Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kepala PBB Kecewa dengan Kurangnya Pertanggungjawaban atas Pembunuhan Staff PBB di Gaza

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:47 WIB
Bagikan:
Kepala PBB Kecewa dengan Kurangnya Pertanggungjawaban atas Pembunuhan Staff PBB di Gaza
Kepala PBB Kecewa dengan Kurangnya Pertanggungjawaban atas Pembunuhan Staff PBB di Gaza (Image From: UN Watch)

PASUNDAN EKSPRES - Kepala PBB mengatakan kurangnya pertanggungjawaban atas pembunuhan staf PBB di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu bahwa mereka tidak terima dengan tidak adanya pertanggungjawaban atas pembunuhan staf PBB dan pekerja bantuan di Jalur Gaza.

Guterres menambahkan bahwa membentuk pasukan penjaga perdamaian PBB bukanlah "solusi terbaik".

Kepala PBB Kecewa dengan Kurangnya Pertanggungjawaban atas Pembunuhan Staff PBB 

Di negara tersebut, kelompok-kelompok bersenjata telah menguasai sebagian besar ibukota dan menyebar ke wilayah sekitarnya, menyebabkan krisis kemanusiaan berupa pengungsian besar-besaran, kekerasan seksual, dan meluasnya kelaparan.

Menjelang pertemuan tahunan para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB akhir bulan ini, Guterres menggambarkan tahun lalu sebagai periode yang sangat sulit dan penuh tantangan. Tahun ini dipenuhi oleh perang di Gaza.

BACA JUGA: Fakta Kekerasan di Industri Hiburan Korea Selatan, Penulis Utama sampai Diteriaki

BACA JUGA: Harris dan Trump Melakukan Debat Pilpres 2024, Kedua Kandidat Memanas

Serangan lintas batas yang dilakukan oleh kelompok militan Hamas dari Palestina ke Israel menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut data dari Israel. 

Sementara itu, serangan balasan yang dilakukan Israel terhadap Hamas di Gaza telah menewaskan sekitar 41.000 warga Palestina.

Menurut Guterres perang tersebut menjadi sebuah pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kurangnya perlindungan yang efektif bagi warga sipil. 

“Apa yang terjadi di Gaza sama sekali tidak dapat diterima,” katanya, dikutip Reuters, Kamis (12/9). 

Menurut data PBB, hampir 300 pekerja bantuan kemanusiaan, termasuk lebih dari dua pertiga yang merupakan staf PBB, telah tewas dalam konflik tersebut.

Guterres menegaskan bahwa kematian mereka harus diselidiki secara menyeluruh dan ada pertanggungjawaban yang jelas. 

“Kami memiliki pengadilan, tetapi kami melihat bahwa keputusan pengadilan tidak dihormati, dan ketidakjelasan pertanggungjawaban seperti ini sama sekali tidak dapat diterima dan membutuhkan refleksi yang serius,” kata Guterres.

Pada bulan Juli, Mahkamah Internasional, pengadilan tertinggi PBB, menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan pembangunan permukimannya ilegal dan harus dihentikan.

Pekan depan, Majelis Umum PBB yang terdiri dari 193 negara kemungkinan akan melakukan pemungutan suara terkait rancangan resolusi yang memberi Israel waktu enam bulan untuk menarik diri.

(ipa)

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang7 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional27 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline31 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional44 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang48 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang52 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu