Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|14:04 WIB
Bagikan:
Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas
ILUSTRASI Polisi dan garis Police Line Do Not Cross. (Sumber: TribunNews (Siluet Polisi) dan Waldemarus/Getty Images (Police Line).

PASUNDANEKSPRES.ID - Seorang anggota Ditpoludara, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, tewas dalam dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh juniornya sesama anggota polisi, Bharada Andika Rahmadani. 

Peristiwa penembakan tersebut terjadi di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Dalam kasus pembunuhan sesama anggota polisi tersebut, Bharada Andika Rahmadani telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan terhadap Valdo.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Peristiwa ini menjadi perkara serius karena melibatkan dua anggota kepolisian dalam satu lingkungan kerja.

Bukan hanya kematian korban yang harus diungkap, penyidik juga dituntut menjelaskan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi hingga berujung hilangnya nyawa seorang anggota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budhi Hermanto, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bharatu Valdo yang merupakan anggota Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri. 

Polda Metro Jaya memastikan perkara tersebut sedang ditangani melalui proses hukum. Sementara itu, pihak keluarga meminta penyidikan tidak berhenti pada penetapan satu tersangka. Mereka ingin kepolisian membuka kronologi dan motif kejadian secara menyeluruh, termasuk memeriksa kemungkinan keterlibatan orang lain.

Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi

Pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, meminta penyidik mengusut kasus pembunuhan sesama anggota ini secara transparan. Ia menduga peristiwa yang menewaskan Valdo bukan sekadar tindakan spontan, melainkan berpotensi melibatkan perencanaan.

"Kami berharap kasus ini dibuka seterang-terangnya, siapa pelakunya dan apa motivasinya. Ini kasus pembunuhan berencana, dan kemungkinan tidak dilakukan satu orang," kata Petrus pada Minggu (18/10/2026) dikutip dari CNN Indonesia.

Petrus mengaku memperoleh informasi bahwa penyidik telah menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis sangkur dan senjata api. Keberadaan barang-barang tersebut menurutnya perlu ditelusuri untuk mengetahui bagaimana rangkaian kekerasan berlangsung.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan penggunaan beberapa senjata dalam satu peristiwa. Atas dasar itu, keluarga meminta penyidik tidak hanya memeriksa tersangka yang telah ditetapkan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain.

"Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan tiga senjata pada saat yang bersamaan," ungkap Petrus.

Motif Kematian Bharatu Valdo Masih Didalami

Sejumlah hal masih perlu dijelaskan dalam perkara ini, mulai dari hubungan korban dengan tersangka hingga latar belakang yang memicu terjadinya penembakan. 

Penyidik juga perlu menguraikan fungsi barang bukti yang telah disita dan memastikan apakah terdapat pihak lain yang terlibat.

Keluarga korban meminta penyidik mengungkap secara transparan kronologi lengkap penembakan di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, termasuk motif Bharada Andika Rahmadani yang diduga melakukan pembunuhan terhadap seniornya. 

Mereka juga berharap peran senjata api dan sangkur yang disebut telah disita dapat dijelaskan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dan bukti-bukti yang mendasari dugaan adanya perencanaan dalam peristiwa tersebut.

(pm)

Berita Terbaru

Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Olahraga24 menit lalu
Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Nasional34 menit lalu
Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Nasional50 menit lalu
Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Nasional1 jam lalu
Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Lifestyle2 jam lalu
Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Subang2 jam lalu
Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Nasional3 jam lalu
BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung AI, Ini yang Akan Dipantau

BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung AI, Ini yang Akan Dipantau

Nasional3 jam lalu
Greenpeace Kritik Pemerintah di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Greenpeace Kritik Pemerintah di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Nasional3 jam lalu