Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahasiswa Cirebon Desak Pengusutan Dugaan Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 395 Orang

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:40 WIB
Bagikan:
Mahasiswa Cirebon Desak Pengusutan Dugaan Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 395 Orang
Mahasiswa Cirebon Desak Pengusutan Dugaan Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 395 Orang (Image From: Instagram radarcirebon)

PASUNDANEKSPRES.ID - Mahasiswa yang menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kota Cirebon, Kamis (22/10/2026), mendesak pemerintah mengusut tuntas dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalijaga.

Desakan tersebut menguat setelah jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan program tersebut bertambah menjadi 395 orang.

Mahasiswa Cirebon Desak Pengusutan Dugaan Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 395 Orang

Mahasiswa menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui pemberian sanksi administratif maupun kompensasi kepada korban. Mereka meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan penyediaan makanan dimintai pertanggungjawaban atas kejadian yang berdampak pada ratusan orang, termasuk anak-anak dan ibu hamil.

Koordinator aksi, Iwan, mengatakan pengusutan dugaan keracunan MBG menjadi salah satu dari empat tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Selain meminta pertanggungjawaban pihak terkait, mahasiswa juga menyoroti evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Cirebon.

Menurut mahasiswa, penanganan dugaan keracunan MBG perlu dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui dan kejadian serupa tidak kembali terulang. Pemerintah juga didesak memastikan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut benar-benar diperhatikan.

Desakan itu muncul ketika Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban. Hingga Kamis, jumlah pasien tercatat meningkat dari 331 orang sehari sebelumnya menjadi 395 orang.

Empat Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi di Cirebon

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan yang berkaitan dengan sejumlah persoalan publik. Tuntutan pertama adalah evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai bahan penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Tuntutan kedua berkaitan dengan percepatan penanganan karhutla yang disertai desakan peningkatan status kebencanaan ke tingkat nasional. Mahasiswa menilai persoalan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan perhatian serius, terutama dalam penanganan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Selanjutnya, massa mendesak penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi mafia pembakaran hutan. Mereka juga meminta agar persoalan tersebut ditangani secara tegas sehingga pihak yang terbukti terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.

Tuntutan keempat menyoroti dugaan keracunan MBG di wilayah Kalijaga. Mahasiswa meminta pihak SPPG terkait bertanggung jawab dan mendorong agar penanganan kasus tidak berhenti pada sanksi administratif atau pemberian kompensasi kepada warga terdampak.

Selain empat tuntutan tersebut, massa turut meminta pemerintah memastikan distribusi dan ketersediaan BBM di Cirebon tetap terjaga. Mereka mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan seperti yang dikhawatirkan muncul di daerah lain.

Koordinator aksi lainnya, Bagas, mengingatkan mahasiswa dan masyarakat agar tetap menyuarakan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Ia menilai partisipasi publik diperlukan agar berbagai masalah yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak terabaikan.

“Jangan sampai teman-teman mahasiswa ataupun masyarakat berhenti menyuarakan apa yang seharusnya disuarakan,” ucap Bagas, dikutip dari instagram radarcirebon, Jumat (23/10/2026).

Korban Dugaan Keracunan MBG Bertambah Menjadi 395 Orang

Di tengah desakan mahasiswa, jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG di Kota Cirebon terus bertambah. Berdasarkan data Dinkes Kota Cirebon hingga Kamis (22/10/2026), total pasien mencapai 395 orang, naik 64 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 331 orang.

Meski jumlah pasien masih mengalami peningkatan, Dinkes menyebut laju penambahan korban mulai melambat. Dari total 395 pasien, sebanyak 218 orang masih menjalani rawat inap, sedangkan 177 lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan atau telah diperbolehkan pulang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM, mengatakan kondisi pasien yang masih dirawat di rumah sakit relatif terkendali. Berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah fasilitas kesehatan, belum ada laporan pasien yang mengalami kondisi serius hingga membutuhkan perawatan di ruang intensif atau intensive care unit (ICU).

Sebagian pasien masih mengalami diare sehingga memerlukan perawatan di ruang rawat inap biasa. Sementara itu, pasien dengan kondisi yang memungkinkan dapat menjalani penanganan rawat jalan sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis.

Siti Maria menjelaskan, tambahan 64 pasien yang tercatat bukan seluruhnya merupakan pasien rawat inap. Sebagian mendapatkan penanganan melalui instalasi gawat darurat (IGD) maupun puskesmas.

Seiring bertambahnya jumlah warga yang membutuhkan pelayanan, fasilitas kesehatan yang terlibat dalam penanganan juga bertambah. Rumah Sakit Muhammadiyah kini turut menangani pasien, sedangkan sejumlah pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Permata yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon.

Pencatatan pasien di Rumah Sakit Permata perlu dibedakan dalam pelaporan berdasarkan wilayah administratif karena fasilitas tersebut berada di luar Kota Cirebon.

Berdasarkan data sementara, sekitar 700 orang diketahui telah mengonsumsi makanan yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Dari jumlah itu, 395 orang tercatat mengalami gangguan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

Angka tersebut masih menjadi perhatian karena penambahan pasien menunjukkan perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap warga yang telah mengonsumsi makanan terkait. Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses penelusuran.

(ipa)

Berita Terbaru

Pemerintah Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening, Gelontorkan Anggaran Rp 1,28 Triliun

Pemerintah Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening, Gelontorkan Anggaran Rp 1,28 Triliun

Nasional33 menit lalu
Dua Hari Berjibaku, Karhutla Kawasan Gunung Ciremai Meluas di Tengah Angin Kencang

Dua Hari Berjibaku, Karhutla Kawasan Gunung Ciremai Meluas di Tengah Angin Kencang

Jawa Barat50 menit lalu
BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Stimulan Rutilahu untuk Korban Kebakaran di Cikaum Barat

BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Stimulan Rutilahu untuk Korban Kebakaran di Cikaum Barat

Headline53 menit lalu
Mantan Ajudan Jokowi Letjen TNI Widi Prasetijono Dituntut 10 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Mantan Ajudan Jokowi Letjen TNI Widi Prasetijono Dituntut 10 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Nasional58 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kemenkes Sediakan 477 Rumah Oksigen untuk Tangani Dampak Asap Karhutla

Kemenkes Sediakan 477 Rumah Oksigen untuk Tangani Dampak Asap Karhutla

Nasional1 jam lalu
Respons Presiden Prabowo terhadap MSCI: Indonesia Tidak Takut dan Tidak Akan Gentar

Respons Presiden Prabowo terhadap MSCI: Indonesia Tidak Takut dan Tidak Akan Gentar

Nasional1 jam lalu
Mahasiswa Cirebon Desak Pengusutan Dugaan Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 395 Orang

Mahasiswa Cirebon Desak Pengusutan Dugaan Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 395 Orang

Nasional1 jam lalu
Bupati Ajak Santri Andil untuk Pembangunan Daerah

Bupati Ajak Santri Andil untuk Pembangunan Daerah

Headline1 jam lalu
Persib Dominan, Malah Kebobolan Menit Akhir! Madura United Bungkam Maung Bandung 1-0

Persib Dominan, Malah Kebobolan Menit Akhir! Madura United Bungkam Maung Bandung 1-0

Olahraga1 jam lalu
Prabowo Soroti Perusahaan Asing Diduga Picu Karhutla, Ancam Cabut Izin Pelanggar

Prabowo Soroti Perusahaan Asing Diduga Picu Karhutla, Ancam Cabut Izin Pelanggar

Nasional1 jam lalu