Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Presiden Gelar Ratas Karhutla, 639 Hektare Lahan di Enam Provinsi Masih Dipadamkan

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|13:39 WIB
Bagikan:
Presiden Gelar Ratas Karhutla, 639 Hektare Lahan di Enam Provinsi Masih Dipadamkan
- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan karhutla pada 12 Oktober 2026. BNPB melaporkan 639,23 hektare lahan di enam provinsi masih dalam proses pemadaman. (Foto: setneg.go.id)

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan masih ada 639,23 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi.

Rapat berlangsung secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kepala daerah dan jajaran terkait dari wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, enam provinsi yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh sumber daya dioptimalkan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.

Kebakaran Tanjung Puting Capai 513,89 Hektare

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. BNPB melaporkan luas area yang terbakar di kawasan tersebut mencapai 513,89 hektare per 12 Oktober 2026.

Presiden Prabowo meminta penanganan kebakaran di taman nasional itu mendapat perhatian khusus karena kawasan tersebut merupakan wilayah konservasi yang perlu dijaga.

Dalam rapat, BNPB menjelaskan bahwa penanganan di lapangan diperkuat melalui penambahan personel dan peralatan satuan tugas darat. Pangdam Kalimantan Tengah juga dilaporkan memimpin langsung upaya penanganan di lokasi.

Sementara itu, operasi pemadaman melalui udara menghadapi kendala akibat jarak pandang yang rendah karena asap tebal. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah belum dapat dilakukan secara optimal.

Lebih dari 60 Ribu Personel Dikerahkan

Pemerintah mengerahkan lebih dari 60.177 personel gabungan untuk mendukung operasi darat dalam penanganan karhutla.

Menurut keterangan Sekretaris Kabinet, tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata dilaporkan mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. Operasi udara melalui water bombing juga terus dilakukan di sejumlah wilayah untuk mempercepat pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain itu, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah ini dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Meski sejumlah wilayah menunjukkan perkembangan yang lebih baik, pemerintah masih memusatkan perhatian pada penanganan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

Pemadaman Dilanjutkan hingga Musim Hujan

BNPB menyampaikan bahwa penanganan karhutla akan terus dilakukan dengan mengerahkan kemampuan yang tersedia, baik melalui operasi darat maupun udara.

Keterbatasan jarak pandang akibat asap menjadi salah satu tantangan di Kalimantan Tengah. Sementara itu, operasi udara di Sumatra Selatan mulai dapat dilakukan pada 12 Oktober 2026 dan akan dipadukan dengan operasi modifikasi cuaca.

Pemerintah berharap turunnya hujan alami pada pertengahan Oktober hingga November dapat membantu memperbaiki kondisi karhutla. Namun, upaya pemadaman tetap dilanjutkan sebelum kondisi cuaca tersebut benar-benar mendukung penanganan kebakaran.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh sumber daya harus dikerahkan secara optimal agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.

Berita Terbaru

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Nasional56 menit lalu
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Purwakarta57 menit lalu
Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional1 jam lalu
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi2 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional2 jam lalu
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga2 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline2 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline2 jam lalu
Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Nasional2 jam lalu