Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|11:15 WIB
Bagikan:
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur
Pertamina dan Kementerian Koperasi mengembangkan program pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi desa sebagai bahan baku produksi Sustainable Aviation Fuel atau bioavtur. (Foto: ANTARA/Sumarwoto)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah bersama PT Pertamina mengembangkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Melalui kerja sama dengan Kementerian Koperasi, pengumpulan minyak bekas memasak akan diperluas melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendukung pasokan bahan baku energi nasional.

Program tersebut menargetkan pengumpulan sebanyak 500 ribu liter minyak jelantah selama empat bulan dalam tahap percontohan yang melibatkan empat koperasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Pertamina Patra Niaga tersebut diluncurkan pada Kamis (29/10/2026). Inisiatif ini diarahkan untuk membangun sistem pengumpulan minyak jelantah yang lebih terorganisasi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan koperasi.

Minyak bekas rumah tangga, restoran, warung makan, serta pelaku usaha kuliner akan dihimpun melalui koperasi sebelum disalurkan kepada Pertamina untuk diproses menjadi produk bahan bakar bernilai tambah.

Pertamina Siapkan Pengembangan Fasilitas Pengolahan di Empat Kilang

Pengembangan pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan didukung kesiapan fasilitas pengolahan Pertamina.

Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang telah digunakan untuk memproduksi Sustainable Aviation Fuel dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku.

Pertamina Patra Niaga juga merencanakan pengembangan fasilitas pengolahan di sejumlah kilang lainnya, yakni Balongan, Dumai, dan Plaju. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengolahan serta menjaga ketersediaan pasokan bahan baku.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa kepastian pasokan minyak jelantah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan produksi bahan bakar ramah lingkungan secara berkelanjutan.

Karena itu, keterlibatan koperasi diharapkan dapat membangun jaringan pengumpulan dari tingkat rumah tangga hingga industri pengolahan energi.

Koperasi Desa Didorong Menjadi Pengumpul Minyak Jelantah

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong KDKMP yang siap beroperasi untuk mengambil peran sebagai agen pengumpul minyak jelantah di berbagai daerah.

Pada tahap awal, proyek percontohan dilaksanakan melalui empat koperasi di Banyumas, yaitu KDKMP Dawuhan, KDKMP Kober, KDKMP Karanglewas Lor, dan KDKMP Karangwangkal.

Model tersebut diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas melalui jaringan koperasi desa dan kelurahan di Indonesia.

Selain mendukung kebutuhan bahan baku industri energi, mekanisme pengumpulan tersebut memberikan peluang pendapatan tambahan bagi koperasi. Masyarakat juga dapat memperoleh nilai ekonomi dari minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi dibuang sebagai limbah rumah tangga.

Dalam skema yang disiapkan, koperasi akan membeli minyak jelantah dari masyarakat, kemudian memasoknya kepada Pertamina Patra Niaga dengan harga sesuai kesepakatan kerja sama.

Minyak Jelantah Berpotensi Mendukung Ekonomi Sirkular

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar merupakan salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular, yakni mengolah limbah menjadi bahan baku yang memiliki nilai ekonomi.

Pengumpulan minyak bekas memasak juga diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membuang limbah minyak ke saluran air maupun lingkungan secara sembarangan.

Di sisi industri, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF dapat mendukung pengembangan bahan bakar penerbangan dengan sumber bahan baku alternatif.

Pertamina sebelumnya telah melakukan serangkaian pengujian penggunaan SAF, termasuk uji penerbangan komersial menggunakan campuran SAF dan avtur konvensional pada penerbangan Pelita Air rute Jakarta-Denpasar pada 2025.

Melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, masyarakat, dan industri energi, pengembangan pengumpulan minyak jelantah diharapkan dapat membentuk rantai pasok bahan baku yang lebih kuat.

Target 500 ribu liter dalam empat bulan menjadi tahap awal untuk menguji efektivitas model pengumpulan tersebut sebelum diperluas ke jaringan koperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Berita Terbaru

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle24 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang37 menit lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle50 menit lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional1 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional1 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional1 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline1 jam lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang2 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline2 jam lalu