Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

PASUNDANEKSPRES.ID - Program digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) dijadwalkan akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2026.
Program digitalisasi bansos ini diharapkan dapat mengatasi persoalan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan dalam penyaluran bantuan sosial.
Skema baru ini ditujukan agar bantuan pemerintah diterima masyarakat yang berhak menerimanya dan tepat sasaran.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
"Perlinsos yang akan di-roll out atau dilaunching oleh Presiden pada tanggal 10 November," ujar Luhut di Istana Merdeka, Selasa (20/10).
Adapun peluncuran program digitalisasi Perlinsos ini berkaitan dengan upaya pemerintah untuk mengubah mekanisme penyaluran bansos kepada masyarakat.
Jika sebelumnya penyaluran bantuan menggunakan skema subsidi berbasis produk, skema digitalisasi bansos direncanakan diberikan dalam bentuk transfer tunai kepada penerima bansos.
"Karena Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer," jelasnya.
Sementara itu, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat sebanyak 11,5 juta kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam program digitalisasi bansos atau Perlinsos.
Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menyebut, uji coba program tersebut telah menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.
"Per hari ini (20/10), sudah ada 11,5 juta KK yang terdaftar dalam digitalisasi Perlinsos ini," ucap Firman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
Firman mengatakan, DEN mencatat jumlah pendaftar melalui portal Perlinsos telah mencapai lebih dari 600.000 orang per hari serta didukung sekitar 775 ribu agen yang membantu masyarakat melakukan pendaftaran bantuan sosial.
"Digitalisasi Perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran," pungkasnya.
(inm)
