Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

China Melakukan Razia terhadap Akun Influencer yang Suka Pamerkan Kekayaan di Medsos

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|23:32 WIB
Bagikan:
China Melakukan Razia terhadap Akun Influencer yang Suka Pamerkan Kekayaan di Medsos
Pemerintah China lakukan razia pada akun influencer yang hobi pamerkan kekayaan di media sosial. (ilustrasi freepik @our-team)

PasundanEkspres - Pemerintah China sedang melakukan tindakan tegas terhadap para influencer yang sering menampilkan kekayaan mereka melalui konten di media sosial. Akibatnya, akun sejumlah influencer dengan jutaan pengikut tiba-tiba menghilang dari platform media sosial yang populer.

Salah satu influencer yang menjadi target adalah Wang Hongquan, juga dikenal sebagai Wang Hongquanxing. Dengan 4,4 juta pengikut di Douyin, versi China dari TikTok, Wang menjadi sasaran perhatian.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV China, Wang mengakui memiliki tujuh properti di Beijing dan tidak pernah meninggalkan rumahnya dengan pakaian senilai kurang dari 10 juta Yuan atau sekitar 22 miliar Rupiah. Dia sering mengunggah video yang menampilkan koleksi tas mewah Hermès dan armada mobil mewahnya.

Namun, pada hari Selasa (28/5), akun Douyin milik Wang tiba-tiba menghilang. Pencarian akan akunnya hanya menghasilkan pesan kesalahan yang menyatakan bahwa akun tersebut diblokir karena melanggar pedoman komunitas Douyin.

Wang bukanlah satu-satunya influencer yang terkena dampak dari penindakan konten ini. Orang lain seperti Bo Gongzi, dengan 2,9 juta pengikut di Douyin, dan Baoyu Jiajie, dengan 2,3 juta pengikut, juga mengalami pemblokiran.

Pada bulan April, Administrasi Ruang Siber China, regulator internet nasional, mengumumkan kampanye yang menargetkan influencer yang memamerkan kekayaan pribadi mereka, dengan tujuan menarik pengikut dan trafik dengan cara memamerkan gaya hidup mewah.

Platform media sosial China seperti Douyin, Tencent, dan Xiaohongshu (versi China dari Instagram) segera mematuhi peraturan tersebut, menghapus konten dan melarang akun influencer yang menampilkan kemewahan.

Douyin menghapus 4.701 konten yang tidak pantas dan memblokir 11 akun antara tanggal 1 Mei dan 7 Mei 2024. Sementara itu, Xiaohongshu memblokir 383 akun dalam waktu dua minggu, seperti yang dilaporkan oleh Fortune pada hari Kamis (30/5/2024).

Ini bukan kali pertama otoritas China mencoba mengatur internet dan konten influencer. Pada tahun 2022, pemerintah China mengumumkan kode etik yang melarang penyiar langsung menampilkan barang mewah, perhiasan, uang tunai, dan aset lainnya dalam jumlah besar.

Administrasi Ruang Siber China sebelumnya pernah melakukan razia terhadap influencer media sosial dan selebriti karena penggelapan pajak, menyebarkan informasi yang tidak benar, atau mencela Partai Komunis China atau budaya tradisional China. Selain itu, influencer juga dilarang mempromosikan konsumsi berlebihan, menyebarkan rumor tentang bisnis China.

Berita Terbaru

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline10 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline30 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle33 menit lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu