Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perbedaan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam: Makna, Dasar Penetapan, dan Cara Peringatan

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|15:30 WIB
Bagikan:
Perbedaan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam: Makna, Dasar Penetapan, dan Cara Peringatan
perbedaan tahun baru masehi dan tahun baru islam/www.infobudaya.net/

PASUNDANEKSPRES.ID - Tahun baru merupakan momen penting bagi banyak orang untuk melakukan refleksi, evaluasi, hingga merayakan pergantian waktu. Namun, tidak semua tahun baru dirayakan dengan cara atau pada waktu yang sama.

Di Indonesia, terdapat dua peringatan tahun baru yang sering menjadi perhatian, yaitu Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam (Hijriah).

Keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam hal penentuan, sejarah, hingga cara merayakannya.

Perbedaan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam

1. Dasar Penanggalan yang Digunakan

Perbedaan paling utama terletak pada sistem kalender yang digunakan.

Tahun Baru Masehi menggunakan kalender Gregorian, yaitu kalender matahari (solar calendar). Penghitungan waktunya didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari selama 365 hari.

Tahun Baru Islam menggunakan kalender Hijriah, yaitu kalender bulan (lunar calendar). Penentuan waktunya berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi selama 29–30 hari per bulan, sehingga satu tahun Hijriah berjumlah sekitar 354 hari.

Perbedaan sistem penanggalan ini menyebabkan perayaan Tahun Baru Islam selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

2. Dasar Sejarah dan Peristiwa Penting

Setiap tahun baru memiliki latar belakang sejarah yang berbeda:

Tahun Baru Masehi berpatokan pada awal masa yang dihitung sejak kelahiran Nabi Isa AS. Meskipun tidak semua detail sejarahnya disepakati secara pasti, kalender ini digunakan secara global untuk kepentingan administratif, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.

Tahun Baru Islam (1 Muharram) merujuk pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa besar ini menjadi tonggak perubahan dakwah Islam dan dijadikan patokan awal kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

3. Cara Merayakan

Cara masyarakat memperingati dua tahun baru ini juga sangat berbeda.

Tahun Baru Masehi identik dengan:

  • pesta kembang api,
  • hitung mundur (countdown),
  • pesta akhir tahun,
  • konser atau acara hiburan,

liburan bersama keluarga atau teman.

Perayaannya lebih bersifat sosial dan hiburan.

Tahun Baru Islam dirayakan dengan kegiatan yang lebih bernuansa religius, seperti:

  • doa dan muhasabah (refleksi diri),
  • pengajian dan tausiyah,
  • membaca doa akhir tahun dan awal tahun,
  • kegiatan sosial atau sedekah,

pawai atau tablig akbar di berbagai daerah.

Penekanannya adalah pada peningkatan iman, introspeksi, dan semangat hijrah menuju kebaikan.

4. Tujuan dan Nilai Filosofis

Kedua tahun baru juga memiliki tujuan peringatan yang berbeda:

Tahun Baru Masehi:

  • momentum untuk membuat resolusi baru,
  • merayakan pergantian tahun sebagai tanda perjalanan waktu,

fokus pada pencapaian pribadi atau perubahan gaya hidup.

Tahun Baru Islam:

  • mengingat kembali makna hijrah: berpindah dari keburukan menuju kebaikan,
  • memperkuat iman dan hubungan dengan Allah SWT,

menanamkan nilai kesabaran, pengorbanan, dan persaudaraan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

5. Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia

Di Indonesia, kedua tahun baru ini sama-sama menjadi momen penting meski dengan nuansa berbeda:

  • Tahun Baru Masehi diperingati secara nasional sebagai hari libur umum.
  • Tahun Baru Islam juga ditetapkan sebagai hari libur nasional, menandai pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.


Secara garis besar, perbedaan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam terletak pada kalender yang digunakan, sejarah yang melatarbelakangi, waktu pelaksanaan, serta cara memperingatinya. Tahun Baru Masehi lebih bersifat universal dan sosial, sementara Tahun Baru Islam lebih religius dan penuh makna spiritual.

Berita Terbaru

Rekomendasi Tempat Family Gathering Perusahaan di Subang yang Seru dan Nyaman

Rekomendasi Tempat Family Gathering Perusahaan di Subang yang Seru dan Nyaman

Lifestyle4 menit lalu
Hubungkan Desa Pangsor dan Sumurgintung, Warga Bunut Apresiasi PUPR Bangun Jembatan

Hubungkan Desa Pangsor dan Sumurgintung, Warga Bunut Apresiasi PUPR Bangun Jembatan

Subang4 menit lalu
Tempat Team Building di Subang, dari Outbound hingga Gathering Perusahaan

Tempat Team Building di Subang, dari Outbound hingga Gathering Perusahaan

Subang1 jam lalu
BNI dan Unpad Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Ekosistem Pendidikan yang Adaptif

BNI dan Unpad Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Ekosistem Pendidikan yang Adaptif

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Link Live Streaming Persijap vs Persib Bandung, Minggu 20 September 2026

Link Live Streaming Persijap vs Persib Bandung, Minggu 20 September 2026

Lifestyle2 jam lalu
Keseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap Bareng BNI

Keseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap Bareng BNI

Nasional2 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Perjalanan Dinas, Meeting Selesai Lanjut Jalan!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Perjalanan Dinas, Meeting Selesai Lanjut Jalan!

Lifestyle4 jam lalu
Lengkap! Daftar Destinasi Wisata Bisnis di Subang Per September 2026, Bisa untuk Meeting hingga Kunjungan Kerja

Lengkap! Daftar Destinasi Wisata Bisnis di Subang Per September 2026, Bisa untuk Meeting hingga Kunjungan Kerja

Subang5 jam lalu
GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

Nasional7 jam lalu
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Jawa Barat8 jam lalu