Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemenkes Luncurkan SATUSEHAT Logistik untuk Monitoring Distribusi Vaksin dan Obat-Obatan

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|13:48 WIB
Bagikan:
Kemenkes Luncurkan SATUSEHAT Logistik untuk Monitoring Distribusi Vaksin dan Obat-Obatan
Kemenkes Luncurkan SATUSEHAT Logistik (Foto: laman Sehat Negeriku Kemenkes)

PASUNDAN EKSPRES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan fitur aplikasi terbaru bernama SATUSEHAT Logistik yang rilis pada Selasa (15/10) di Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan tiga fokus utama dalam pengembangan layanan platform SATUSEHAT, yakni digitalisasi, integrasi platform, dan orientasi kepada pasien.

Hal ini ia sampaikan dalam acara soft launching SATUSEHAT Logistik pada Selasa (15/10).

"Pertama, saya ingin mendigitalisasi semua aktivitas yang kita miliki. Kedua, integrasi ke dalam satu platform yang kini kita sepakati dengan nama SATUSEHAT. Ketiga, semuanya harus berfokus kepada kepentingan pasien," ucap Menkes Budi, dilansir dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, Kamis (17/10).

Ia menambahkan, dengan populasi Indonesia sekitar 280 juta jiwa, sebuah aplikasi yang digunakan oleh kurang dari satu juta pengguna dalam setahun tidak dapat dianggap sebagai aplikasi yang bagus.

BACA JUGA:Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Promotif dan Preventif melalui Imunisasi dan Skrining

"Apapun aplikasinya, jika dalam setahun digunakan kurang dari satu juta pengguna maka itu bukan aplikasi yang bagus. Sekurangnya adalah satu juta pengguna. Karena berdasar rekam jejak kita di aplikasi Peduli Lindungi, telah digunakan oleh lebih dari seratus juta orang," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Budi mengapresiasi peran UNDP, yang turut berperan dalam membangun sistem SATUSEHAT Logistik, yakni salah satu komponen dari aplikasi SATUSEHAT.

Menurutnya, dengan adanya komponen SATUSEHAT Logistik dalam aplikasi SATUSEHAT, pemantauan ketersediaan vaksin di setiap fasilitas layanan kesehatan akan menjadi lebih mudah.

"Namun demikian, saya ingin ini tidak hanya terbatas pada vaksin saja. Saya ingin ini dikembangkan untuk pemantauan obat-obatan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Rizka Andalusia menyatakan, proses pemantauan obat-obatan yang diinginkan oleh Menkes Budi sedang dikembangkan melalui Sistem Monitoring dan Inventaris Logistik Kesehatan Elektronik (SMILE).

BACA JUGA:Kemenkes Ajak Remaja Gaungkan Kesehatan Mental Guna Cegah Bunuh Diri

SMILE dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan secara transparan dan tepat waktu.

"Sistem ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen inventaris dengan memastikan penanganan data yang transparan dan terintegrasi, sehingga dapat menyelaraskan antara pasokan dan permintaan di fasyankes," ujar Rizka.

Ia mengungkapkan, SATUSEHAT Logistik lahir dari kondisi terfragmentasinya sistem pencatatan dan pelaporan data obat dan alat kesehatan (alkes). 
Menurutnya, situasi ini menyulitkan monitoring di tingkat daerah maupun nasional, sementara kebutuhan masyarakat terhadap obat dan alkes tertentu di setiap wilayah berbeda-beda.

Sebelumnya, teknologi SMILE yang merupakan hasil kolaborasi antara Kemenkes, UNDP, dan Gavi telah terbukti mampu memantau rantai pasok vaksin COVID-19 selama pandemi.

Lebih lanjut, Resident Representative of UNDP Indonesia Norimasa Shimomura menyatakan, dengan mengadopsi sistem yang terdapat dalam SMILE, SATUSEHAT Logistik diharapkan dapat membantu pelacakan distribusi vaksin dan obat-obatan.

BACA JUGA:Kemenkes Imbau Masyarakat Bijak Soal Penggunaan Antibiotik, Cegah Risiko AMR

"SMILE memungkinkan pelacakan digital distribusi vaksin dari provinsi, kabupaten, hingga puskesmas. Sistem monitoring pada SMILE dapat mencegah kelebihan dan kekurangan stok vaksin," ucap Shimomura.

Kemenkes bersama UNDP Indonesia dan Gavi  mengelola pengiriman 450 juta dosis vaksin COVID-19 kepada setidaknya 185 juta orang hanya dalam satu tahun.

Saat ini, SMILE membantu mengelola lebih dari 800 juta dosis vaksin dan 100 juta dosis obat di 10.000 fasilitas kesehatan di 38 provinsi. 

Fungsinya telah diperluas untuk mencakup berbagai komoditas kesehatan, termasuk imunisasi rutin, tuberkulosis, malaria, HIV, rabies, dan pengelolaan limbah medis. (inm)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline6 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat6 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta7 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle7 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang7 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta8 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta8 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang8 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang8 jam lalu