Pemerintah Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening, Gelontorkan Anggaran Rp 1,28 Triliun

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening yang menargetkan 25 juta warga.
Rencananya, program ini menargetkan sekitar 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang masuk kelompok desil 1-4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan program tersebut dapat mendorong tingkat inklusi keuangan nasional dari 93 persen hingga mencapai 99 persen pada 2026.
"Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen," ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Airlangga menjelaskan, pemerintah merencanakan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun, dari rencana sebelumnya sebesar Rp 3,84 triliun untuk menyiapkan program tersebut.
Sasaran program ini mencakup 25 juta warga yang belum memiliki rekening perbankan berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.
Pemerintah akan menyiapkan setoran awal sebesar Rp 50.000 untuk setiap pembukaan rekening. Program ini tidak hanya bertujuan untuk membuka rekening, tetapi juga untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan pemerintah dan mendukung kegiatan produktif masyarakat.
"Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," kata Airlangga.
Pembukaan rekening bagi program tersebut direncanakan melalui bank yang ditunjuk pemerintah yakni BRI (Bank Rakyat Indonesia) dan BSI (Bank Syariah Indonesia).
Selain program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah juga tengah menjalankan program Rekening Pelajar yang diikuti 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp 27 triliun.
Airlangga menerangkan, bahwa pemerintah akan memanfaatkan rekening tersebut untuk menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat yang berhak.
Saat ini, pemerintah menyiapkan bantuan beras senilai Rp17,55 triliun bagi 33.244.408 keluarga. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 300.000 per bulan kepada 13,3 juta pekerja.
(inm)
