Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September, Pemerintah Persiapkan Hal Ini

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|14:38 WIB
Bagikan:
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September, Pemerintah Persiapkan Hal Ini
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September. (Foto: BBC News)

PASUNDAN EKSPRES - Pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah skema terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September mendatang.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Janedjri M. Gaffar menyatakan sesuai arahan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Pemerintah akan memastikan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia yang direncanakan pada tanggal 3 s.d. 6 September 2024 dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi membahas Persiapan dan Kesiapan Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, yang diselenggarakan Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam pada Rabu (24/7).

"Sesuai arahan Menko Polhukam, kita semua akan membahas kesiapan dari semua elemen agar bisa Kunjungan Paus Fransiskus bisa berjalan dengan baik," ucap Plt. Deputi, dikutip dari laman resmi Kominfo, Jumat (26/7).

Plt. Deputi memberikan atensi khusus pada dua kegiatan yaitu kelancaran rangkaian kegiatan Paus Fransiskus di Jakarta dan kegiatan Paus Fransiskus di Timor Leste yang berpotensi menimbulkan pergerakan WNI dari NTT ke Dilli.

"Pergerakan WNI dari NTT ke Dilli dalam jumlah besar tentu memerlukan pengelolaan karena akan terkait dengan aspek keamanan, kesehatan, kesiapan logistik, sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi oleh kementerian/lembaga serta stakeholder terkait. Disisi lain, rangkaian kegiatan Paus di Jakarta juga harus dipastikan kelancarannya," paparnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu mengantisipasi kegiatan Misa Paus Fransiskus di Vanimo, Papua Nugini yang hanya berjarak 2 jam dari Jayapura. 

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang pergerakan WNI dari Jayapura ke Vanimo yang harus dikelola dengan baik.

"Dengan Rakor ini juga terbuka informasi titik-titik yang harus dipersiapkan tidak hanya di wilayah Jakarta dan perbatasan NTT-Timor Leste, namun juga perbatasan Papua-Papua Nugini", kata Janedjri.

Dia menyampaikan bahwa masih diperlukan rangkaian pertemuan lanjutan guna membahas penyelesaian permasalahan di masing-masing aspek, diantaranya aspek keamanan, aspek logistik, aspek media, aspek imigrasi, serta hal-hal lainnya.

Sekretaris Umum Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dari KWI, Rm. Siswantoko menjelaskan rangkaian kegiatan Paus Fransiskus di Jakarta telah dipersiapkan secara optimal oleh panitia dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Penggunaan Kompleks Gelora Bung Karno telah dipastikan pemanfaatannya untuk misa kudus yaitu di Stadion Utama GBK dan Stadion Madya A. Khusus pemanfaatan lapangan sepakbola sudah terkonfirmasi untuk tidak dapat digunakan, sesuai kesepakatan antara panitia dengan pihak pengelola GBK. Pihak panitia dari KWI juga sudah menerima dan memahami kondisi tersebut," jelasnya.

Sementara itu, rangkaian kegiatan Paus Fransiskus selama di Jakarta diawali dengan kedatangan di Jakarta pada Selasa, 3 September 2023, dilanjutkan dengan rangkaian pertemuan kenegaraan di Istana Negara serta kegiatan internal Paus dengan kalangan Katolik pada Rabu, 4 September 2024.

Pada Kamis, 5 September 2024, Paus melaksanakan kegiatan pertemuan dengan Imam Besar Masjid Istiqlal dan tokoh agama, lalu pertemuan dengan para penyandang difabilitas di Gedung KWI, dan dilanjutkan dengan perayaan Misa Suci di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta yang akan diikuti kurang lebih 87.000 umat Katolik. 

Rangkaian Kunjungan Paus diakhiri pada Jumat, 6 September 2024 melalui upacara pelepasan untuk selanjutnya menuju Papua Nugini.

"Kami dari pihak panitia menyampaikan apresiasi atas kegiatan rakor yang diselenggarakan oleh Kemenko Polhukam yang menjadi wujud kehadiran negara dalam melayani umat Katolik terkait dengan kunjungan Paus di Indonesia," pungkasnya. (inm)

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang1 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline5 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline6 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline6 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle8 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle9 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle10 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle11 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional11 jam lalu