu
Syahrini Gelar Konser di Jakarta pada Desember 2026, Harga Tiket Rp 35 Juta Bikin Syok

Syahrini Gelar Konser di Jakarta pada Desember 2026, Harga Tiket Rp 35 Juta Bikin Syok

Lifestyle2 jam lalu