Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemenkes Ajak Remaja Gaungkan Kesehatan Mental Guna Cegah Bunuh Diri

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|13:43 WIB
Bagikan:
Kemenkes Ajak Remaja Gaungkan Kesehatan Mental Guna Cegah Bunuh Diri
Kemenkes Ajak Remaja Gaungkan Kesehatan Mental Guna Cegah Bunuh Diri (Foto: Freepik)

PASUNDAN EKSPRES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Kesehatan Jiwa menggelar seminar bagi remaja untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2024 di Jakarta pada Selasa (17/9).

Diketahui, Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia diperingati setiap tanggal 10 September.

Tema peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pada tahun ini adalah "Changing the Narrative on Suicide" atau "Mengubah Narasi Bunuh Diri", dengan ajakan untuk "Start the Conversation" atau "Memulai Percakapan".

Tema ini juga akan digunakan selama tiga tahun ke depan setiap tanggal 10 September.

Adapun tema ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya mengurangi stigma dan mendorong percakapan terbuka guna mencegah bunuh diri.

BACA JUGA:Merangkul Kemerdekaan Mental dari Setiap Generasi untuk GenZ, Perlukah?

Seminar yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh perwakilan SMA/SMK serta para remaja perwakilan dari forum pemuda.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengapresiasi Direktorat Kesehatan Jiwa dan UNICEF atas penyelenggaraan seminar pencegahan bunuh diri pada remaja ini.

Dia berharap, kegiatan positif ini dapat menjadi sarana edukasi, berbagi pengalaman, dan diskusi terbuka tentang kesehatan mental di kalangan remaja.

Selama ini, kesehatan jiwa sering dianggap sebagai isu sensitif yang jarang dibahas secara terbuka. 

Hal ini berakibat gangguan jiwa sering kali disikapi dengan pandangan negatif. 

BACA JUGA:Tes Kesehatan Mental, Pentingnya Memahami Kondisi Mental

Padahal, isu ini sangat penting dan serius karena berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menganggap bunuh diri sebagai isu yang sangat serius.

Berdasarkan data WHO, lebih dari 700.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. 

Di Indonesia, data dari POLRI menunjukkan bahwa angka kematian akibat bunuh diri pada 2023 meningkat menjadi 1.350 kasus, dari 826 kasus pada tahun sebelumnya.

"Jika tidak ada upaya pencegahan bunuh diri, angka tersebut dapat terus meningkat setiap tahunnya," ucap Endang, dilansir dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, Kamis (19/9).

BACA JUGA:Apa Itu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

Endang menjelaskan alasan seseorang melakukan bunuh diri sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor biologis, genetik, psikologis, budaya, dan lingkungan. 

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa upaya terkait kesehatan mental, khususnya untuk mencegah kejadian bunuh diri, harus menjadi perhatian semua pihak.

Ada berbagai tindakan kecil yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang bunuh diri seperti percakapan terbuka, berbuat kebaikan, dan mendengarkan tanpa menghakimi.

Terkait dengan pencegahan bunuh diri, Direktur Kesehatan Jiwa Imran Pambudi menekankan pentingnya penerimaan terhadap diri sendiri, fokus pada kemampuan diri, dan tanpa perlu membandingkan dengan orang lain.

"It’s okay not to be okay. Jadi, kita harus memiliki kesadaran bahwa kita tidak apa-apa enggak oke, supaya kita enggak stres. Manusia ada kelebihan dan kekurangannya, kita harus bisa menerima hal ini," ujarnya.

BACA JUGA:Link Gratis Kesehatan Mental 2024 Mudah Diakses Klik disini

Ia juga menekankan pentingnya menjadi penerang atau sumber cahaya bagi orang lain, terutama bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit.

"Inilah yang kita harapkan, kita bisa bersama-sama membuka diri dan bisa membantu kalau temannya ada yang lagi down, menjadi flashlight bagi dirinya sendiri, bagi teman maupun keluarga," tandas Imran. (inm)

Berita Terbaru

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle57 menit lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle1 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat2 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle16 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle18 jam lalu