Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kebakaran Hutan dan Lahan Kepung Papua, Warga Wamena Berjuang Cegah Api Merembet ke Permukiman

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:58 WIB
Bagikan:
Kebakaran Hutan dan Lahan Kepung Papua, Warga Wamena Berjuang Cegah Api Merembet ke Permukiman
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Tanah Papua.

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Tanah Papua. Kobaran api yang terus meluas menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena sejumlah titik kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga.

Di Lembah Baliem, Wamena, Papua Pegunungan, warga harus berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api semakin meluas dan merembet ke rumah-rumah penduduk.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena kebakaran dilaporkan terjadi berulang kali dalam waktu singkat. Selain mengancam lingkungan dan permukiman, kabut asap yang ditimbulkan juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara.

Kebakaran Berulang di Wamena, Warga Padamkan Api dengan Peralatan Seadanya

Kebakaran lahan di kawasan Lembah Baliem, Wamena, terjadi pada Jumat (30/10/2026). Dalam kondisi keterbatasan peralatan, warga berupaya memadamkan api secara mandiri agar tidak menjalar ke wilayah permukiman.

Peristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam sepekan terakhir, kebakaran di wilayah Wamena dilaporkan telah terjadi sebanyak tiga kali.

Frekuensi kejadian yang berulang ini meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi meluasnya kebakaran. Terlebih, kondisi lingkungan yang dipenuhi vegetasi kering dapat menjadi tantangan dalam upaya pengendalian api.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 788 titik panas di wilayah tersebut. Banyaknya titik panas menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penerbangan

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Kabut asap pekat yang muncul akibat kebakaran juga sempat mengganggu aktivitas transportasi udara.

Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami pembatalan akibat kondisi kabut asap tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas melampaui kawasan yang terbakar secara langsung. Gangguan jarak pandang akibat asap berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat dan aktivitas transportasi, khususnya penerbangan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan visibilitas.

Api Juga Mengancam Permukiman di Jalur Trans Papua, Merauke

Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di wilayah lain, yakni sepanjang jalur Trans Papua di Merauke, Papua Selatan.

Kobaran api dilaporkan mendekati rumah-rumah warga sehingga menimbulkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 31 Oktober 2026, masih terdapat 217 hektare lahan yang terbakar.

Sementara itu, sebaran titik api terbanyak dilaporkan berada di kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi juga melanda sejumlah kawasan di Tanah Papua dengan dampak yang perlu terus dipantau.

Walhi Catat 8.324 Titik Panas Sepanjang Januari hingga Oktober 2026

Besarnya skala kebakaran di Papua juga tergambar dari data yang dicatat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Walhi mencatat sebanyak 8.324 titik panas mengepung wilayah Tanah Papua.

Angka tersebut menunjukkan banyaknya titik panas yang terpantau selama periode tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian penting mengingat kebakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi mengenai total keseluruhan luas lahan yang terdampak kebakaran di Tanah Papua.

Penyebab kebakaran juga belum disampaikan secara resmi. Karena itu, diperlukan informasi dan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi karhutla yang terjadi.

Penanganan Karhutla Membutuhkan Perhatian Serius

Berulangnya kebakaran di Wamena, ancaman api terhadap permukiman di Merauke, hingga ribuan titik panas yang tercatat di seluruh Tanah Papua memperlihatkan pentingnya penanganan karhutla secara serius.

Upaya warga yang turun langsung memadamkan api dengan peralatan seadanya menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat dalam melindungi lingkungan dan tempat tinggal mereka.

Namun, pengendalian kebakaran dengan keterbatasan sarana tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika api muncul di beberapa lokasi dalam waktu berdekatan.

Pemantauan titik panas, penanganan kebakaran, serta penyampaian informasi yang jelas mengenai luas wilayah terdampak dan penyebab kejadian menjadi hal penting untuk mendukung penanganan yang lebih terarah.

Berita Terbaru

ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

Nasional11 menit lalu
Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

Nasional13 menit lalu
Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Nasional14 menit lalu
Pojokan 330: Sekolah Rakyat

Pojokan 330: Sekolah Rakyat

Opini29 menit lalu
ADVERTISEMENT
Non-Muslim Jadi Petugas Haji? Begini Tanggapan MUI

Non-Muslim Jadi Petugas Haji? Begini Tanggapan MUI

Nasional37 menit lalu
Jaga Kondusivitas, Kapolres Subang Siapkan Strategi Pengamanan Pilkades Serentak di 165 Desa

Jaga Kondusivitas, Kapolres Subang Siapkan Strategi Pengamanan Pilkades Serentak di 165 Desa

Subang38 menit lalu
KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

Nasional1 jam lalu
Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Nasional2 jam lalu
Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Subang2 jam lalu
Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Olahraga2 jam lalu