Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perpanjangan Gencatan Senjata Memanas, Akankah Terjadi Tahap Dua?

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|15:00 WIB
Bagikan:
Perpanjangan Gencatan Senjata Memanas, Akankah Terjadi Tahap Dua?
Perpanjangan Gencatan Senjata Memanas, Akankah Terjadi Tahap Dua? (Image From: Pexels/Faruk Yıldız)

PASUNDAN EKSPRES - Perundingan Hamas dan Israel terkait perpanjangan gencatan senjata.  Konflik antara Israel dan Hamas terus mengalami ketegangan, terutama dalam perundingan mengenai gencatan senjata di Gaza.

Hamas menegaskan bahwa kelanjutan pembicaraan dengan Israel mengenai fase berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata bergantung pada pembebasan tahanan Palestina yang telah disepakati sebelumnya.

Perundingan Hamas dan Israel terkait Perpanjangan Gencatan Senjata Memanas

Dilansir dari BBC, pada Minggu (23/2), Israel mengumumkan penundaan pembebasan lebih dari 600 tahanan Palestina yang seharusnya dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran dengan sepuluh sandera Israel (enam dalam keadaan hidup dan empat dalam keadaan meninggal dunia).

Pemerintah Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan mengadakan upacara penyerahan sandera yang dianggap “menghina” dan memanfaatkan mereka untuk kepentingan propaganda.

Penundaan ini memicu reaksi keras dari Hamas, yang memperingatkan bahwa seluruh kesepakatan dapat terancam.

Seorang pejabat senior Hamas menyatakan bahwa keputusan Israel membahayakan kelangsungan kesepakatan dan mendesak para mediator, terutama Amerika Serikat, untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian.

Gencatan Senjata yang Rapuh dan Risiko Kembali ke Perang

Kesepakatan gencatan senjata tahap pertama, yang berlangsung selama enam minggu, akan berakhir pada Sabtu mendatang. Namun, hingga kini, negosiasi tidak langsung mengenai tahap kedua dan kemungkinan penghentian perang secara permanen belum dimulai.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memperingatkan bahwa gencatan senjata ini masih dalam kondisi yang sangat rapuh dan mendesak semua pihak untuk mencegah kembalinya pertempuran. Ia juga menyerukan pembebasan semua sandera yang masih ditahan dengan cara yang bermartabat.

Alasan Israel Menunda Pembebasan Tahanan Palestina

Sebagai bagian dari kesepakatan, Israel seharusnya membebaskan 620 tahanan Palestina, yang terdiri dari lebih dari 400 warga Gaza yang ditangkap selama perang dan 50 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.

Namun, keputusan untuk menunda pembebasan tahanan ini diambil setelah para tahanan dilaporkan sudah naik ke dalam bus di penjara Tepi Barat. Netanyahu kemudian memerintahkan untuk menangguhkan pembebasan mereka.

Dalam pernyataan resminya, kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa penundaan ini dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran berulang Hamas, termasuk upacara penyerahan sandera yang menghina dan eksploitasi sandera untuk kepentingan propaganda. 

Pada Sabtu, Hamas membebaskan enam sandera Israel yang masih hidup. Namun, seperti sebelumnya, lima dari mereka diperlihatkan di atas panggung dengan dikawal oleh pejuang bersenjata sebelum akhirnya diserahkan kepada Palang Merah dan dibawa ke Israel.

Hamas juga merilis video dua sandera lainnya yang terlihat berada di dalam kendaraan, tampak memohon kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar segera dibebaskan. Video tersebut dikecam oleh forum keluarga sandera Israel sebagai tindakan yang kejam dan tidak manusiawi.

Sementara itu, Hamas mengecam keputusan Israel sebagai "pelanggaran nyata" terhadap perjanjian yang telah dibuat. Hamas juga memperingatkan mediator utama dalam konflik ini, seperti Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir, bahwa mereka tidak akan membahas langkah-langkah selanjutnya dalam gencatan senjata sebelum Israel memenuhi kewajibannya membebaskan tahanan Palestina.

 "Kami telah menyampaikan pesan yang jelas dan kuat kepada para mediator—kami tidak dapat melanjutkan diskusi mengenai langkah berikutnya jika 620 tahanan Palestina ini tidak dibebaskan," ujar anggota Biro Politik Hamas, Basem Naim, dalam wawancara dengan Al Jazeera. 

Hamas sendiri membantah tuduhan Israel bahwa seremonial penyerahan sandera bersifat menghina. Sebaliknya, Hamas menuduh otoritas Israel telah memperlakukan tahanan Palestina secara tidak manusiawi sebelum mereka dibebaskan.

Mekanisme Kesepakatan Gencatan Senjata 

Dalam tahap pertama gencatan senjata ini, sebanyak 33 sandera Israel akan ditukar dengan sekitar 1.900 tahanan Palestina.

Hingga saat ini, total 25 sandera Israel yang masih hidup dan empat sandera yang telah meninggal telah dibebaskan oleh Hamas. Selain itu, lima sandera asal Thailand juga dibebaskan di luar kesepakatan formal ini.

Gencatan senjata juga menyebabkan pasukan Israel menarik diri dari beberapa wilayah padat penduduk di Gaza, memungkinkan ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka di utara.

Selain itu, bantuan kemanusiaan dalam bentuk ratusan truk bantuan kini mulai masuk ke wilayah Gaza setiap hari.

Tahap kedua dari kesepakatan ini seharusnya mencakup pembebasan sisa sandera, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, serta pengumuman gencatan senjata permanen.

(ipa)

Berita Terbaru

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle51 menit lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle1 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat2 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline14 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle16 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle18 jam lalu